7 Masalah Kesehatan yang Mungkin Muncul Saat Menyelam

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Photo credit: tophdimgs

Panorama terumbu karang yang fantastis, bangkai kapal megah nan menakutkan, serta kehidupan laut yang luar biasa adalah atraksi utama bagi para penikmat menyelam. Tapi penting untuk diingat bahaya dari scuba diving, karena beberapa berpotensi mengancam nyawa.

Masalah kesehatan yang mungkin muncul dari menyelam

1. Barotrauma

Penyelam biasanya menyelam ke dalam lautan dengan memencet hidungnya dan meniupkan udara lewat telinga untuk mendorong lebih banyak udara ke telinga tengah.

Barotrauma terjadi ketika penyelam naik-turun terlalu cepat sambil menahan napas, sehingga gas dalam telinga tengah dan paru-paru mengembang sangat cepat. Ini adalah akibat gagalnya menyeimbangkan perbedaan tekanan drastis antara dalam tubuh dan lingkungan sekitarnya. Akibatnya, penyelam mengalami sakit telinga parah hingga kerusakan pada jaringan telinga dan paru-paru. Luka paru-paru ini bisa cukup buruk untuk menyebabkan kolaps paru (pneumothoraks). Cedera juga dapat memungkinkan gelembung udara bebas untuk melarikan diri ke dalam aliran darah. Ini disebut emboli gas arteri. Emboli gas arteri sering menyebabkan nyeri dada, kesulitan bernapas, dan masalah neurologis seperti stroke.

2. Vertigo

Vertigo, atau perasaan pusing atau goyah, adalah salah satu gejala serius barotrauma. Sensasi kepala berputar bisa berbahaya ketika dialami di bawah air karena dapat dengan mudah menyebabkan disorientasi.

Cara terbaik untuk menghindari situasi berbahaya dalam air ini adalah untuk tidak menyelam jika Anda memiliki sakit kepala, meriang atau alergi yang belum terobati. Jika hal itu terjadi, biasanya pengobatan vertigo terkait menyelam melibatkan istirahat di rumah, meskipun kadang obat sakit kepala juga diperlukan.

BACA JUGA: 4 Gerakan Efektif Mengatasi Vertigo

3. Telinga berdenging (Tinnitus)

Tinnitus adalah kondisi telinga berdenging konstan, dan, seperti halnya dengan vertigo, jika Anda menyelam dengan sakit kepala atau masalah telinga lainnya, Anda dapat berisiko mengalami hal ini.

Saat Anda turun ke kedalaman lautan, tekanan air dari luar akan meremas udara di liang telinga, menyebabkan sensasi tekanan dan rasa sakit di kepala dan telinga. Anda harus menyamakan tekanan dalam ruangan ini dengan berbagai metode, seperti mencubit lubang hidung Anda sembari dengan lembut meniup hidung Anda. Jika Anda benar melakukan ini, Anda dapat menahan peningkatan tekanan tanpa masalah. Namun, kemacetan sinus disebabkan oleh pilek, flu, atau, alergi akan mengganggu kemampuan Anda untuk menyamakan tekanan dan dapat mengakibatkan kerusakan pada gendang telinga Anda.

BACA JUGA: 9 Trik Ampuh Mengatasi Telinga Kemasukan Air

4. Hipotermia

Jika Anda menyelam di air dingin, hipotermia adalah risiko utama Anda. Menggigil adalah respon tubuh Anda untuk menurunkan suhu tubuh dan salah satu gejala awal hipotermia; Anda harus mengakhiri menyelam Anda jika Anda mulai menggigil.

Cara terbaik untuk mencegah hipotermia — dan sebagian besar risiko kesehatan lain yang terkait dengan scuba diving — adalah dengan menggunakan peralatan yang tepat dan menyelam dengan pemandu profesional jika Anda seorang penyelam yang belum berpengalaman. Kenakan baju dan peralatan selam yang tepat, tebal, dan berkualitas, terutama di perairan dingin. Penutup kepala yang memadai juga penting karena kepala mewakili daerah tubuh yang berpotensi kehilangan banyak panas tubuh.

5. Penyakit dekompresi

Penyakit dekompresi adalah kondisi medis yang disebabkan oleh akumulasi nitrogen terlarut dalam tubuh setelah menyelam, yang kemudian membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta sistem saraf.

Tergantung pada jumlah nitrogen yang diserap dan di mana lokasinya, kasus dekompresi dapat berkisar dari sakit sendi atau ruam kulit hingga mati rasa, kelumpuhan, dan kematian. Tanda-tanda paling umum dari penyakit dekompresi parah adalah disfungsi dari sumsum tulang belakang, otak, dan paru-paru.

6. Terbius nitrogen

Bahaya lain yang berhubungan dengan nitrogen adalah efek narkotika dari semua simpanan nitrogen ekstra dalam tubuh. Siapapun yang pernah mendapat bius gas nitrat oksida di dokter gigi pasti akrab dengan efek ini. Terbius nitrogen dalam konsentrasi tinggi berbahaya karena dapat merusak akal sehat dan persepsi sensorik. Sama halnya dengan penyakit dekompresi, tingkat pembiusan nitrogen berhubungan dengan seberapa dalam Anda menyelam dan berapa banyak nitrogen yang tubuh Anda serap.

7. Keracunan oksigen

Keracunan oksigen biasanya hanya menjadi ancaman bagi penyelam yang menyelam lebih dari 41 meter. Seperti nitrogen, tubuh menyerap oksigen tambahan akibat tekanan bawah air. Bagi kebanyakan penyelam ini bukan masalah, tetapi pada kedalaman ekstrem banyak oksigen ekstra yang diserap sehingga menjadi beracun. Efek berkisar dari tunnel vision (hilangnya pandangan periferal yang membuat mata Anda terfokus seperti dalam terowongan) dan mual hingga otot berkedut, hilang kesadaran, kejang, dan tenggelam.

Keracunan oksigen datang dengan cepat dan tanpa peringatan. Saran terbaik untuk menghindari toksisitas oksigen adalah untuk menyadari batas kedalaman Anda dan menaatinya.

Seberapa umum masalah medis yang dapat terjadi akibat menyelam?

Masalah medis serius tergolong tidak umum bagi penyelam scuba yang melakukannya hanya untuk rekreasi. Meski ada jutaan acara menyelam setiap tahun di Amerika Serikat, hanya sekitar 90 kematian yang dilaporkan setiap tahun di seluruh dunia. Selain itu, kurang dari 1.000 penyelam di seluruh dunia membutuhkan terapi recompression untuk mengobati masalah kesehatan parah yang berhubungan dengan menyelam.

BACA JUGA: Yang Harus Dilakukan Sebelum dan Sesudah Berenang

Bagaimana cara menghindari risiko kesehatan dari menyelam?

Kematian dan cedera yang berhubungan dengan menyelam yang paling parah  terjadi pada penyelam pemula. Untuk amannya, penyelam harus menyadari batas fisik mereka dan tidak memaksakan diri di luar batas toleransi tubuh.

Aturan lain yang harus diikuti:

  • Jangan coba-coba menyelam jika Anda tidak merasa nyaman dengan lokasi scuba diving, situasi-kondisi alam, grup menyelam, atau perlengkapan menyelam Anda. Selama turun ke kedalaman, Anda harus berusaha menyamakan tekanan telinga dan masker dengan lembut.
  • Jangan menyelam di luar parameter dari batas yang telah dijanjikan dan/tertera pada layar selam Anda.
  • Jangan menahan napas selagi Anda naik ke atas permukaan air. Anda harus selalu naik dengan perlahan sambil bernapas normal. Udara harus mengalir dengan bebas untuk masuk dan keluar dari paru-paru setiap saat selama Anda menyelam.
  • Jangan panik selama menyelam. Jika Anda kebingungan atau takut selama menyelam, berhenti, cobalah untuk santai, dan berpikir jernih. Anda juga bisa mendapatkan bantuan dari teman menyelam atau pemandu Anda.

Akrabkan diri dengan lingkungan bawah laut, termasuk dengan bahaya kehidupan lautnya. Kebanyakan makhluk laut tidak agresif terhadap penyelam dan angka serangan binatan buas sangat langka, kecelakaan bisa terjadi dan seorang penyelam jangan pernah melupakan bahwa ia dikelilingi oleh alam liar. Pelajari mana ikan, karang, dan tumbuhan berbahaya lain untuk dihindari.

Meskipun ada banyak risiko yang terlibat dalam scuba diving, penyelam baru dapat meminimalkan bahaya melalui pendidikan dan pelatihan. Program sertifikasi air terbuka menekankan fisiologi diving, bahaya scuba diving, dan praktik menyelam yang aman. Seorang penyelam terlatih dapat menikmati olahraga dengan aman dengan risiko kesehatan minimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Pernah merasakan tidak bisa kentut? Tentu rasanya sangat mengganggu dan membuat perut terasa sakit. Tenang, atasi masalah susah kentut dengan cara alami ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit kaki pada lansia

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
berhenti makan junk food

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit