Mengulik Lebih Dalam Berbagai Fungsi dan Jenis Tes Urine

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/11/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada beragam tes yang bisa dilakukan untuk mengukur seberapa baik kerja komponen-komponen di dalam tubuh. Mulai dari tes kulit untuk mendeteksi alergi, tes darah, uji kreatinin dalam darah, hingga tes urine. Ya, tes urine dapat membantu mendeteksi bila ada gangguan pada organ-organ tubuh. Bahkan, tes urine juga umum digunakan untuk menganalisis adanya narkoba dalam darah. Agar lebih paham mengenai tes urine, simak ulasan lebih lanjutnya di bawah ini.

Apa itu tes urine?

Sesuai dengan namanya, urinalisis atau tes urine adalah suatu metode pemeriksaan menggunakan urine (air seni) guna mendeteksi adanya gangguan dalam tubuh. Normalnya, urine yang sehat identik dengan warna kuning muda. Warna urine akan berubah jika ternyata ada yang tidak beres dengan fungsi organ-organ tubuh Anda.

Urinalisis juga merupakan salah satu bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin. Di sini, hasil dari tes urine akan menunjukkan gejala awal penyakit tertentu. Baik itu penyakit ginjal, penyakit hati, diabetes, dan lain sebagainya.

Apa fungsi tes urine?

Proses produksi urine tidak terjadi begitu saja, melainkan melibatkan kerja ginjal, ureter, kandung kemih, serta uretra. Kesemua bagian tersebut disebut sebagai saluran kemih dengan peran sebagai penyaring limbah tubuh serta pengatur keseimbangan air, elektrolit, protein, asam, dan zat lainnya di dalam tubuh.

Jika ada kerusakan pada komponen tubuh tersebut, otomatis akan memengaruhi kandungan, volume, warna, dan tekstur urine. Nah, urinalisis menjalankan tugasnya untuk menilai perubahan pada urine.

Beberapa tujuan urinalisis yaitu:

  • Memeriksa kesehatan tubuh secara keseluruhan, karena sering menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin.
  • Membantu mendiagnosis kondisi medis tertentu seperti infeksi saluran kemih (ISK), penyakit ginjal polikistik, gagal ginjal, peradangan ginjal, dan lainnya. Keluhan gejala yang Anda alami, meliputi sakit perut abnormal, sakit punggung terus-menerus, sakit saat buang air kecil, ada darah dalam urine, ataupun masalah lainnya juga bisa dideteksi.
  • Memantau perkembangan penyakit sekaligus keberjalanan proses pengobatan, misalnya pada penyakit gagal ginjal, nefropati diabetik, infeksi saluran kemih, dan lainnya.
  • Menilai fungi ginjal sebelum operasi.
  • Memantau perkembangan kehamilan yang tidak normal, termasuk dehidrasi, preeklampsia, diabetes gestasional, dan lain sebagainya.

warna urin setelah minum alkohol

Apa saja jenis tes urine?

Selama urinalisis berlangsung, sampel urine Anda yang telah diletakkan di dalam wadah akan diperiksa melalui cara berikut ini:

Pemeriksaan visual

Pemeriksaan visual dilakukan dengan mengamati tampilan urine secara langsung. Mulai dari tingkat kejernihannya, ada tidaknya bau, hingga warna urine. Urine yang keruh dan berbau bisa mengindikasikan adanya masalah dalam tubuh Anda.

Pemeriksaan mikroskopis

Berbeda dengan pemeriksaan visual yang mendeteksi secara langsung, pemeriksaan mikroskopis melibatkan mikroskop guna mengamati urine dengan lebih jelas. Hal-hal penting yang diamati lebih lanjut yakni:

  • Kelainan pada sel darah putih (leukosit), yang menunjukkan adanya infeksi.
  • Kelainan pada sel darah merah (eritrosit), merupakan tanda penyakit ginjal, kelainan darah, kanker kandung kemih, ganggguan darah, dan kondisi medis lainnya.
  • Hadirnya bakteri atau ragi (jamur) sebagai tanda infeksi.
  • Kristal yang menandakan batu ginjal.
  • Sel epitel dalam jumlah banyak bisa menjadi tanda tumor, infeksi, penyakit ginjal, dan lainnya.

Jika jumlah komponen-komponen tersebut di dalam urine terlalu banyak, dibutuhkan pemeriksan lanjutan untuk lebih memastikannya.

Tes dipstick

Tes dipstick adalah pemeriksaan urine dengan menggunakan stik plastik tipis yang dimasukkan ke dalam sampel urine Anda. Stik plastik akan berubah warna bila ternyata ada zat tertentu dengan kadar berlebihan yang terkandung dalam urine.

Metode ini akan membantu mendeteksi beberapa hal, seperti:

  • Keasaman (pH), tingkat keasaman yang tidak normal menunjukkan adanya masalah pada ginjal dan saluran kencing.
  • Konsenstrasi atau kekentalan urine, semakin kental urine berarti semakin sedikit cairan didapatkan tubuh dari minuman
  • Protein, dalam jumlah besar protein mengindikasikan gangguan pada ginjal.
  • Gula, umumnya menandakan penyakit diabetes, tapi dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut (gula darah puasa atau sewaktu) untuk memastikannya.
  • Bilirubin, seharusnya dibawa oleh darah untuk disalurkan ke hati. Hadirnya bilirubin dalam urine menandakan kerusakan pada hati.
  • Darah, biasanya merupakan tanda gangguan pada ginjal dan kandung kemih

Urinalisis bisa dilakukan sendiri maupun dikombinasikan bersama dengan pemeriksaan lain. Dokter akan menentukan pemeriksaan mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tak Pernah Minum Alkohol Tapi Hasil Tesnya Positif, Kok Bisa?

Ternyata tidak pernah minum alkohol tak menjamin hasil tes Anda negatif. Faktanya, ada orang yang bukan peminum tetapi memiliki hasil tes yang positif.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 16/03/2019 . Waktu baca 3 menit

Hasil Tes Urine Menunjukkan Adanya Sel Darah Putih pada Urine, Apa Artinya?

Pada hasil tes urine, Anda mungkin mendapati adanya sel darah putih di urine Anda. Keempat kondisi berikut bisa jadi adalah penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 12/03/2019 . Waktu baca 3 menit

Uretra (Saluran untuk Mengeluarkan Air Kencing) Bisa Meradang! Apa Gejalanya?

Sakit saat buang air kecil? Bisa jadi ini tanda dari uretritis. Uretritis adalah peradangan pada uretra, yaitu saluran yang mengeluarkan urine dari tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Fakta Unik 18/09/2018 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Air Kencing Saya Berbau Amis dan Menyengat?

Air kencing bau amis bisa jadi karena Anda banyak makan ikan. Namun, bisa juga karena ginjal Anda terinfeksi atau diam-diam mengalami gagal hati.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sering buang air kecil

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
striktur uretra

Striktur Uretra

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 9 menit
albuminuria proteinuria

Albuminuria (Proteinuria)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 9 menit
tes ph urine

Kondisi Kesehatan Apa Saja yang Bisa Diketahui dari Tes pH Urine?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Jessica Yulianti
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2019 . Waktu baca 7 menit