Ada Benjolan di Belakang Telinga, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Benjolan di belakang telinga yang sering kali Anda alami dapat disebabkan oleh beberapa hal. Kondisi tersebut mungkin diakibatkan oleh hal sepele, tapi bisa juga berbahaya. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Penyebab benjolan di belakang telinga

Pada kebanyakan kasus, benjolan di bagian belakang telinga tidak berbahaya dan mudah untuk disembuhkan. Namun, kondisi ini bisa menandakan masalah yang lebih serius. Mari kupas satu per satu apa yang menjadi penyebab munculnya benjolan.

1. Infeksi

kena infeksi telinga dewasa

Beberapa macam infeksi bakteri dan virus dapat menyebabkan pembengkakan di dalam dan sekitar leher atau wajah, yang dapat berwujud sebagai benjolan di bagian belakang telinga. Salah satunya adalah infeksi mononukleosis yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Selain itu, benjolan juga dapat diakibatkan oleh infeksi HIV/AIDS, campak dan cacar.

2. Mastoiditis

mastoiditis adalah

Penyakit telinga berupa infeksi yang tidak kunjung diobati dapat menjalar hingga ke tulang mastoid di bagian belakang telinga. Kondisi ini disebut dengan mastoiditis. Benjolan akibat mastoiditis akan disertai gejala lain, yaitu:

  • Bernanah
  • Demam
  • Radang
  • Keluarnya cairan dari dalam telinga

Mastoiditis bisa diobati dengan antibiotik oral, obat tetes telinga, dan pembersihan telinga rutin oleh dokter. Jika pengobatan tersebut tidak berhasil, operasi mungkin diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.

3. Abses

bahaya sering mengorek telinga

Abses adalah benjolan berisi nanah yang berkembang ketika sistem imun melawan bakteri atau virus penyebab infeksi. Jika infeksi terjadi di sekitar telinga, abses dapat muncul di bagian belakang telinga. Abses sering terasa sakit dan hangat saat disentuh.

Abses dapat diobati dengan beberapa cara, termasuk drainase atau pengurasan. Operasi kecil ini dilakukan dokter dengan  memotong abses untuk mengeluarkan nanah. Dokter mungkin juga akan mengambil sampel nanah untuk diuji di laboratorium.

4. Otitis media

infeksi telinga tengah

Otitis media adalah infeksi di telinga bagian tengah. Infeksi ini dapat menyebabkan peradangan seperti bengkak dan kemerahan, serta penumpukan cairan di belakang gendang telinga. Gejala ini bisa mengakibatkan benjolan di belakang telinga.

Otitis media kebanyakan bisa hilang sendiri tanpa memerlukan pengobatan dalam waktu 3-5 hari. Namun jika dibutuhkan, Anda bisa mengonsumsi ibuprofen atau paracetamol untuk meredakan demam tinggi dan nyeri.

5. Limfadenopati

telinga sakit saat flu

Limfadenopati merupakan pembengkakan kelenjar getah bening yang biasanya disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau kanker. Kelenjar getah bening terdapat di bawah lengan, leher, panggul, dan belakang telinga.

Ketika benjolan di belakang telinga disebabkan oleh limfadenopati, Anda mungkin juga merasakan gejala berupa:

  • Batuk
  • Badan lemas
  • Pilek
  • Menggigil dan berkeringat, terutama pada malam hari
  • Radang tenggorokan
  • Demam
  • Kulit yang memerah, hangat, dan bengkak

Limfadenopati dapat diobati sesuai dengan penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi, kondisi ini diatasi dengan antibiotik atau antiviral. Sementara itu, jika penyebabnya kanker, Anda mungkin memerlukan kemoterapi, terapi radiasi, atau operasi.

6. Lipoma

tuli mendadak

Lipoma adalah benjolan lemak yang tumbuh di antara lapisan kulit. Bisa tumbuh di mana saja, termasuk di belakang telinga dan hampir selalu tidak berbahaya. Lipoma tidak selalu terdeteksi dari permukaan kulit, tapi saat tumbuh lebih besar, kemungkinan Anda akan bisa merasakannya dengan tangan Anda.

Dikutip dari situs National Center for Biotechnology Information, sebagian besar lipoma tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan dihilangkan. Beberapa pasien memilih untuk menghilangkan benjolan ini karena alasan kosmetik.

7. Kista sebasea

telinga kemasukan serangga

Kista sebasea adalah benjolan non-kanker yang timbul di bawah kulit dan berkembang di sekitar kelenjar sebasea (kelenjar penghasil minyak). Ini merupakan jenis kista yang paling umum terlihat di telinga. Selain di belakang telinga, benjolan ini juga bisa muncul di:

  • Liang telinga
  • Daun telinga
  • Kulit kepala

Jika benjolan disebabkan oleh kista, Anda mungkin juga akan merasakan gejala berupa nyeri di bagian yang terinfeksi.

Dalam kebanyakan kasus, kista sebasea dapat diabaikan karena bukan merupakan kondisi yang berbahaya. Namun, jika kista meradang, dokter dapat menyuntikkannya dengan obat steroid untuk mengurangi pembengkakan.

8. Kanker

Penyebab lain dari benjolan di belakang telinga adalah kanker nasofaring. Ini adalah penyebab yang perlu Anda waspadai. Dikutip dari Mayo Clinic, kanker nasofaring sulit dideteksi sejak dini karena gejalanya mirip dengan kondisi umum.

Selain adanya benjolan di belakang telinga, kanker nasofaring juga menyebabkan gejala-gejala, berupa:

Perawatan kanker nasofaring biasanya termasuk dari terapi radiasi, kemoterapi, atau keduanya sekaligus. Diskusikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan perawatan terbaik untuk mengatasi kondisi Anda.

Kapan harus periksa ke dokter jika ada benjolan di belakang telinga?

ciri-ciri gendang telinga pecah

Jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter jika muncul benjolan di belakang telinga. Cara ini lebih aman daripada menebak-nebak sendiri apa yang sebenarnya Anda alami. Pasalnya, jika salah menebak kondisi, Anda dapat meningkatkan risiko salah pengobatan. Memeriksakan diri ke dokter dapat membantu Anda mendapatkan pengobatan yang tepat dan efektif.

Periksakan benjolan yang terdapat di bagian belakang telinga, terutama jika disertai dengan gejala di bawah ini:

  • Terasa sakit, kemerahan, kenyal, atau benjolan berisi cairan.
  • Benjolan berpindah
  • Benjolan makin membesar
  • Muncul tiba-tiba
  • Muncul dengan gejala lainnya

Kemungkinan besar, benjolan dengan gejala-gejala yang disebutkan di atas termasuk tumor. Memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin merupakan langkah yang tepat untuk mengetahui apakah tumor tersebut bersifat kanker atau jinak.

Jika benjolan bersifat kanker, ini adalah sarkoma jaringan lunak. Dokter dapat memberi tahu apa langkah pengobatan selanjutnya untuk mengatasi kondisi yang Anda alami.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Banyak yang percaya gadis perawan memiliki ciri-ciri khusus. Tapi bagaimana dengan pandangan medis soal tes keperawanan wanita? Benarkah bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Manfaat Menakjubkan Kunyit untuk Kecantikan dan Kesehatan Tubuh

Anda mungkin cukup familier dengan manfaat kunyit untuk meredakan mual. Nah, ternyata masih ada khasiat lain dari kunyit yang mungkin belum Anda tahu!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 25 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Wabah Kesepian, Fenomena Kekinian yang Menghantui Kesehatan Masyarakat

Rasa kesepian banyak dialami oleh masyarakat modern. Bahkan, kondisi psikologis ini bisa dianggap sebagai salah satu ancaman kesehatan yang serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perbedaan Mentega dan Margarin: Mana yang Lebih Sehat?

Tahukah Anda bahwa mentega dan margarin tidaklah sama? Salah satunya ternyata berisiko bagi jantung, kolesterol, dan berat badan Anda. Yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

telinga kemasukan serangga

Pertolongan Pertama Ketika Telinga Kemasukan Serangga

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara mengusir semut

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Seks setelah haid

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit