Laringitis (Radang Pita Suara)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu laringitis (radang pita suara)?

Laringitis atau radang pita suara adalah kondisi di mana pita suara membengkak sehingga suara menjadi serak. Pita suara adalah lipatan membran mukosa yang terletak pada laring atau kotak suara.

Peradangan di pita suara bisa disebabkan oleh infeksi virus, iritasi, atau penggunaan pita suara secara berlebihan.

Selain suara serak, laringitis biasanya juga ditandai dengan nyeri di tenggorokan dan tenggorokan sakit saat menelan. Pita suara yang membengkak juga mungkin menyebabkan gangguan pernapasan karena menghalangi aliran udara.

Laringitis biasanya hilang dalam waktu 2-3 minggu, tapi penyakit ini dapat bertahan lebih lama, sehingga disebut dengan laringitis kronis.

Perbedaan radang laring yang kronis dan akut

Laringitis kronis terjadi ketika radang pita suara terjadi lebih dari tiga minggu sejak gejawal awal ditemukan.

Dilansir dari situs Columbia University, selain lama berlangsungnya gejala, proses terjadinya laringitis kronis dan akut juga memiliki perbedaan:

  • Gejala peradangan pada laringitis kronis lebih serius dibandingkan pada laringitis akut.
  • Radang laring akut dapat diatasi dengan banyak minum air putih serta penggunaan obat antibiotik (jika diakibatkan oleh infeksi bakteri) serta obat lain untuk meringankan gejala seperti batuk-batuk.
  • Konsumsi obat-obatan bisa tidak efektif mengobati laringitis kronis. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan lain seperti terapi suara dan mengurangi frekuensi berbicara.
  • Laringitis kronis juga dapat pertanda dari gejala dari kondisi kesehatan yang lebih serius seperti penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan menetap.

Meskipun demikian, umumnya laringitis kronis tetap bisa disembuhkan tanpa menyebabkan penurunan kualitas suara secara signifikan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Radang pada pita suara cukup sering terjadi, terutama pada orang yang berprofesi sebagai penyiar, pembicara atau penyanyi.

Orang yang mengonsumsi alkohol berlebih atau rutin merokok dan terpapar asapnya berisiko mengalami gangguan pada pita suara, termasuk iritasi tenggorokan yang menyebabkan radang pita suara.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala laringitis (radang pita suara)?

Gejala utama laringitis yaitu suara menjadi lebih berat, serak, atau hilang. Gejala lainnya dapat berupa:

Gejala tersebut dapat muncul secara bergantian, tapi suara Anda akan serak selama penyakit ini masih menyerang.

Peradangan akibat infeksi bakteri atau virus juga menyebabkan munculnya gejala seperti kelelahan, sakit kepala, gejala pilek, dan batuk kering

Pembengkakan kelenjar di sekitar tenggorokan juga dapat menjadi tanda penyakit radang amandel (tonsilitis). Laringitis memang dapat terjadi bersamaan dengan penyakit radang tenggorokan lainnya.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Laringitis biasanya bukanlah kondisi yang serius, laringitis dapat sembuh dengan sendirinya asalkan Anda memperbanyak istirahat dan minum air.

Meski begitu, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter spesialis THT jika mengalami laringitis kronis, yaitu ketika gejala berlangsung lebih dari 2 minggu.

Selain itu Anda juga membutuhkan penanganan medis segera jika mengalami gejala berikut ini:

  • Suara hilang
  • Sesak napas
  • Batuk darah
  • Demam tinggi dan tidak kunjung turun
  • Sakit tenggorokan semakin parah
  • Sulit menelan
  • Mengeluarkan air liur dari mulut
  • Berat badan menurun drastis

Gejala radang pita suara yang tidak sembuh-sembuh dapat menandakan penyakit serius yang menyerang pita suara.

Oleh karena itu, jika memiliki tanda-tanda atau gejala seperti di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah segera dengan dokter Anda.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang disebabkan oleh laringitis (radang pita suara)?

Radang laring kronis yang tidak ditangani dengan baik juga dapat menyebabkan kerusakan serius pada pita suara. Akibatnya, polip atau benjolan bisa muncul di permukaan pita suara. Hal ini akan menyebabkan perasaan nyeri pada tenggorokan bertambah parah.

Beberapa bentuk laringitis pada anak dapat menyebabkan obtruksi (penyumbatan) saluran napas yang berbahaya dan dapat menyebabkan kematian, seperti penyakit Croup dan epiglotitis.

Penyebab

Apa penyebab laringitis (radang pita suara)?

Ada berbagai penyebab suara serak akibat radang pita suara. Laringitis akut dan kronis bisa disebabkan oleh faktor yang berbeda.

Beberapa hal yang paling sering menyebabkan laringitis akut adalah:

  • Infeksi virus seperti flu atau pilek
  • Cedera pita suara karena berlebihan menggunakan suara seperti sering bernyanyi atau berteriak  
  • Infeksi bakteri, tapi tidak umum
  • Alergi

Sementara peradangan pita suara bisa berlangsung lebih lama (laringitis kronis) karena disebabkan oleh:

  • Terus-menerus terpapar iritan seperti bahan kimia,polusi, dan debu
  • Mengalami refluks asam lambung
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Mengalami radang laring akut secara berulang
  • Terlalu sering berbicara dengan nada tinggi atau berteriak
  • Mengalami infeksi saluran napas secara berulang
  • Penggunaan obat inhaler steroid
  • Sinusitis kronis
  • Paparan zat iritan seperti
  • Memiliki riwayat penyakit penyebab peradangan kronis seperti tunerkulosis

Beberapa hal yang tidak umum menjadi penyebab radang pita suara kronis seperti infeksi bakteri, jamur, atau jenis parasit tertentu.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko laringitis (radang pita suara)?

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang berpeluang lebih besar mengalami laringitis, yaitu:

  • Infeksi saluran napas, seperti flu, bronkitis, sinusitis.
  • Paparan terhadap bahan iritan seperti asap rokok, meminum asam yang terlalu banyak, atau bahan kimia saat bekerja.
  • Menggunakan suara Anda secara berlebihan, seperti bicara terlalu banyak, terlalu  keras, berteriak, atau menyanyi.
  • Memiliki penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti autoimun, HIV AIDS atau menjalani pengobatan kemoterapi dan konsumsi obat-obatan kortikosteroid secara jangka panjang.

Memiliki faktor risiko ini bukan berarti Anda pasti mengalami radang pita suara. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Diagnosis

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Saat mendiagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengamati gejala. Untuk pengamatan yang lebih jelas, dokter spesialis THT biasanya perlu melakukan laringoskopi atau biopsi untuk memastikan diagnosis.

Apabila dicurigai laringitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur, dokter akan melakukan tes usap untuk mengambil sampel cairan di belakang tenggorokan. Sampel selanjutnya akan dianalisis di laboratorium. Tes darah juga mungkin dilakukan.

Pasien dengan suara serak lebih dari 1 bulan (khususnya perokok) membutuhkan pemeriksaan telinga, hidung, dan tenggorokan untuk memeriksa tenggorokan dan saluran napas atas.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk laringitis (radang pita suara)?

Radang pita suara akut dapat mereda dengan sendirinya dalam waktu kurang dari seminggu.

Namun, Anda dapat melakukan pengobatan seperti berikut ini untuk meringankan gejala dan mempercepat pemulihan.

  • Minum obat pereda nyeri seperti ibuprofen, paracetamol, dan aspirin dapat  untuk meredakan gejala nyeri, demam, dan bengkak.
  • Konsumsi obat pereda batuk kering
  • Jika penyebab radang pita suara adalah infeksi bakteri, dokter Anda akan memberikan antibiotik untuk radang tenggorokan, seperti penicillin atau amoxicillin.
  • Apabila disebabkan oleh alergi, gejala bisa diatasi dengan obat antihistamin.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang menurunkan kadar asam lambung apabila laringitis kronis disebabkan oleh naiknya asam lambung.
  • Obat kortikosteroid untuk mengatasi peradangan pita suara, tapi biasanya harus diperoleh melalui resep dokter.
  • Terapi wicara untuk mengembalikan suara yang hilang akibat laringitis kronis.

Terdapat juga pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk mengatasi laringitis, seperti:

  • Berkumur dengan segelas air hangat yang telah dicampur 1/2 sendok garam. Garam memiliki sifat antimikroba yang bisa meredakan sakit tenggorokan dan  meredakan peradangan.
  • Tidak banyak menggunakan suara saat Anda mulai serak, apalagi saat suara sudah hampir hilang. Berbicara atau bernyanyi menyebabkan otot di tenggorokan bekerja lebih keras sehingga gejala bertambah parah.
  • Menjaga kesehatan pita suara dengan banyak minum air, sup hangat seperti sup kaldu ayam dapat dikonsumsi.
  • Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan ruangan yang cenderung kering.

Apa saja perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk mengatasi laringitis (radang pita suara)?

Berikut adalah perubahan gaya hidup perlu segera diterapkan untuk membantu Anda mengatasi suara serak akibat laringitis:

  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol
  • Menghindari paparan zat iritan seperti debu, asap dan zat kimia lainnya
  • Tidak menggunakan obat kumur sementara waktu.
  • Menghindari konsumsi obat-obatan yang memberikan efek samping tenggorokan kering seperti dekongestan.
  • Lakukan perubahan pola makan jika sering mengalami refluks asam lamung dengan menghindari makanan asam, pedas atau terlalu berlemak
  • Perkuat daya tahan tubuh jika rentan mengalami infeksi saluran napas seperi influenza dengan melakukan vaksinasi dan menjaga kebersihan personal.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bukan Hanya Flu, Tenggorokan Kering Juga Bisa Disebabkan Berbagai Hal Ini!

Ada banyak hanya yang bisa menyebabkan tenggorokan gatal dan kering. Maka, cara mengatasi tenggorongan kering pun harus sesuai dengan akar masalahnya. 

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 4 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Cepat dan Alami Redakan Panas Dalam

Gejala panas dalam seperti sakit tenggorokan, sariawan, bibir kering, dan sembelit harus cepat diatasi. Ini dia pilihan obat panas dalam alami yang manjur.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 2 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Atasi Makanan yang Tersangkut di Tenggorokan dengan Cara Ini

Makanan yang nyangkut di tenggorokan memang mengganggu dan terasa seperti akan tersedak. Nah, supaya tidak begitu fatal akibatnya, kenali cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 1 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Dahak di Tenggorokan Tidak Hilang-Hilang? Begini Cara Mengatasinya

Tenggorokan yang mengganjal dan tersumbat bisa diakibatkan oleh produksi lendir yang berlebihan. Apa yang menyebabkan lendir tenggorokan ini menumpuk?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan THT, Gangguan Tenggorokan 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tenggorokan panas

6 Sebab Munculnya Sensasi Panas di Tenggorokan, Plus Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
Metronidazole adalah, obat Metronidazole, Metronidazole 500 mg, dosis Metronidazole, efek samping Metronidazole

6 Penyebab Tenggorokan Berdahak, Tapi Tidak Batuk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
makanan saat amandel bengkak

Anjuran Makanan dan Pantangan Saat Amandel Membengkak

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
tenggorokan gatal

Tenggorokan Terasa Gatal? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit