Cari Tahu Jenis Obat Tetes Telinga Beserta Cara Pakainya Agar Tak Salah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Ada berbagai macam obat tetes telinga yang bisa digunakan untuk menghilangkan masalah di telinga Anda. Selain ada banyak jenisnya, cara memakai obatnya pun ternyata harus Anda perhatikan dengan benar. Simak berbagai informasi di bawah ini mulai dari jenis obat tetes telinga hingga efek sampingnya. 

Apa saja jenis-jenis obat tetes untuk sakit telinga?

telinga berdarah

Untuk mengobati sakit telinga, dokter mungkin akan meresepkan obat sakit telinga dalam bentuk tetes. Ya, obat tetes telinga adalah jenis obat yang paling umum untuk penyakit yang satu ini.

Berdasarkan jenisnya, ada beberapa obat tetes telinga bisa Anda temui, yaitu:

  • Kandungan antibiotik untuk menangani infeksi akibat bakteri
  • Kandungan steroid untuk meredakan pembengkakan dan rasa nyeri
  • Kandungan antijamur untuk menangani infeksi jamur dalam telinga

Beberapa obat sakit telinga memang mengandung satu kandungan utama untuk membasmi bakteri, akan tetapi tidak semua obat seperti itu.

Sekarang ini, banyak obat sakit telinga yang kandungan obat di dalamnya merupakan kombinasi antara pereda nyeri dan penghilang bakteri atau jamur.  Dengan begitu obat-obatan tersebut bisa digunakan lebih praktis. Meskipun begitu, semua penggunaan jenis obat ini harus dipantau oleh dokter THT Anda.

Berikut jenis-jenis obat tetes telinga yang mungkin direkomendasikan dokter:

1. Polymyxin kombinasi (Otopain)

Otopain adalah obat yang digunakan untuk mengatasi radang pada telinga akibat bakteri. Otopain mengandung bahan lidocaine yang berfungsi untuk mengatasi rasa sakit pada telinga.

2. Chloramphenicol kombinasi  (Otolin, Colme)

Otolin dan Colme sama-sama mengandung chloramphenicol yang berfungsi mengobati infeksi akibat bakteri di telinga bagian luar.

Bedanya, selain mengandung chloramphenicol, Otolin juga mengandung obat antibakteri lainnya, seperti polymyxin. Kedua kandungan obat ini tidak cocok untuk mengobati infeksi telinga akibat virus.

Selain antibakteri, kedua obat ini juga mengandung pereda nyeri. Obat sakit telinga Otolin mengandung pereda nyeri bahan benzocaine, sedangkan Colme mengandung pereda nyeri dengan bahan lidocaine.

3. Neomycin sulfat kombinasi (Otopraf, Otozambon)

Otopraf dan Otozambon adalah obat sakit telinga yang mengandung neomycin sulfat dengan kombinasinya. Neomycin sulfat bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri dalam telinga.

Obat-obatan ini dikatakan kombinasi karena juga mengandung pereda nyeri dan pereda bengkak. Salah satu pereda nyeri yang terkandung dalam obat ini adalah lidocaine.

4. Chloramphenicol (Erlamycetin, Reco, Ramicort)

Erlamycetin, Reco, dan Ramicolt adalah beberapa merek obat telinga khusus untuk mengatasi bakteri. Kandungan utama dalam obat sakit telinga ini adalah chloramphenicol, yang berfungsi melawan pertumbuhan bakteri.

Kandungan chloramphenicol juga sering digunakan sebagai obat tetes telinga anak. Tentunya dokter memiliki anjuran yang berbeda mengenai dosis untuk anak dan orang dewasa. Tingkat keparahan penyakit juga menentukan dosis yang akan diberikan.

5. Clotrimazole (Canesten)

Untuk mengatasi infeksi di telinga akibat adanya pertumbuhan jamur, clotrimazole adalah salah satu obat sakit telinga yang digunakan. Clotrimazole bekerja melawan pertumbuhan jamur kulit atau jamur di kulit liang telinga. Clotrimazole ditemukan dalam beberapa bentuk dari salep hingga cairan. Untuk mengobati jamur dalam telinga, clotrimazole yang digunakan berbentuk obat tetes.

Apa efek samping obat tetes telinga?

telinga terasa tersumbat

Apapun obat tetes telinga yang Anda beli dan berapa pun harganya, jika digunakan tidak sesuai dengan anjurannya bisa jadi menimbulkan masalah baru. Berikut efek samping yang mungkin ditimbulkan akibat penggunaan obat tetes telinga yang tidak tepat:

1. Infeksi jamur

Obat tetes telinga termasuk jenis obat topikal, yakni digunakan khusus di satu tempat  yang memang memerlukan obat, dalam kasus ini di liang telinga.

