home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab dan Cara Meredakan Sakit Pinggang Karena Penyakit Ginjal

Penyebab dan Cara Meredakan Sakit Pinggang Karena Penyakit Ginjal

Rasa nyeri pada pinggang dapat menandakan beragam hal dari yang ringan sampai serius. Nah, salah satu penyebab sakit pinggang yang perlu Anda waspadai adalah penyakit ginjal. Sakit pinggang karena penyakit ginjal biasanya memunculkan ciri-ciri yang khas. Seperti apa?

Ciri-ciri sakit pinggang karena ginjal

sakit pinggang karena ginjal

Ginjal terletak di kedua sisi tulang belakang di bawah tulang rusuk. Saat ginjal bermasalah, entah karena infeksi, iritasi, atau meradang, salah satu gejala khasnya memang sakit pinggang. Penyebab utamanya biasanya adalah infeksi saluran kencing yang menjalar ke ginjal, infeksi ginjal, atau batu ginjal.

Biasanya, nyeri pinggang yang disebabkan oleh ginjal terasa di sekitar punggung bawah, tepatnya di antara tulang rusuk terendah dan bokong. Namun, rasa sakit juga bisa menjalar hingga ke dua sisi tubuh sampai ke bawah panggul, selangkangan, atau ke daerah perut. Sakit pinggang karena ginjal biasanya tidak mereda walau Anda mengubah posisi Anda.

Gejala lain yang muncul antara lain:

  • demam dan menggigil
  • hilang nafsu makan
  • mual dan muntah
  • sakit kepala
  • warna urine menjadi lebih keruh atau terkadang ada darahnya
  • urine berbau tidak sedap
  • merasa sangat lelah
  • sering buang air kecil atau lebih jarang dari biasanya
  • sakit saat buang air kecil

Nah di samping gejala utama di atas, ciri-ciri sakit pinggang yang muncul karena masing-masing masalah ginjal dapat berbeda. Berikut penjelasannya lebih lanjut:

Sakit pinggang karena batu ginjal

Batu ginjal adalah endapan dari mineral, garam, dan zat sisa lainnya yang mengkristal dalam ginjal menjadi batuan. Ciri-ciri sakit pinggang karena batu ginjal biasanya:

  • Nyeri pada pinggang dapat semakin terasa, semakin banyak jumlah dan semakin besar ukuran batu.
  • Sakit yang dirasakan datang dan pergi karena batu bisa bergerak.
  • Merasakan sakit saat akan melakukan buang air kecil.
  • Intensitas sakit pinggang karena batu ginjal lebih terasa tajam.

Sakit pinggang karena ginjal terinfeksi

Infeksi pada ginjal biasanya disebabkan oleh bakteri seperti E. coli yang hidup di dalam usus Anda.

Bakteri tersebut dapat berpindah melalui ureter kemudian ke kandung kemih juga ginjal. Gejala ini pun mirip dengan infeksi saluran kemih lainnya, seperti:

  • Sensasi terbakar saat berkemih
  • Sakit di bagian perut, punggung, dan pinggang
  • Sulit menahan buang air kecil

Apa yang membedakan sakit pinggang dan sakit ginjal?

Terkadang, sakit pinggang akibat penyebab lain, misalnya akibat masalah otot, tulang, atau saraf, dapat sulit dibedakan dengan nyeri yang diakibatkan penyakit ginjal.

Cara membedakan nyeri pinggang biasa dengan yang disebabkan oleh penyakit ginjal, dikutip dari Healthline, adalah:

  • Sakit pinggang terpusat di punggung bawah dan di atas tulang ekor. Sedangkan sakit ginjal berada di area lebih ke atas dari pinggang.
  • Sakit pinggang rasanya tumpul dan terkadang menimbulkan sensasi panas seperti terbakar.
  • Penyebaran sakit pinggang di sekitar punggung bahkan bisa sampai ke ujung kaki. Jika ciri-ciri sakit pinggang karena ginjal, sakitnya bisa menyebar dari perut bagian bawah sampai ke paha bagian dalam.

Jika sakit pinggang Anda begitu parah sampai menganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala lain seperti demam, mual, muntah, atau inkontinensia, segera periksakan ke dokter.

Cara meredakan sakit pinggang karena ginjal

mengatasi sakit pinggang

Sakit pinggang biasa pada umumnya dapat diatasi dengan pijat atau menempelkan koyo hangat. Namun, nyeri pinggang karena penyakit ginjal membutuhkan pengobatan medis yang lebih tepat.

Dokter dapat meresepkan obat sesuai dengan penyebab penyakit ginjal yang Anda alami. Pasalnya, pijatan justru akan semakin membuat sakit karena menimbulkan tekanan pada ginjal yang bermasalah.

Apabila sakit ginjal Anda disebabkan oleh batu ginjal, obatnya adalah allopurinol. Obat tersebut dapat membantu melarutkan batu. Semakin kecil ukuran batu, maka akan semakin mudah untuknya ikut terbuang bersama air kencing. Apabila batu tidak juga luruh, dokter dapat menyarankan Anda untuk menjalani operasi.

Sementara jika penyebab sakit pinggang Anda adalah karena infeksi bakteri pada ginjal, obatnya kemungkinan adalah antibiotik.

Nah, sebagai cara cepat meredakan sakit pinggang yang muncul tiba-tiba, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut meredakan sakitnya.

  • Kompres es yang dibungkus dengan handuk bersih ke bagian pinggang yang sakit, selama 20-30 menit setiap 2-3 jam.
  • Anda juga bisa mengganti dengan kompres panas. Basahi handuk bersih dengan air panas. Kemudian, tempelkan di pinggang yang terasa sakit untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan.
  • Anda juga bisa mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, seperti parasetamol.

Tips menjaga ginjal tetap sehat

minum air putih

Untuk membantu mengatasi sakit pinggang akibat penyakit ginjal yang diderita, Anda dapat melakukan beberapa tips sehat berikut ini:

  • Minum setidaknya 8 gelas air sehari untuk mengoptimalkan fungsi utama ginjal membuang racun di dalam tubuh.
  • Batasi asupan protein hewani serta garam. Ternyata, makanan asin dapat mengganggu keseimbangan mineral di dalam tubuh. Hal inilah yang membuat kerja ginjal semakin berat sehingga mengganggu fungsi normal.
  • Basuh area kelamin dari arah depan ke belakang untuk mencegah bakteri usus besar memasuki saluran kemih dan menyebabkan infeksi.
  • Lakukan olahraga yang tepat. Anda bisa mencoba olahraga angkat beban dengan membungkuk rendah dan lutut dalam posisi jongkok dan pegang beban dekat ke dada Anda. Luangkan juga waktu setiap beberapa menit untuk meregangkan otot-otot yang kencang.
  • Berhenti merokok karena hal ini dapat merusak pembuluh darah sehingga menurunkan aliran darah di ginjal. Saat aliran darah tidak cukup, maka ginjal juga tidak dapat bekerja secara optimal.

Apabila Anda merasa tidak yakin yang menyebabkan sakit pinggang adalah akibat penyakit ginjal, sebaiknya konsultasikan pada dokter. Termasuk ketika sakit pinggang tidak kunjung mereda dan terasa semakin menyebar.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pain in Lower Back Right Side: Causes, Treatment, and More. (2020). Retrieved 25 January 2020, from https://www.healthline.com/health/pain-in-lower-back-right-side#medical-emergency

Kidney infection . (2018). Retrieved 25 January 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/kidney-infection/

Kidney pain. (2020). Retrieved 25 January 2020, from https://www.healthdirect.gov.au/kidney-pain

Kidney Pain Causes, Treatment, Symptoms, Pain Relief & Remedies. (2020). Retrieved 25 January 2020, from https://www.medicinenet.com/kidney_pain/article.htm

Pendick, D. (2013). 5 steps for preventing kidney stones – Harvard Health Blog. Retrieved 25 January 2020, from https://www.health.harvard.edu/blog/5-steps-for-preventing-kidney-stones-201310046721

Media, K. (2020). Cara Mudah Membedakan Sakit Punggung dan Sakit Ginjal. Retrieved 25 January 2020, from https://lifestyle.kompas.com/read/2016/04/09/1

When to See a Doctor About Kidney Pain. (2020). Retrieved 25 January 2020, from https://www.verywellhealth.com/kidney-pain-causes-4174009

Kidney Pain vs. Back Pain: Location, Symptoms, and More. (2020). Retrieved 25 January 2020, from https://www.healthline.com/health/kidney-pain-vs-back-pain#see-a-doctor

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 29/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x