home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Tindakan Medis yang Efektif Menghilangkan Keloid yang Membandel di Telinga

5 Tindakan Medis yang Efektif Menghilangkan Keloid yang Membandel di Telinga

Keloid adalah pertumbuhan jaringan kulit berlebih yang sering muncul setelah luka pulih. Penebalan kulit akibat keloid bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, salah satunya telinga. Biasanya, hal ini dapat terjadi setelah Anda memasang tindik di telinga dan mengakibatkan luka pada kulit. Lantas, adakah cara menghilangkan keloid di telinga? Berikut penjelasannya.

Apa saja penyebab keloid di telinga?

Meski terlihat sepele, memasang anting atau tindik di bagian telinga bisa memicu pertumbuhan keloid. Kenapa bisa terjadi?

Ketika luka bekas tindikannya sembuh, jaringan kulit yang lama akan digantikan dengan jaringan parut fibrosa.

Jaringan parut ini otomatis tumbuh pada setiap luka, gunanya untuk menggantikan kulit yang terluka.

Nah, tapi terkadang tubuh Anda membuat terlalu banyak jaringan parut sehingga lama-kelamaan memicu keloid.

Pada telinga, keloid biasanya diawali dengan munculnya tonjolan bulat kecil di sekitar area tindik.

Jaringan keloid ini dapat tumbuh dengan cepat pada sebagian orang, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu berbulan-bulan setelahnya.

Selain karena tindik, keloid di telinga juga dapat disebabkan oleh jerawat, cacar air, dan gigitan serangga.

Bekas operasi di telinga juga rentan memicu pertumbuhan jaringan parut yang berkembang menjadi keloid.

Berbagai cara menghilangkan keloid di telinga

Keloid cukup sulit dihilangkan. Bahkan, ketika Anda berhasil menghilangkan keloid, di mana pun letaknya, keloid ini bisa kembali tumbuh dan menebal di permukaan kulit.

Namun tenang dulu, ini bukan berarti Anda tidak bisa menghilangkan keloid di telinga, lho. Berikut ini beberapa cara menghilangkan keloid di telinga:

1. Operasi

penyakit Meniere adalah

Operasi adalah salah satu cara menghilangkan keloid di telinga yang efektif.

Dokter tentu akan memberikan bius lokal terlebih dahulu sebelum membuang jaringan parut yang bersarang di telinga Anda.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa prosedur operasi ini tentu akan memberikan luka baru di telinga Anda.

Cara ini memang dapat membantu mengangkat keloid di telinga, tetapi juga berisiko menumbuhkan jaringan parut alias keloid yang baru.

Itulah sebabnya, Anda tidak bisa hanya bergantung dengan operasi lokal ini saja untuk menghilangkan keloid.

Setelah operasi selesai, dokter biasanya akan meminta Anda menggunakan anting tekanan untuk mengurangi luka dan mencegah keloid baru.

Anting tekanan ini harus dipasang selama 16 jam sehari selama 6-12 bulan supaya hasilnya maksimal.

Tak heran bila nantinya telinga Anda akan terasa tidak nyaman dan tertekan saat menggunakannya.

2. Suntik kortikosteroid

suntik insulin

Selain lewat jalur operasi, cara menghilangkan keloid di telinga bisa dilakukan dengan menyuntikkan obat kortikosteroid.

Obat ini akan langsung disuntikkan ke keloid Anda untuk membantu menyusutkan dan meredakan nyeri.

Suntik kortikosteroid ini perlu dilakukan secara rutin setidaknya 3-4 minggu sekali sampai keloidnya mengempis.

Menurut American Academy of Dermatology, prosedur medis yang satu ini berhasil menyusutkan keloid hingga 50-80 persen.

3. Krioterapi

mengatasi telinga tersumbat

Jika Anda mempunyai keloid di telinga yang ukurannya kecil tapi sudah terjadi selama kurang dari 3 tahun, maka cobalah prosedur krioterapi.

Krioterapi adalah suatu cara menghilangkan keloid di telinga dengan memanfaatkan suhu dingin.

Jaringan keloid yang ada di telinga Anda akan dibekukan dengan menggunakan nitrogen cair, kemudian diangkat sedikit demi sedikit.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery mengungkapkan bahwa krioterapi dapat mengecilkan ukuran keloid hingga 50 persen.

Anda mungkin membutuhkan minimal 3 kali perawatan krioterapi, tergantung dari seberapa besar pertumbuhan jaringan parut di telinga Anda.

Hasilnya akan lebih maksimal jika dikombinasikan dengan suntik steroid.

4. Laser

perawatan laser wajah

Tidak sedikit orang yang mengandalkan prosedur laser untuk menghilangkan keloid di telinga. Perawatan ini dilakukan dengan cara menyinari keloid untuk mengecilkan dan memudarkan warnanya.

Seperti kebanyakan perawatan lainnya, terapi laser tidak bisa dilakukan sendiri dan perlu prosedur medis lainnya supaya lebih maksimal.

5. Krim retinoid

krim wajah hydroquinone adalah

Pertumbuhan jaringan parut alias keloid sering kali tampak lebih hitam dibandingkan kulit di sekitarnya. Untuk memudarkan warnanya, dokter mungkin akan meresepkan krim retinoid.

Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology tahun 2010, penggunaan dua jenis retinoid, yaitu tretinoin dan isotretinoin, terbukti ampuh mengecilkan ukuran keloid yang mengganggu.

Selain itu, bahan aktif di dalam krimnya juga dapat mengurangi rasa gatal yang muncul di area kulit sekitar keloid.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Keloids. Retrieved 10 March 2021, from https://familydoctor.org/condition/keloids/

How Do I Get Rid of a Keloid on My Ear?. Retrieved 10 March 2021, from https://www.healthline.com/health/keloid-ear#removal

How Do You Get Rid of Keloids?. Retrieved 10 March 2021, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/319900.php

Innovative Therapies in the Treatment of Keloids and Hypertrophic Scars. Retrieved 10 March 2021, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2922716/

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 15/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x