Batu Kandung Kemih

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu batu kandung kemih?

Batu kandung kemih atau vesicolithiasis adalah mineral keras yang terbentuk dalam kandung kemih. Pembentukan batu terjadi apabila Anda tidak buang air kecil secara tuntas sehingga mineral dalam urine menggumpal dan membentuk kristal.

Kondisi yang merupakan salah satu penyakit kandung kemih ini dapat terjadi pada orang yang tidak rutin atau tidak tuntas buang air kecil. Penyakit ini paling umum ditemui pada pria di atas 50 tahun, dan lebih sedikit ditemui pada wanita.

Gejala

Apa saja gejalanya?

Jenis penyakit pada kandung kemih ini mungkin tidak menimbulkan gejala apabila ukurannya cukup kecil sehingga dapat dikeluarkan saat buang air kecil. Begitu batu membesar, tanda-tanda yang mungkin muncul di antaranya:

  • Nyeri pada perut bawah yang kadang terasa sangat hebat. Pria juga dapat merasakan sakit pada penis.
  • Kesulitan atau merasa nyeri saat buang air kecil (anyang-anyangan).
  • Lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
  • Urine berwarna gelap.
  • Terdapat darah pada urine (hematuria).

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusinya.

Kapan Anda perlu ke dokter?

Anda harus memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala-gejala di atas, terutama bila Anda mengalami sakit perut berkepanjangan, sering harus buang air kecil, atau ada darah pada urine.

Penyebab

Apa penyebab batu kandung kemih?

Jika Anda sering kencing tidak tuntas, urine akan tersisa dalam kandung kemih dan menjadi terkonsentrasi. Ini artinya mineral dalam urine begitu tinggi sehingga dapat mengkristal dan membentuk batu mineral.

Ada banyak kondisi yang dapat mengganggu fungsi kandung kemih dalam menyimpan dan mengosongkan urine. Kondisi yang paling umum di antaranya:

  • Pembesaran kelenjar prostat. Pada pria, penyakit BPH (prostat yang membesar) dapat menghambat aliran urine dan membuatnya terperangkap dalam kandung kemih.
  • Kandung kemih neurogenik. Penyakit ini mengganggu saraf antara otak dan otot kandung kemih sehingga kandung kemih tidak bisa berfungsi dengan baik.
  • Peradangan. Jika kandung kemih Anda meradang, kristal mineral lambat laun dapat terbentuk di dalamnya.
  • Alat medis. Kateter urine, alat kontrasepsi, dan alat medis lainnya dapat memicu penumpukan mineral urine dan membentuk batu kandung kemih.
  • Batu ginjal. Batu ginjal berukuran kecil dapat turun ke kandung kemih melalui saluran ureter dan menjadi batu kandung kemih jika tidak diangkat.
  • Sistokel. Pada wanita, dinding kandung kemih bisa melemah dan turun ke vagina. Kondisi ini akan menghambat aliran urine dan membentuk batu mineral.

Faktor-faktor risiko

Siapa yang berisiko memiliki penyakit ini?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini, yaitu:

  • Usia dan jenis kelamin. Penyakit ini lebih banyak dialami pria dibandingkan wanita. Risiko penyakit juga meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Kerusakan saraf. Orang yang pernah cedera tulang belakang parah, menderita diabetes, atau lumpuh otot panggul sulit buang air kecil hingga tuntas.
  • Terhalangnya aliran urine. Penyebab yang paling umum adalah penyakit prostat, infeksi saluran kemih, dan gangguan fungsi kandung kemih.
  • Operasi perluasan kandung kemih. Operasi ini dapat mengatasi inkontinensia urine, tapi ada risiko pembentukan batu kandung kemih setelahnya.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis batu kandung kemih?

Penyakit ini dapat didiagnosis melalui beberapa tes berbeda, yakni:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan melakukan pemeriksaan pada perut bagian bawah atau rektum untuk melihat apakah kandung kemih Anda membesar.
  • Urinalisis. Dokter menguji sampel urine untuk melihat adanya darah, bakteri, atau mineral yang terbentuk.
  • Computerized tomography (CT) scan dan X-ray. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat gambaran organ dalam tubuh dan apakah ada batu di dalamnya.
  • Ultrasound (USG). Pemeriksaan ini juga bertujuan untuk melihat kondisi organ dalam, tapi dengan bantuan gelombang suara.
  • Intravenous pyelogram. dokter akan menyuntikkan cairan khusus ke pembuluh vena menuju ginjal dan kandung kemih untuk melihat kondisinya.

Obat dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana pengobatan penyakit ini?

Minum banyak air putih dapat membantu mengobati batu secara alami. Namun, mengingat batu terbentuk karena urine tidak keluar hingga tuntas, terkadang minum air saja tidak cukup untuk mengatasinya.

Batu yang tidak terbawa bersama urine dapat dikeluarkan dengan cara berikut:

1. Transurethral cystolitholapaxy

Metode ini bertujuan untuk menghancurkan batu kandung kemih. Dokter akan membius Anda, lalu memasukkan tabung kecil panjang ke saluran kencing hingga mencapai kandung kemih. Tabung ini dilengkapi kamera untuk mendeteksi keberadaan batu.

Setelah batu ditemukan, tabung ini akan memancarkan gelombang suara atau laser untuk menghancurkan batu menjadi serpihan kecil. Serpihan batu nantinya keluar dari tubuh bersama urine.

2. Percutaneous suprapubic cystolitholapaxy

Metode ini biasanya digunakan pada anak-anak untuk mengurangi risiko kerusakan saluran kencing. Dokter terkadang menggunakan cara ini untuk mengeluarkan batu kandung kemih berukuran besar.

Alih-alih memasukkan tabung, dokter akan membuat sayatan kecil pada perut bagian bawah dan kandung kemih. Setelah itu, barulah batu dapat dikeluarkan. Pasien akan dibius selama menjalani prosedur ini.

3. Operasi terbuka

Operasi terbuka bertujuan untuk mengeluarkan batu kandung kemih pada pria dengan prostat yang membesar. Cara ini juga digunakan apabila batu berukuran sangat besar sehingga tidak dapat dihancurkan atau dikeluarkan dengan sayatan kecil.

Prosedurnya mirip dengan percutaneous suprapubic cystolitholapaxy. Bedanya, sayatan yang dibuat lebih besar. Metode ini efektif untuk mengatasi batu kandung kemih parah, tapi risiko efek sampingnya juga lebih banyak.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah batu kandung kemih?

Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah pembentukan batu kandung kemih, di antaranya:

  • Minum banyak air putih.
  • Jika Anda terkena penyakit kandung kemih sehingga tidak bisa buang air kecil hingga tuntas, coba lakukan kembali 10-20 detik setelah kencing yang pertama.
  • Tidak menahan buang air kecil. Apabila Anda sudah mampu buang air kecil hingga tuntas, selalu biasakan hal ini.
  • Tidak mengabaikan penyakit saluran kemih apa pun yang mungkin Anda alami. Konsultasikan ke dokter bila perlu.

Penyakit ini berawal dari urine yang terjebak dalam kandung kemih. Bila tidak ditangani, batu yang terbentuk dapat memicu atau memperparah penyakit kandung kemih yang ada. Oleh sebab itu, jangan abaikan gejalanya dan pastikan Anda menerapkan langkah-langkah untuk mencegahnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Transplantasi Ginjal

Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Tidak sembarang orang bisa mendonorkan ginjalnya untuk yang membutuhkan. Apa saja syarat donor ginjal dan bolehkah seorang perokok melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Begini Akibat Jika Anda Terlalu Sering Menahan Kencing

Kebiasaan seseorang menahan kencing dapat memberikan akibat yang serius yaitu munculnya penyakit dalam sistem urologi. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kencing bercabang

Normalkah Kencing Bercabang Saat Buang Air Kecil?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis adalah

Uretritis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit
hemodialisis

Hemodialisis, Prosedur Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
penyakit ginjal adalah

Penyakit Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 12 menit