5 Cara Jitu Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/11/2019
Bagikan sekarang

Mencegah infeksi saluran kemih atau ISK tentu dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan murah dibandingkan harus mengobatinya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah gaya hidup sehat. Beberapa makanan, seperti buah cranberry, juga dapat membantu Anda untuk menghindari dampak lanjut yang lebih buruk dari ISK.

Cara mudah mencegah infeksi saluran kemih

Ada beberapa kebiasaan yang tanpa Anda sadari dapat meningkatkan risiko ISK. Misalnya, sering menahan buang air kecil dapat memperbesar kemungkinan perkembangan bakteri penyebab ISK.

Selain itu, membersihkan organ intim dengan cara yang salah juga berperan terhadap penyebaran bakteri sehingga berdampak pada ISK.

Bila tidak ingin infeksi saluran kencing terjadi, beberapa cara berikut dapat membantu Anda untuk mencegah infeksi saluran kemih.

1. Minum banyak air

Selain menghindarkan Anda dari dehidrasi, minum 8 gelas air putih setiap hari juga menjadi salah satu cara mudah untuk mencegah perkembangan bakteri penyebab infeksi saluran kemih.

Minum banyak air akan “membilas” saluran kandung kemih dan mengeluarkannya melalui urine. Dengan begitu, peluang bakteri untuk menempel dan berkembang biak pada dinding saluran kemih akan lebih kecil dan Anda terhindar dari ISK.

2. Jangan menahan buang air kecil

merinding saat buang air kecil

Menahan buang air kecil memang menjadi salah satu penyebab Anda mengalami ISK. Itu sebabnya, tidak menunda waktu buang air kecil merupakan cara mudah untuk mencegah infeksi saluran kemih.

Kebiasaan menunda buang air kecil akan membuat bakteri lebih tertahan lama di urine (kandung kemih). Penumpukan ini memungkinkan bakteri berkembang dan menginfeksi saluran kemih.

Nah, buang air kecil berfungsi untuk membersihkan saluran kemih dari bakteri dan dapat mengurangi risiko infeksi.

Di samping itu, buang air kecil setelah melakukan hubungan seks juga merupakan salah satu tindakan pencegahan ISK. Hal ini berguna untuk membuang bakteri dan mikroba penyebab ISK yang menempel pada saluran kemih.

3. Membilas anus dan area genital

bakteri vagina cegah hiv

Selama ini, apakah Anda sudah membersihkan anus setelah BAB dengan tepat? Seperti diketahui, penyebab ISK adalah menyebarnya bakteri E. coli dari anus ke uretra.

Itu sebabnya, cara membilas perlu Anda perhatikan dengan benar. Bilaslah anus dengan arah dari depan ke belakang sebagai cara mencegah infeksi saluran kemih. Hal ini akan mencegah bakteri E. coli pindah dan masuk ke uretra.

Tidak hanya setelah buang air besar, Anda perlu membersihkan area genital usai melakukan hubungan intim. Gunakan air hangat untuk membersihkan vagina. Anda juga bisa memakai sabun, asalkan tidak mengandung wewangian. Cara ini bisa menghindari terjadinya peradangan akibat infeksi pada uretra.

4. Konsumsi suplemen cranberry

cranberry mencegah infeksi saluran kemih

Selain dengan cara di atas, ekstrak buah cranberry juga dapat membantu Anda mencegah infeksi saluran kemih dengan lebih optimal.

Dalam sebuah penelitian, cranberry terbukti mampu mencegah ISK. Kandungan senyawa polifenol unik, Proanthocyanidins tipe A, yang terdapat di dalamnya diketahui dapat melawan bakteri E. coli penyebab ISK.

Senyawa tersebut dapat secara efektif menghalangi bakteri menempel pada jaringan saluran kemih. Antioksidan dalam cranberry juga dapat mencegah peradangan akibat infeksi.

5. Pakai celana dalam yang menyerap keringat

ganti celana dalam

Cara memilih celana dalam juga memegang peran penting dalam mencegah infeksi saluran kemih. Pilihlah celana dalam berbahan katun untuk memberikan ruang sirkulasi udara pada area organ intim.

Pemakaian celana dalam yang berbahan kain sintetis cenderung membuat area organ intim lembap sehingga memudahkan bakteri berkembang yang berpotensi menginfeksi saluran kemih.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hasil Tes Urine Menunjukkan Adanya Sel Darah Putih pada Urine, Apa Artinya?

Pada hasil tes urine, Anda mungkin mendapati adanya sel darah putih di urine Anda. Keempat kondisi berikut bisa jadi adalah penyebabnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Infeksi Ginjal dan Infeksi Saluran Kencing, Apa Saja Perbedaannya?

Memang sama-sama bertugas sebagai penampung dan penyalur urine. Namun, tentu ada beragam perbedaan infeksi ginjal dan saluran kemih yang perlu diperhatikan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Benarkah Duduk Terlalu Lama Bisa Menimbulkan Masalah Pada Saluran Kemih?

Bahaya duduk terlalu lama sering dikaitkan dengan sakit pinggang dan punggung. Tahukah Anda kalau kondisi ini juga bisa menimbulkan masalah saluran kemih?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

10 Jenis Penyakit yang Lebih Sering Menyerang Wanita Ketimbang Pria

Penyakit wanita dan pria memiliki risiko yang sama. Namun ternyata, ada beberapa penyakit yang lebih banyak dialami wanita ketimbang pria. Apa saja, ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

infeksi saluran kemih saat hamil

5 Cara Efektif Mencegah Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020
bahaya infeksi saluran kemih

Apa Bahayanya Jika ISK Tidak Diobati Sampai Tuntas?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 04/11/2019
mencegah isk saat puasa

Panduan Aman Menjalankan Puasa Bebas ISK (Infeksi Saluran Kencing)

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2019
cara mencegah infeksi saluran kemih

Vaksin untuk Cegah Infeksi Saluran Kemih, Apakah Terbukti Efektif?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25/03/2019