Obat seperti ini biasanya hanya dipakai dalam beberapa minggu. Contohnya, neomycin hanya bisa dipakai berturut-turut dalam waktu seminggu. Lebih dari itu, obat ini justru akan memicu pertumbuhan jamur dan menyebabkan infeksi jamur baru. Kondisi ini akan jadi lebih sulit diobati dan memerlukan pengobatan lebih lanjut lagi.

2. Eksim di liang telinga

Selain itu, dosis yang terlalu besar dan jangka waktu yang digunakan terlalu lama bisa juga menimbulkan peradangan dan eksim di liang telinga.

3. Risiko tuli

Penggunaan obat tetes telinga juga dapat meningkatkan risiko tuli akibat obat, khususnya pada orang yang mengalami telah mengalami perforasi (pecahnya) gendang akibat infeksi. Jika kondisi gendang telinga sudah terbuka, maka harus hati-hati dalam pemberian obat ini.

Oleh karena berbagai macam efek samping inilah tetap diperlukan konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan salah satunya. Dengan berkonsultasi, efek samping obat yang Anda gunakan bisa diminimalisir.

Tidak semua tetes telinga adalah obat untuk infeksi

Meski kebanyakan obat infeksi indra pendengaran Anda tersedia dalam bentuk tetes, bukan berarti semua obat tetes ini berfungsi untuk menyebuhkan infeksi. Tak hanya untuk membasmi bakteri, kuman, dan menghilangkan rasa nyeri, obat ini juga jadi pembersih telinga Anda.

Terdapat beberapa kandungan dalam obat pembersih telinga untuk menjaga kebersihan indra pendengaran Anda. Beberapa bahan di antaranya, yaitu alkohol, gentian violet, m-cresyl asetat, thimerosal, dan thymol. Kandungan-kandungan ini efektif membersihkan kotoran di telinga.

Tak hanya menjaga kebersihan telinga dengan membersihkan bakteri, pembersih telinga tetes juga dapat membersihkan earwax atau kotoran telinga.

Beberapa jenis obat pembersih telinga sebagaimana dilansir dalam laman BPOM RI, antara lain:

1. Natrium dokusat

Natrium dokusat ditemukan dalam berbagai obat pembersih telinga seperti forumen. Natrium dokusat merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk melunakan kotoran telinga. Semakin lunak kotoran telinga, semakin mudah pula kotoran itu keluar. Dengan begitu, telinga Anda terhindar dari pertumbuhan bakteri dan jamur.

2. Fenol gliserin

Mirip seperti natrium dokusat, fenol gliserin juga digunakan sebagai obat pembersih telinga. Fenol gliserin berperan sebagai pelembap dan zat yang melunakan. Bahan ini aman dan tidak menimbulkan iritasi ketika digunakan pada kulit liang telinga yang sedang terkelupas atau sedang mengalami luka.

3. Hidrogen peroksida 3%

Bahan ini juga digunakan sebagai obat tetes pembersih telinga yang ampuh. Hidrogen peroksida atau perhidrol sifatnya mirip dengan natrium dokusat, akan tetapi penggunaan bahan ini biasanya dicampur dengan air hangat, dengan perbandingan 1:1.

Apa efek samping obat pembersih telinga?

ciri-ciri gendang telinga pecah

Obat tetes pembersih telinga juga memiliki efek samping jika larutan tersebut digunakan secara berlebihan. Jika terlalu banyak dan terlalu sering, obat pembersih telinga justru akan menimbulkan infeksi telinga.

Infeksi ini disebabkan karena kemungkinan ada cairan obat pembersih telinga yang tertinggal dalam saluran telinga. Cairan obat pembersih telinga yang tertinggal ini bisa menjadi tempat pertumbuhan bakteri yang selanjutnya membuat telinga Anda meradang.

Bagaimana cara memakai obat tetes telinga yang benar?

Cara menggunakan obat tetes telinga untuk dewasa

Begini cara menggunakan obat tetes telinga yang benar.

 Persiapan

  1. Cuci tangan dengan air dan sabun atau pakai hand sanitizer jika air dan sabun tidak tersedia
  2. Hangatkan terlebih dahulu kemasan obat dengan menggenggamnya selama 1 hingga 2 menit, karena air yang dingin dapat memicu rasa pusing berputar pada kepala apabila diteteskan ke dalam telinga.
  3. Buka tutup botol obat dan letakkan botol obat di tempat yang bersih dan kering, hindari menyentuh corong ujung mulut botol atau membiarkannya menyentuh benda apapun
  4. Bila botol obat menggunakan pipet, pastikan bahwa pipet bersih dan tidak retak atau pecah

Meneteskan obat tetes telinga

  1. Miringkan kepala Anda hingga telinga anda menghadap ke atas dan tarik daun telinga ke atas dan ke belakang
  2. Ambil botol obat dan mulai teteskan obat dengan memijat botol atau pipet dengan perlahan, teteskan sesuai dosis obat yang diberikan oleh dokter
  3. Setelah diteteskan, tarik pelan daun telinga ke atas dan ke bawah untuk membantu agar cairan obat mengalir hingga ke dalam saluran telinga
  4. Tetap miringkan kepala Anda atau tetap berada dalam posisi tidur selama 2 hingga 5 menit sambil menekan bagian depan telinga Anda yang menonjol untuk mendorong obat ke dalam

 Cara penyimpanan botol obat

  1. Tutup botol rapat-rapat dan hindari agar ujung botol obat tidak menyentuh benda apapun untuk menjaga kesterilan isi obat
  2. Bersihkan kelebihan obat yang menggenang di sekitar bibir botol dengan menggunakan tissue atau cotton bud
  3. Cuci tangan Anda dengan bersih setelahnya
  4. Ketika Anda pertama kali meneteskan obat, tidak jarang saluran telinga akan terasa nyeri dan panas. Namun apabila setelah pemberian obat telinga Anda menjadi gatal, bengkak dan nyeri, segera konsultasikan ke dokter.

cara menggunakan obat tetes telinga

Cara menggunakan obat tetes telinga anak

Memberikan obat tetes telinga anak akan lebih menantang daripada memberikannya pada orang dewasa. Anak lebih banyak bergerak dan mudah merasa tidak nyaman. Kalau sudah begini yang ada anak malah meronta-ronta.

Obat yang harusnya masuk bisa jadi dikeluarkan lagi atau tumpah ke luar telinga.

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat menggunakan obat tetes telinga anak:

  • Yakinkan anak Anda terlebih dahulu bahwa pemberian obat ini akan tidak nyaman. Namun, tetap yakinkan dia bahwa ini bukanlah proses yang menyakitkan. Jadi, anak Anda lebih tenang dan tidak banyak bergerak.
  • Cuci tangan Anda dengan sabun sebelum menuangkan obat tetes telinga anak
  • Untuk bayi atau anak yang masih di bawah 2 tahun Anda bisa membungkusnya (membedong) dengan selimut untuk menyesuaikan posisinya.
  • Minta anak tiduran di atas kasur dan memiringkan tubuh serta kepalanya. Alasi kepala anak di atas bantal tipis.
  • Letakan ujung pipet atau botol di atas lubang telinga, lalu pencet botol atau pipet obat telinga anak Anda sesuai dosis yang dianjurkan.
  • Jangan sampai ujung pipet obat ini menyentuh telinga anak sebab dapat menyebabkan ujung pipet menjadi tidak steril. Terlebih, hal itu juga bisa mengagetkan anak.
  • Minta anak untuk tetap diam setidaknya selama 1 menit setelah obat diteteskan.
  • Jika obat diperlukan di kedua sisi telinga anak, ulangi langkah-langkah di atas setelah menunggu setidaknya 1 menit untuk telinga sebelumnya.
  • Cuci tangan Anda kembali setelah selesai meneteskannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Tidak Boleh Membersihkan Telinga Pakai Cotton Bud?

Kalau tak boleh pakai cotton bud, bagaimana caranya membersihkan telinga?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Masalah yang Umum dan Sering Terjadi pada Telinga

Tak jarang, kesehatan telinga luput dari perhatian Anda. Padahal, jika kesehatan telinga tidak dijaga, Anda bisa mengalami salah satu masalah telinga ini.

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 10 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Tips Mengatasi Telinga Sakit dan Tersumbat karena Flu

Telinga Anda mungkin terasa sakit dan tersumbat saat flu. Ini karena hidung dan telinga saling terhubung, Bagaimana mengatasi telinga tersumbat karena flu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Flu, Kesehatan Pernapasan 19 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Waspada, Ini Bahaya Anemia yang Mungkin Mengintai Anda

Anemia membuat tubuh Anda kekurangan sel darah merah sehat. Jika dibiarkan, anemia bisa menyebabkan komplikasi. Apa saja bahaya anemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

otitis media

Otitis Media

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
sinusitis adalah

Sinusitis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
Proses mendengar pada manusia

Mengenal Urutan Proses Mendengar pada Manusia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
sakit kepala di belakang telinga

4 Penyebab Sakit Kepala di Belakang Telinga yang Umum, Serta Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 20 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit