Sering Terlewatkan, Kenali 7 Gejala Infeksi Ginjal Pada Wanita Sejak Awal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 08/02/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Terkadang, rasa sakit saat buang air kecil dianggap sebagai masalah sepele dan akan membaik dengan sendirinya. Padahal, mungkin saja ini menjadi sinyal bahwa Anda tak sekadar mengalami infeksi saluran kencing, tapi infeksinya sudah menjalar ke ginjal. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mewaspadai gejala infeksi ginjal pada wanita sebelum terlambat.

Apa saja gejala infeksi ginjal pada wanita?

Agar tidak tertukar, perhatikan gejala infeksi ginjal yang khas dialami oleh wanita berikut ini.

1. Sering buang air buang air kecil disertai nyeri

waktu buang air besar

Gejala infeksi ginjal pada wanita dapat diamati dari perubahan frekuensi buang air kecil. Jika tiba-tiba Anda merasa sering buang air kecil dan disertai rasa nyeri, maka bisa jadi ini tanda ginjal Anda sudah terinfeksi.

Staci Leisman, M.D, seorang ahli penyakit dalam dan nefrologi di Mount Sinai Hospital, mengungkap kepada Women’s Health bahwa ini bisa jadi pertanda bahwa bakteri dalam kandung kemih sudah mulai naik ke ginjal.

Anda mungkin juga merasakan nyeri dan sensasi terbakar dan sakit saat buang air kecil. Ketika lapisan uretra yang meradang terkena aliran urine, maka inilah yang menimbulkan rasa nyeri dan panas saat buang air kecil.

2. Demam

penyakit tipes demam tifoid

Setiap jenis infeksi yang terjadi pada organ tubuh mana pun akan memicu respon kekebalan tubuh, termasuk pada ginjal. Ketika ginjal mulai terinfeksi, respon tubuh yang sedang melawan bakteri akan menyebabkan suhu tubuh meningkat. Tubuh Anda biasanya akan terasa dingin, namun pada saat yang bersamaan juga mengeluarkan lebih banyak keringat di malam hari.

3. Nyeri punggung

nyeri punggung setelah melahirkan

Ginjal terletak di belakang rongga perut dan cenderung lebih dekat dengan punggung. Ginjal yang terinfeksi lambat laun akan membengkak dan menekan kapsul ginjal yang menutupinya. Karena letak ginjal lebih dekat ke punggung daripada perut, maka hal ini dapat menimbulkan rasa sakit di bagian punggung bawah.

Dokter biasanya akan mengetuk pelan ke bagian punggung bawah untuk memastikan penyebabnya. Jika terasa sakit, maka hal ini bisa jadi gejala infeksi ginjal.

4. Sakit perut

sakit perut bagian bawah

Selain sakit punggung, gejala infeksi ginjal pada wanita yang paling khas adalah sakit perut. Meskipun memang, tidak semua wanita akan merasakan nyeri perut saat ginjalnya terinfeksi.

Walaupun letaknya cukup jauh dari perut, tidak menutup kemungkinan rasa nyeri pada ginjal akan menjalar ke organ tubuh lainnya, termasuk perut. Untuk memastikan penyebab sakit perut karena infeksi ginjal atau penyakit lainnya, segera periksakan diri ke dokter terdekat.

5. Mual dan muntah

perkembangan janin 3 minggu

Beberapa wanita mengalami mual dan muntah saat ginjalnya terinfeksi. Sama seperti demam, peradangan dan infeksi dalam tubuh akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan. Salah satunya dengan merangsang mual dan muntah.

6. Ada nanah dan darah dalam urine

warna urine

Saat buang air kecil, coba perhatikan warna dan kondisi urine Anda. Apakah terdapat darah atau nanah di dalamnya? Jika iya, bisa jadi Anda terkena infeksi ginjal.

Ini karena sistem kekebalan tubuh Anda sedang berusaha melawan bakteri penyebab infeksi, dan pada akhirnya memicu sel darah merah ikut terbawa bersama urine. Ditambah lagi, peradangan pada uretra dapat memicu perdarahan dan menyebabkan kencing berdarah.

Dalam kasus infeksi ginjal yang parah, Anda mungkin juga akan menemukan nanah pada urine. Menurut Nicole Ali, MD, seorang ahli saraf dari NYU Langone Health di New York, nanah tersebut berasal dari penumpukan sel darah putih dan bakteri yang keluar bersama urine.

7. Air kencing berwarna keruh dan berbau

penyebab air kencing keruh

Gejala infeksi ginjal pada wanita cenderung mirip dengan gejala infeksi jamur vagina. Bedanya, gejala infeksi ginjal tidak disertai dengan keluarnya keputihan atau cairan apa pun dari vagina.

Infeksi ginjal biasanya ditandai dengan adanya bercak-bercak yang membuat warna urine jadi keruh dan berbau. Lagi-lagi, hal ini disebabkan oleh jumlah sel darah putih yang meningkat saat melawan bakteri, sehingga membuat warna urine menjadi keruh.

Sementara itu, bau tak sedap pada urine adalah hasil dari fermentasi bakteri. Namun hati-hati, ini juga bisa menandakan bahwa Anda sedang dehidrasi. Untuk membedakannya, cobalah perbanyak minum air putih. Jika warna urine masih saja keruh dan berbau, maka hal ini merupakan gejala infeksi ginjal yang perlu Anda waspadai.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit