home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Penyebab Telinga Berdarah dan Cara Mengatasinya

5 Penyebab Telinga Berdarah dan Cara Mengatasinya

Perdarahan pada telinga bisa terjadi akibat beberapa gangguan telinga. Bahkan telinga berdarah bisa menjadi pertanda situasi darurat. Bila terjadi, segera periksakan telinga Anda ke dokter untuk memastikan penyebabnya dan mendapat pengobatan yang tepat. Untuk mengetahui apa saja penyebab telinga berdarah dan cara mengatasinya, simak ulasan berikut ini.

Apa penyebab telinga berdarah?

telinga sakit saat mengunyah

Umumnya, telinga berdarah sering terjadi karena cedera. Terutama saat membersihkan kotoran dan menyebabkan goresan.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang menyebabkan telinga keluar darah, misalnya lima hal berikut ini.

1. Infeksi telinga

Infeksi telinga bisa sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa.

Infeksi yang terjadi pada bagian tengah dan luar dapat menyebabkan telinga berdarah. Berikut gejala yang meliputinya:

  • demam,
  • sakit kepala,
  • telinga memerah,
  • telinga membengkak,
  • telinga terasa sakit,
  • sulit tidur,
  • keseimbangan terganggu karena adanya tekanan pada telinga,
  • pendengaran terganggu, dan
  • sakit pada leher.

2. Kemasukan benda asing

Benda-benda kecil seperti serangga bisa masuk ke dalam telinga. Awalnya akan menyebabkan ketidaknyamanan pada telinga dan akhirnya bisa membuat telinga keluar darah.

Bila benda asing tersebut tidak keluar, bisa menyebabkan infeksi telinga. Beberapa gejala yang muncul sebagai berikut:

  • telinga terasa sakit,
  • adanya tekanan pada telinga,
  • telinga mengeluarkan cairan,
  • pendengaran terganggu, dan
  • pusing.

3. Barotrauma

Terjadinya perubahan ketinggian secara tiba-tiba bisa menyebabkan barotrauma (trauma yang disebabkan perbedaan tekanan udara yang cukup tinggi).

Kondisi tersebut biasanya terjadi pada aktivitas menyelam, terbang, dan terjun payung. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan akibat pecahnya gendang telinga.

Gejala yang muncul antara lain:

  • telinga terasa sakit,
  • pusing,
  • telinga berdenging,
  • ada tekanan pada telinga, dan
  • pendengaran terganggu.

4. Gendang telinga pecah

Gendang telinga pecah disebabkan oleh robeknya selaput tipis yang memisahkan telinga tengah dengan telinga luar.

Hal ini bisa terjadi tanpa disadari, tapi akhirnya akan timbul rasa sakit dan telinga berdarah. Gejala lain yang muncul meliputi:

  • telinga berdenging,
  • telinga terasa penuh,
  • muncul sensasi berputar, seperti vertigo yang akhirnya menyebabkan mual dan muntah, dan
  • pendengaran terganggu dan terasa tidak nyaman.

5. Kanker saluran telinga

Sejumlah lima persen kasus kanker saluran telinga terjadi akibat adanya kanker kulit yang terjadi di telinga bagian luar.

Orang yang terinfeksi telinga kronis selama 10 tahun atau lebih memiliki risiko kanker saluran telinga lebih tinggi.

Jika seorang mengalami kanker telinga bagian tengah atau dalam, gejala yang muncul seperti berikut ini:

  • pendengaran terganggu,
  • telinga terasa sakit,
  • terjadi bengkak pada kelenjar getah bening,
  • telinga berdenging,
  • sakit kepala,
  • kelumpuhan pada wajah, dan
  • penglihatan menjadi kabur.

Bagaimana mengobati telinga berdarah?

kesehatan telinga

Perdarahan pada telinga, bila terjadi pada bagian dangkal misalnya akibat goresan saat membersihkan kotoran dapat diobati sendiri.

Namun, bila pendarahan terjadi tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Tidak semua telinga berdarah bisa diobati dengan cara yang sama. Pengobatan harus disesuaikan dengan penyebab terjadinya perdarahan.

Berikut adalah pengobatan pada telinga berdarah yang biasanya dilakukan.

  • Antibiotik dapat mengobati dan membersihkan beberapa infeksi akibat bakteri. Namun, tidak semua infeksi telinga akan merespons antibiotik. Infeksi virus tidak akan merespons terapi antibiotik.
  • Obat pereda nyeri dapat mengurangi rasa tidak nyaman dan sensasi nyeri dari infeksi telinga, kerusakan, atau masalah tekanan.

Bagaimana pertolongan pertama untuk atasi telinga berdarah?

penyebab telinga merah

Dikutip dari U.S National Library of Medicine, berikut pertolongan pertama untuk mengatasi telinga berdarah sesuai penyebabnya.

1. Telinga kemasukan benda asing

Pertama-tama, jangan panik dan tetap tenang jika seseorang mengalami telinga berdarah akibat kemasukan benda asing.

Selanjutnya, Anda bisa melakukan langkah-langkah di bawah untuk membantu.

  • Jika benda asing menonjol ke luar telinga dan mudah dilepas, keluarkan dengan tangan atau pinset secara perlahan. Setelah itu, cari bantuan medis untuk memastikan benda telah dikeluarkan dengan sempurna.
  • Jika benda asing tersangkut di dalam telinga, tetapi Anda bisa melihatnya dari luar, jangan menjangkau bagian dalam liang telinga dengan pinset.
  • Miringkan kepala untuk mengeluarkan benda, tapi jangan pukul kepala Anda atau orang yang Anda bantu.
  • Jika benda asing tidak juga dapat dikeluarkan, segera hubungi petugas medis.

2. Telinga kemasukan serangga

Jangan biarkan orang meletakkan jarinya di telinga yang kemasukan serangga.

Hal ini dapat membuat serangga menyengat. Berikut langkah-langkah menolong orang dengan kondisi tersebut.

  • Putar kepala orang yang Anda tolong sehingga telinga yang kemasukan serangga menghadap atas. Lalu tunggu hingga serangga merangkak keluar atau terbang.
  • Jika tidak berhasil, coba tuangkan minyak mineral, minyak zaitun, atau baby oil ke telinga. Cara ini dapat membuat serangga mati lemas dan dapat ANda keluarkan.
  • Meski serangga sudah keluar dari telinga, tetap cari pertolongan medis untuk menghindari iritasi akibat serangga.

3. Gendang telinga pecah

Orang yang mengalami kondisi ini akan merasakan sakit parah. Untuk menolongnya, Anda dapat melakukan langkah-langkah di bawah ini.

  • Tempatkan kapas steril dengan lembut di liang telinga luar untuk menjaga bagian dalam telinga tetap bersih.
  • Dapatkan bantuan medis.
  • Jangan memasukkan cairan apapun ke dalam telinga.

4. Luka di luar telinga

Tekan bagian luka sampai telinga berhenti berdarah. Selain itu, Anda bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini:

  • Tutupi cedera dengan balutan steril yang dibentuk sesuai bentuk telinga dan rekatkan dengan longgar.
  • Oleskan kompres dingin di atas balutan untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.
  • Jika ada bagian telinga yang terpotong, jangan lakukan apapun ke luka tersebut dan segera cari bantuan medis.
  • Sementara menunggu, letakkan bagian yang terpotong di kain bersih dan simpan di atas es batu.

5. Cairan dari dalam telinga

Jika cairan atau darah keluar dari dalam telinga, tutupi bagian luar telinga dengan perban steril yang dibentuk sesuai bentuk telinga dan tempelkan dengan longgar.

  • Anda atau orang yang Anda bantu dapat berbaring miring, sehingga telinga yang mengeluarkan darah menghadap ke bawah.
  • Jangan memindahkan orang yang Anda tolong jika mereka mengalami cedera leher atau punggung.
  • Segera cari bantuan medis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Publishing, H. (2020). Barotrauma – Harvard Health. Retrieved 19 October 2020, from https://www.health.harvard.edu/a-to-z/barotrauma-a-to-z

Resource Center. (2020). Retrieved 19 October 2020, from https://www.cdc.gov/concussion/headsup/clinicians/resource_center/complications_of_concussion.html

Ear infection (middle ear) – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 19 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ear-infections/symptoms-causes/syc-20351616

Ruptured eardrum (perforated eardrum) – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 19 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ruptured-eardrum/symptoms-causes/syc-20351879

Signs and Symptoms of Nasopharyngeal Cancer. (2020). Retrieved 19 October 2020, from https://www.cancer.org/cancer/nasopharyngeal-cancer/detection-diagnosis-staging/signs-and-symptoms.html

What is ear cancer? | Ear cancer | Cancer Research UK. (2020). Retrieved 19 October 2020, from https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/head-neck-cancer/cancer-of-the-ear/middle-inner-about

About cancer of the outer ear | Ear cancer | Cancer Research UK. (2020). Retrieved 19 October 2020, from https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/head-neck-cancer/cancer-of-the-ear/outer-about

Ear Bleeding. (2020). Retrieved 19 October 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/21084-ear-bleeding

Ear Injury. (2020). Retrieved 19 October 2020, from https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/ear-injury/

Encyclopedia, M., & emergencies, E. (2020). Ear emergencies: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 20 October 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/000052.htm#:~:text=Apply%20direct%20pressure%20until%20the,cut%20off%2C%20keep%20the%20part.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 15/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x