Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Terkadang, rasa sakit saat buang air kecil dianggap sebagai masalah sepele dan akan membaik dengan sendirinya. Padahal, mungkin saja ini menjadi sinyal bahwa Anda tak sekadar mengalami infeksi saluran kencing, tapi infeksinya sudah menjalar ke ginjal. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mewaspadai gejala infeksi ginjal pada wanita sebelum terlambat.

Apa saja gejala infeksi ginjal pada wanita?

Agar tidak tertukar, perhatikan gejala infeksi ginjal yang khas dialami oleh wanita berikut ini.

1. Sering buang air buang air kecil disertai nyeri

waktu buang air besar

Gejala infeksi ginjal pada wanita dapat diamati dari perubahan frekuensi buang air kecil. Jika tiba-tiba Anda merasa sering buang air kecil dan disertai rasa nyeri, maka bisa jadi ini tanda ginjal Anda sudah terinfeksi.

Staci Leisman, M.D, seorang ahli penyakit dalam dan nefrologi di Mount Sinai Hospital, mengungkap kepada Women’s Health bahwa ini bisa jadi pertanda bahwa bakteri dalam kandung kemih sudah mulai naik ke ginjal.

Anda mungkin juga merasakan nyeri dan sensasi terbakar dan sakit saat buang air kecil. Ketika lapisan uretra yang meradang terkena aliran urine, maka inilah yang menimbulkan rasa nyeri dan panas saat buang air kecil.

2. Demam

penyakit tipes demam tifoid

Setiap jenis infeksi yang terjadi pada organ tubuh mana pun akan memicu respon kekebalan tubuh, termasuk pada ginjal. Ketika ginjal mulai terinfeksi, respon tubuh yang sedang melawan bakteri akan menyebabkan suhu tubuh meningkat. Tubuh Anda biasanya akan terasa dingin, namun pada saat yang bersamaan juga mengeluarkan lebih banyak keringat di malam hari.

3. Nyeri punggung

nyeri punggung setelah melahirkan

Ginjal terletak di belakang rongga perut dan cenderung lebih dekat dengan punggung. Ginjal yang terinfeksi lambat laun akan membengkak dan menekan kapsul ginjal yang menutupinya. Karena letak ginjal lebih dekat ke punggung daripada perut, maka hal ini dapat menimbulkan rasa sakit di bagian punggung bawah.

Dokter biasanya akan mengetuk pelan ke bagian punggung bawah untuk memastikan penyebabnya. Jika terasa sakit, maka hal ini bisa jadi gejala infeksi ginjal.

4. Sakit perut

sakit perut bagian bawah

Selain sakit punggung, gejala infeksi ginjal pada wanita yang paling khas adalah sakit perut. Meskipun memang, tidak semua wanita akan merasakan nyeri perut saat ginjalnya terinfeksi.

Walaupun letaknya cukup jauh dari perut, tidak menutup kemungkinan rasa nyeri pada ginjal akan menjalar ke organ tubuh lainnya, termasuk perut. Untuk memastikan penyebab sakit perut karena infeksi ginjal atau penyakit lainnya, segera periksakan diri ke dokter terdekat.

5. Mual dan muntah

perkembangan janin 3 minggu

Beberapa wanita mengalami mual dan muntah saat ginjalnya terinfeksi. Sama seperti demam, peradangan dan infeksi dalam tubuh akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan. Salah satunya dengan merangsangĀ mual dan muntah.

6. Ada nanah dan darah dalam urine

warna urine

Saat buang air kecil, coba perhatikan warna dan kondisi urine Anda. Apakah terdapat darah atau nanah di dalamnya? Jika iya, bisa jadi Anda terkena infeksi ginjal.

Ini karena sistem kekebalan tubuh Anda sedang berusaha melawan bakteri penyebab infeksi, dan pada akhirnya memicu sel darah merah ikut terbawa bersama urine. Ditambah lagi, peradangan pada uretra dapat memicu perdarahan dan menyebabkan kencing berdarah.

Dalam kasus infeksi ginjal yang parah, Anda mungkin juga akan menemukan nanah pada urine. Menurut Nicole Ali, MD, seorang ahli saraf dari NYU Langone Health di New York, nanah tersebut berasal dari penumpukan sel darah putih dan bakteri yang keluar bersama urine.

7. Air kencing berwarna keruh dan berbau

penyebab air kencing keruh

Gejala infeksi ginjal pada wanita cenderung mirip dengan gejala infeksi jamur vagina. Bedanya, gejala infeksi ginjal tidak disertai dengan keluarnya keputihan atau cairan apa pun dari vagina.

Infeksi ginjal biasanya ditandai dengan adanya bercak-bercak yang membuat warna urine jadi keruh dan berbau. Lagi-lagi, hal ini disebabkan oleh jumlah sel darah putih yang meningkat saat melawan bakteri, sehingga membuat warna urine menjadi keruh.

Sementara itu, bau tak sedap pada urine adalah hasil dari fermentasi bakteri. Namun hati-hati, ini juga bisa menandakan bahwa Anda sedang dehidrasi. Untuk membedakannya, cobalah perbanyak minum air putih. Jika warna urine masih saja keruh dan berbau, maka hal ini merupakan gejala infeksi ginjal yang perlu Anda waspadai.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca