home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hati-hati, Ini Bahayanya Jika Telinga Kemasukan Air Saat Berenang

Hati-hati, Ini Bahayanya Jika Telinga Kemasukan Air Saat Berenang

Telinga kemasukan air saat berenang bisa menyebabkan bahaya infeksi jika tidak segera diatasi. Gejalanya bisa menimbulkan berbagai ketidaknyamanan pada telinga. Lebih lengkap, simak penjelasannya berikut ini.

Apa bahaya telinga kemasukan air saat berenang?

Ketika Anda berenang atau melakukan aktivitas di dalam air, telinga mungkin akan terasa lembap. Ini karena sejumlah air tertinggal di dalam telinga.

Telinga kemasukan air saat berenang sebenarnya bisa diatasi dengan langkah-langkah sederhana.

Namun, jika air terjebak di telinga dalam waktu yang lama, Anda bisa menghadapi bahaya.

belajar berenang

Bahaya telinga kemasukan air saat berenang yang dimaksud adalah otitis eksterna atau juga bisa disebut swimmer’s ear.

Swimmer’s ear merupakan salah satu infeksi telinga luar akibat paparan terhadap kelembaban yang menetap dari sisa air yang terperangkap dalam telinga sehabis berenang atau menyelam.

Pada kondisi ini, air terperangkap di dalam struktur telinga yang seperti labirin, kemudian menciptakan lingkungan lembab yang cocok bagi bakteri dan jamur untuk tumbuh.

Dikutip dari Mayo Clinic, telinga kemasukan air saat berenang yang berujung otitis eksterna dapat mengakibatkan berbagai bahaya berikut ini.

1. Kehilangan pendengaran sementara

Anda mungkin akan mengalami gangguan pendengaran akibat otitis eksterna.

Namun, jangan khawatir, gangguan pendengaran ini bukanlah bahaya langsung dari telinga kemasukan air saat berenang.

Biasanya, gangguan pendengaran akan sembuh setelah infeksi otitis eksterna membaik.

2. Otitis eksterna kronis

Infeksi telinga luar biasanya dianggap kronis jika tanda dan gejala menetap selama lebih dari tiga bulan.

Otitis eksterna kronis lebih sering terjadi jika Anda mengalami kesulitan dalam menjalani pengobatannya.

Kesulitan tersebut dapat mencakup:

  • strain bakteri langka,
  • reaksi alergi pada kulit,
  • alergi terhadap antibiotik yang diberikan dalam bentuk obat tetes,
  • kondisi kulit, seperti dermatitis atau psoriasis,
  • atau kombinasi infeksi bakteri dan jamur.

3. Infeksi jaringan dalam (selulitis)

Dalam kasus yang jarang terjadi, otitis eksterna yang diawali dengan telinga kemasukan air dapat menimbulkan bahwa berupa menyebarkan infeksi ke lapisan bagian dalam telinga dan jaringan ikat kulit.

4. Kerusakan tulang

Ini adalah bahaya yang jarang terjadi pada otitis eksterna.

Kondisi yang disebut osteomielitis ini terjadi saat infeksi menyebar ke tulang rawan telinga luar dan tulang bagian bawah tengkorak.

Beberapa kelompok orang, seperti lansia, penderita diabetes, atau orang dengan sistem kekebalan yang lemah, memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.

5. Infeksi yang lebih luas

Jika swimmer’s ear berkembang menjadi osteomielitis, infeksi dapat menyebar dan memengaruhi bagian lain dalam tubuh, seperti otak atau saraf.

Bahaya yang dapat diawali dari telinga kemasukan air saat berenang ini langka dan dapat mengancam jiwa.

Apa saja tanda dan gejala swimmer’s ear?

latihan berenang untuk pemula

Ketika telinga kemasukan air saat berenang, Anda perlu mewaspadai gejala bahaya swimmer’s ear. Beberapa tanda dan gejala dari infeksi telinga ini, antara lain:

  • telinga bengkak,
  • kemerahan,
  • terasa panas,
  • telinga nyeri atau terasa tidak nyaman,
  • keluar nanah atau cairan,
  • gatal pada lubang telinga,
  • dan penurunan pendengaran.

Rasa nyeri pada wajah, kepala, dan leher dapat dirasakan bila infeksi telinga ini telah meluas.

Gejala yang disertai demam atau bengkak pada kelenjar getah bening juga dapat menjadi penanda bahwa infeksi yang terjadi sudah berat.

Jika Anda mengalami nyeri telinga yang disertai gejala-gejala di atas, segera hubungi dokter.

Cara mengobati bahaya telinga kemasukan air

Benjolan di Daun Telinga

Berikut ini berbagai cara mengatasi bahaya yang dapat ditimbulkan akibat telinga kemasukan air saat berenang.

Antibiotik

Jika infeksi telinga yang tidak dapat sembuh sendiri, dokter biasanya akan meresepkan obat tetes telinga antibiotik.

Dokter juga dapat memberikan antibiotik yang dicampur dengan steroid untuk mengurangi pembengkakan pada liang telinga.

Obat tetes tersebut biasanya digunakan beberapa kali sehari selama tujuh hingga sepuluh hari.

Obat anti-jamur

Jika infeksi telinga Anda disebabkan oleh jamur, dokter Anda akan meresepkan obat tetes telinga anti-jamur.

Infeksi jenis ini biasanya banyak dialami oleh penderita diabetes atau gangguan sistem imun.

Obat pereda nyeri

Obat dari apotek seperti ibuprofen atau acetaminophen juga dapat digunakan untuk membantu meredakan nyeri.

Untuk mengurangi gejalanya, penting bagi Anda untuk melindungi telinga dari air selama proses penyembuhan.

Cara mencegah swimmer’s ear

telinga sakit saat flu

Lakukan cara-cara di bawah ini untuk mencegah infeksi telinga otitis eksterna akibat telinga kemasukan air.

  • Selalu jaga agar telinga Anda tetap kering.
  • Saat Anda berenang, cobalah gunakan penyumbat telinga atau topi renang untuk mencegah air masuk.
  • Keringkan kedua telinga setelah berenang dan membilas tubuh Anda. Cobalah untuk memiringkan telinga Anda ke satu sisi untuk membantu mengeluarkan air.
  • Hindari penggunaan korek telinga yang terlalu sering karena dapat meningkatkan terjadinya risiko infeksi telinga.

Bahaya telinga kemasukan air saat berenang, menyelam, atau melakukan aktivitas di dalam air dapat Anda cegah.

Kondisi ini juga bisa diatasi jika terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, segera hubungi dokter jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Swimmer’s ear – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 18 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/swimmers-ear/symptoms-causes/syc-20351682

Swimming and Ear Infections | Healthy Swimming | Healthy Water | CDC. (2021). Retrieved 18 May 2021, from https://www.cdc.gov/healthywater/swimming/swimmers/rwi/ear-infections.html

Schaefer, P., & Baugh, R. (2012). Acute Otitis Externa: An Update. American Family Physician, 86(11), 1055-1061. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2012/1201/p1055.html

Swimmer’s Ear. (2021). Retrieved 18 May 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/swimmers-ear

Swimmer’s Ear: 10 Things You Need to Know – Penn Medicine. (2021). Retrieved 18 May 2021, from https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/health-and-wellness/2018/august/swimmers-ear

Swimmer’s ear vs ear infection: Four ways to spot the difference. (2021). Retrieved 18 May 2021, from https://www.allinahealth.org/healthysetgo/prevent/swimmers-ear-vs-ear-infection-four-ways-to-spot-the-difference

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 19/06/2021
Fakta medis diperiksa oleh Admin HHG
x