Obat-obatan yang Paling Umum Digunakan untuk Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/02/2018
Bagikan sekarang

Infeksi saluran kencing diakibatkan oleh bakteri escherichia coli (E. coli) yang biasanya berkembang di dalam saluran kencing. Karena berupa infeksi bakteri, obat yang umum digunakan untuk mengobati gejalanya adalah antibiotik. Namun dari banyak jenis antibiotik yang ada, apa saja yang digunakan sebagai obat infeksi saluran kencing?

Daftar obat infeksi saluran kencing yang paling umum

1. Antibiotik

Antibiotik biasanya menjadi pilihan pertama untuk obat infeksi saluran kemih. Namun, jenis antibiotik beserta dosis dan durasi pakainya akan ditentukan dokter berdasarkan tingkat keparahan infeksi yang Anda alami.

Pada umumnya, antibiotik untuk obat infeksi saluran kencing diminum selama 3-7 hari. Untuk infeksi yang tidak terlalu parah, dokter mungkin merekomendasikan durasi pengobatan yang lebih singkat sekitar satu sampai tiga hari. Pada kasus yang lebih parah, dokter akan menyarankan untuk rawat inap dan memberikan antibiotik lewat infus.

Antibiotik obat infeksi saluran kencing yang biasa diresepkan meliputi:

Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik dosis rendah untuk digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama untuk membantu mencegah infeksi berulang.

2. Obat antinyeri

Obat antinyeri bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen, dan analgesik seperti phenazopyridine juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri dan demam, tapi konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengombinasikan antibiotik resep Anda dengan obat bebas.

3. Terapi hormon

Terapi hormon estrogen sintetik biasanya diresepkan untuk menangani gejala infeksi saluran kencing pada wanita usia lanjut. Terapi hormon tersedia dalam bentuk krim (Premarin, Estrace), tablet kecil (Vagifem), atau cincin fleksibel yang dimasukkan ke dalam vagina dan dipakai selama tiga bulan (Estring).

Setiap obat di atas memiliki ketentuan dosis, cara pakai, dan risiko efek samping yang berbeda. Maka, konsultasikan dengan dokter tentang obat mana yang sesuai untuk kondisi Anda.

Yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mempercepat proses penyembuhan

1. Perbanyak minum air

Memperbanyak asupan cairan dapat membantu tubuh mengeluarkan lebih banyak urin untuk membilas bakteri. Air putih adalah pilihan terbaik Anda, tapi bisa juga dengan minum jus buah asli atau makan buah dan sayuran segar yang mengandung banyak air, seperti semangka dan timun, untuk membantu meningkatkan produksi urin.

Hal ini pun membantu mengurangi kemungkinan bakteri untuk menempel pada sel-sel di dinding saluran kemih yang dapat menimbulkan infeksi.

2. Minum vitamin C

Selain meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh, suplemen vitamin C juga membantu meningkatkan keasaman urin yang akan mempercepat proses penyembuhan.

3. Perbanyak istirahat

Istirahat total dan hindari aktivitas tertentu yang bisa memerangkap panas dan kelembapan di area selangkangan. Suhu lembap dapat membuat bakteri berkembang biak semakin subur. Dokter mungkin menyarankan Anda untuk berpuasa seks dulu sampai infeksinya sembuh total agar tidak menulari pasangan Anda.

4. Jaga kebersihan pribadi

Selalu perhatikan kebersihan diri sendiri, tak hanya saat sedang sakit tapi juga sebelum dan setelah pulih. Jagalah kebersihan vagina untuk menghindari kuman dari kulit sekitarnya menyusup masuk ke saluran kencing. Ketika mandi, lebih baik menggunakan shower daripada berendam di bak mandi. Gunakan sabun netral yang tidak berpengharum.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Jitu Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi

Cara mencegah infeksi saluran kemih dapat dimulai dengan banyak minum air putih, menjaga kebersihan, mengenakan celana katun, juga minum suplemen cranberry.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

Apa Bahayanya Jika ISK Tidak Diobati Sampai Tuntas?

Meski termasuk umum, infeksi saluran kemih yang tak diobati hingga tuntas bisa membawa bahaya bagi penderitanya, salah satunya kerusakan ginjal.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

Minum Antibiotik Kok Malah Demam, Apakah Ini Bahaya?

Anda mungkin mengalami demam saat minum antibiotik. Apakah kondisi ini berbahaya? Apa saja penyebabnya? Cari tahu jawabannya di Hello Sehat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah

4 Penyebab Vagina Sakit Saat Kencing yang Tidak Boleh Disepelekan (Plus Cara Mengatasinya)

Jangan anggap sepele ketika vagina terasa sakit saat kencing. Segera periksakan ke dokter karena ada banyak penyakit yang menyebabkan kondisi ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

infeksi saluran kemih saat hamil

5 Cara Efektif Mencegah Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020
penyebab resistensi antibiotik

Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020
antibiotik untuk jerawat

Daftar Antibiotik yang Ampuh untuk Mengobati Jerawat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24/01/2020

Cepat-Tanggap Difteri, Ini Langkah Pengobatan Penyakit Difteri yang Tepat

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 18/12/2019