Mengenal Otomikosis, Gumpalan Putih di dalam Telinga

Mengenal Otomikosis, Gumpalan Putih di dalam Telinga

Pernahkah Anda mendapati adanya gumpalan putih di dalam telinga saat sedang membersihkannya? Jika ya, bisa jadi itu adalah otomikosis. Namun, jangan panik dulu, lebih baik ketahui penyebab dan pengobatannya dalam ulasan berikut ini.

Apa itu otomikosis?

Otomikosis adalah infeksi telinga yang disebabkan oleh jamur atau otitis eksterna, sehingga memicu munculnya gumpalan putih di dalam telinga.

Biasanya, kondisi ini akan memengaruhi saluran telinga luar. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, otomikosis bisa melibatkan telinga tengah.

Orang yang tinggal di daerah tropis dan subtropis dengan kondisi berdebu, lembap, dan hangat lebih berisiko mengalami otomikosis.

Apa saja tanda atau gejala otomikosis?

penyebab telinga berdengung

Seperti pada pembahasan di atas, otomikosis sering kali ditandai dengan gumpalan putih di dalam telinga. Akan tetapi, ada beberapa gejala lain yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

  • gatal,
  • rasa penuh pada telinga atau telinga terasa tersumbat,
  • nyeri,
  • gangguan pendengaran,
  • keluarnya cairan dari telinga, dan
  • tinnitus atau telinga berdenging.

Dalam beberapa kasus, gejala otomikosis dapat berupa bintik-bintik hitam keabu-abuan atau kuning yang dikelilingi oleh spora jamur seperti kapas yang terbentuk di saluran telinga Anda.

Apa penyebab otomikosis?

Otomikosis merupakan infeksi pada telinga yang disebabkan oleh jamur. Mengutip situs Aspergilllus & Aspergillosis, ada berbagai jenis spesies jamur ditemukan pada otomikosis.

Namun, genus Aspergillus tampaknya menjadi agen penyebab yang paling umum, terutama Aspergillus niger.

Perlu Anda ketahui bahwa pada dasarnya manusia hidup berdampingan dengan jamur. Jamur dapat berkembang dan menyebabkan masalah bila Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Terlebih lagi, jika Anda tinggal di daerah dengan iklim tropis. Hal itu dikarenakan jamur dapat tumbuh dengan subur di tempat yang hangat dan lembap.

Apa saja faktor yang dapat meningkatkan risiko otomikosis?

Selain itu, ada sejumlah faktor risiko yang dapat memicu jamur penyebab otomikosis berkembang, yakni sebagai berikut.

  • Tidak menjaga kebersihan telinga dengan baik.
  • Adanya trauma pada telinga karena penggunaan cotton bud untuk membersihkan telinga atau alat lainnya.
  • Mengalami peradangan atau cedera fisik.
  • Sering melakukan aktivitas di kolam renang atau berenang dengan air yang telah terkontaminasi.
  • Penggunaan obat antibiotik dalam jangka panjang.
  • Menggunakan tetes telinga steroid pada penderita gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Menderita diabetes mellitus.
  • Memiliki riwayat penyakit kulit kronis atau eksim.

Bagaimana dokter mendiagnosis otomikosis?

periksa telinga

Melansir Mayo Clinic, dokter mungkin akan mendiagnosis telinga dengan otomikosis berdasarkan gejala yang Anda laporkan, pertanyaan yang diajukan, dan pemeriksaan rutin.

Pada tahap awal, dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan mencakup sebagai berikut.

1. Memeriksa saluran telinga

Terlebih dahulu, dokter biasanya akan memeriksa saluran telinga Anda dengan instrumen yang menyala (otoskop).

Hal itu bertujuan untuk memastikan apakah saluran telinga Anda tampak merah, bengkak, dan bersisik. Mungkin juga ada serpihan kulit atau kotoran lain di saluran telinga, termasuk adanya gumpalan putih.

2. Melihat gendang telinga

Selanjutnya, dokter akan melihat gendang telinga Anda (membran timpani) untuk memastikan tidak ada gendang telinga yang pecah atau rusak.

Jika pandangan gendang telinga Anda terhalang, dokter akan membersihkan saluran telinga Anda dengan alat penghisap kecil atau instrumen dengan lingkaran kecil atau sendok di ujungnya.

Kemungkinan dokter merekomendasikan evaluasi tambahan, termasuk mengirimkan sampel cairan dari telinga Anda dan mengirimkannya ke laboratorium.

Tujuannya, untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang menyebabkan infeksi pada telinga.

Bagaimana cara mengobati otomikosis?

Perlu Anda ketahui bahwa tujuan dari pengobatan otomikosis adalah untuk menghentikan infeksi dan memastikan saluran telinga Anda sembuh dari jamur yang bersarang.

1. Pembersihan

Membersihkan saluran telinga luar diperlukan untuk membantu obat tetes telinga mengalir ke semua area yang terinfeksi (otomikosis).

Dokter biasanya akan menggunakan alat pengisap atau kuret telinga untuk membersihkan kotoran, gumpalan kotoran telinga, kulit terkelupas, dan kotoran lainnya di dalam telinga Anda.

2. Obat tetes telinga

Sebagian besar kasus otomikosis dapat dipicu oleh intensitas aktivitas yang cukup tinggi di kolam renang. Jika begitu, dokter akan meresepkan obat tetes telinga yang memiliki beberapa kombinasi bahan, seperti berikut ini.

  • Solusi asam untuk membantu memulihkan area telinga.
  • Steroid untuk mengurangi peradangan.
  • Antibiotik untuk melawan bakteri.
  • Obat antijamur untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh jamur.

Tanyakan kepada dokter Anda tentang cara menggunakan obat tetes telinga yang tepat. Apabila memungkinkan, mintalah seseorang untuk membantu meletakkan obat tetes di telinga Anda.

Tips menggunakan obat tetes telinga

  • Sebelum meneteskan obat, pegang botol tersebut selama beberapa menit untuk memastikan suhu obat tetes telinga sama dengan suhu tubuh.
  • Berbaringlah miring dengan telinga yang terinfeksi berada di atas.
  • Sambil meneteskan obat, tarik telinga ke atas dan belakang untuk membantu obat agar masuk ke saluran telinga.

3. Obat pereda sakit

Jika infeksi telinga lebih parah atau tidak merespons pengobatan dengan obat tetes telinga, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik oral.

Selain itu, Anda dapat meredakan ketidaknyamanan dengan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya), naproxen sodium (Aleve), dan acetaminophen (Tylenol).

Bagaimana cara mencegah otomikosis?

belakang telinga bau

Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya otomikosis.

  • Memastikan telinga kering atau tidak basah setelah berenang dan mandi.
  • Tidak terlalu sering membersihkan telinga.
  • Menggunakan penyumbat telinga saat berenang untuk menghindari telinga kemasukan air.
  • Hindari menggaruk telinga karena dapat merusak kulit dan memudahkan jamur untuk tumbuh.
  • Jangan gunakan kapas di telinga.

Tanyakan kepada dokter untuk informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Aspergillus Otomycosis. (2013, May 29). Aspergillus and Aspergillosis. Retrieved 5 August 2022, from https://www.aspergillus.org.uk/new_treatment/aspergillus-otomycosis/

Lamisil, a potent alternative antifungal drug for otomycosis. Retrieved 5 August 2022, from https://doi.org/10.18869%2Facadpub.cmm.1.1.18

Swimmer’s ear – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2021, August 13). Mayo Clinic – Mayo Clinic. Retrieved 5 August 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/swimmers-ear/diagnosis-treatment/drc-20351688

Role of Clotrimazole in Prevention of Recurrent Otomycosis. Retrieved 5 August 2022, from https://doi.org/10.1155/2019/5269535

Otomycosis; clinical features, predisposing factors and treatment implications. Retrieved 5 August 2022, from https://doi.org/10.12669%2Fpjms.303.4106

Otomycosis | Edward | Jurnal Kesehatan Andalas. (n.d.). Jurnal Kesehatan Andalas. Retrieved 5 August 2022, from https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/59/54

Identification of Fungal Pathogens in Otomycosis and Their Drug Sensitivity: Our Experience. Retrieved 5 August 2022, from https://doi.org/10.1055%2Fs-0038-1626702

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adhenda Madarina Diperbarui Aug 23
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita