home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Bentuk Hidung dan Hubungannya Dengan Kesehatan Anda

Bentuk Hidung dan Hubungannya Dengan Kesehatan Anda

Jika Anda perhatikan dan sadari, bentuk hidung setiap orang di sekitar Anda pasti memiliki karakteristik khusus, yang tentunya berbeda-beda satu sama lain. Ada yang punya hidung besar, lebih mancung, sedikit mencuat ke atas, ataupun pesek. Ternyata bentuk hidung yang bervariasi bisa menentukan kondisi kesehatan tubuh manusia, lho. Simak penjelasan hubungan bentuk hidung dengan kesehatan tubuh dalam ulasan berikut ini.

Fungsi hidung selain mencium

Hidung manusia tidak hanya sekadar tonjolan daging dan tulang rawan di bagian depan wajah. Selain menjadi bagian sistem pernapasan tempat keluar-masuknya udara, hidung juga turut berperan dalam fungsi penting tubuh lainnya, seperti indera perasa dan pendengaran.

Tanpa hidung, tubuh Anda tidak akan mampu untuk merasakan makanan dengan baik. Apa yang kita rasakan di lidah sebenarnya adalah kombinasi dari kerjasama beberapa indera manusia. Salah satunya adalah indera penciuman.

Saat Anda memakan sesuatu, hidung mencium aroma makanan dan mengirimkan informasi ke mulut. Proses ini disebut dengan referral penciuman. Inilah mengapa saat Anda sedang flu atau batuk pilek, gangguan penciuman yang terjadi juga memengaruhi indera pengecap Anda, sehingga makanan pun terasa hambar.

Percaya atau tidak, hidung juga memiliki peran dalam fungsi pendengaran. Dalam anatomi hidung manusia, terdapat nasofaring hidung yang kedua sisinya diapit oleh tabung eustachius. Tabung ini menghubungkan nasofaring hidung dengan telinga tengah.

Nasofaring akan mengisi telinga tengah dengan udara, menyeimbangkan tekanan udara dalam telinga dengan kondisi udara di sekitar tubuh Anda. Proses ini adalah bagian penting dalam pendengaran yang baik.

Hubungan bentuk hidung dengan gangguan kesehatan

Sinusitis karena bentuk hidung

Ukuran dan wujud hidung manusia bisa beragam, tergantung dari genetika dan cedera yang mungkin pernah dialami.

Namun, ternyata ada juga bentuk hidung tertentu yang bisa jadi penentu kondisi kesehatan Anda. Berikut adalah rupa-rupa hidung dan apa kondisi kesehatan yang mungkin mendasarinya:

1. Snub nose

Alias hidung kecil sedikit pesek dengan lekukan landai, dan ujung hidung agak tinggi memperlihatkan lubang hidung.

Namun, tahukah Anda? Bentuk hidung ini juga bisa menjadi salah satu tanda dari tiga kondisi genetik langka, yaitu blackfan anemia, pure red cell aplasia, dan otospondylomegaepiphyseal dysplasia (OSMED).

Penderita pure red cell aplasia memiliki tulang sumsum yang tidak mampu untuk memproduksi cukup sel darah merah. Sementara itu, OSMED adalah kondisi pertumbuhan tulang abnormal yang menyebabkan hilangnya pendengaran, bentuk tengkorak abnormal, dan perubahan karakteristik fitur wajah lainnya.

2. Saddle nose

Alias hidung pelana, adalah kondisi hilangnya struktur penyangga hidung sehingga melemahkan septum hidung, menyebabkan hidung secara keseluruhan ringsek ke dalam.

Kelainan pada hidung bisa terletak di batang hidung, di bagian tulang rawan, atau di jembatan hidung. Septum hidung, dinding lunak yang membatasi dua lubang hidung, bisa rusak dan terdorong ke kiri atau kanan, atau hidung dapat tumbuh miring.

Kondisi ini juga disebut penyimpangan septum hidung, atau deviasi septum. Penyimpangan ini bisa menyebabkan masalah pernapasan dan ketidaknyamanan karena salah satu atau kedua bilik hidung lebih kecil daripada semestinya, sehingga hidung menjadi tersumbat.

Hidung pelana bisa disebabkan oleh berbagai hal, yang meliputi:

  • riwayat septoplasty (operasi hidung)
  • operasi plastik hidung yang gagal
  • penggunaan narkoba
  • kondisi medis tertentu (dwarfisme, sipilis turunan, trauma hidung)
  • dystosis cleidocranial (sebuah penyakit genetik yang menyebabkan jembatan hidung penderitanya rendah dan pendek)

3. Potato nose

Alias hidung jambu, atau istilah medisnya rinofima. Rinofima adalah kondisi kulit langka dimana hidung memiliki bentuk seperti bohlam, besar, merah, menebal, berminyak, dan bergelombang.

Penyebab pasti dari kondisi ini tidak diketahui, walau sempat dikaitkan dengan konsumsi alkohol berlebihan. Sejumlah studi telah membuktikan bahwa rinofima bisa terjadi baik pada peminum alkohol maupun yang tidak sama sekali. Kondisi ini lebih umum dialami oleh pria.

Rinofima juga dikaitkan dengan rosacea. Rosacea adalah peradangan kulit yang menyebabkan wajah timbul iritasi kemerahan, terutama di bagian pipi dan hidung. Benjolan kecil berwarna merah dan bernanah juga mungkin timbul di wajah Anda seiring perkembangan kondisi ini.

Rinofima umumnya muncul di tahap akhir rosacea dan berkembang lambat selama beberapa tahun. Tanda-tanda umum dari rinofima adalah pemusatan massa di bagian tengah hingga ujung hidung, yang menyebabkan penyimpangan fitur wajah di banyak kasus.

4. Hidung besar

Hidung besar umum dimiliki oleh banyak orang di penjuru belahan dunia. Namun, jika bentuk hidung besar diikuti oleh tangan dan kaki yang juga membesar hingga ke titik tertentu di mana cincin, perhiasan, atau sepatu tak lagi muat dipakai, ini adalah gejala klasik dari akromegali.

Akromegali juga bisa menyebabkan Anda mengalami perubahan lambat laun pada wajah, seperti rahang bawah yang menonjol, lidah dan bibir menebal, dan jarak antar gigi melebar.

Selain itu, akromegali juga menyebabkan keringat berlebih dan bau badan, kerusakan penglihatan, hingga gerak persendian yang terbatas dan terasa sakit.

Akromegali disebabkan oleh gangguan hormon di kelenjar pituitari yang memproduksi hormon pertumbuhan di luar batas normal. Saat ini terjadi, tulang Anda juga akan membesar, dan kemudian diikuti oleh perubahan karakteristik fisik lainnya.

Akromegali biasanya ditemukan pada orang-orang dewasa. Pada anak, kelebihan hormon pertumbuhan ini disebut dengan gigantisme, yang menyebabkan mereka tumbuh besar dan tinggi tidak sewajarnya. Akromegali berkembang lambat, maka dari itu gejala awal mungkin tidak akan tampak dalam beberapa tahun.

Hubungan bentuk hidung, lingkungan, dan kesehatan pernapasan

Bentuk hidung

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa hidung setiap orang memiliki bentuk yang bervariasi. Misalnya seperti orang-orang Eropa dan Amerika memiliki hidung yang mancung dan besar, sedangkan masyarakat yang tinggal di Asia dan Afrika cenderung mempunyai hidung pesek dan lebar.

Meskipun pada dasarnya wujud hidung seseorang ditentukan secara genetik, ada juga faktor lain yang jadi penentu, yaitu kemampuan adaptasi manusia terhadap perbedaan iklim.

Anda mungkin bertanya-tanya, apa hubungan antara perbedaan iklim dengan bentuk hidung manusia, ternyata berkaitan dengan kesehatan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim ahli dari Pennsylvania State University di Amerika Serikat berhasil menguak alasan bentuk hidung manusia berbeda-beda di setiap belahan dunia.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal PLOS: Genetics ini memaparkan bahwa orang-orang yang tinggal di Amerika atau Eropa memiliki hidung mancung supaya bisa beradaptasi terhadap udara yang sangat dingin dan kering.

Dengan hidung yang mancung dan ramping, udara yang dihirup pun tidak akan langsung masuk ke sistem pernapasan. Udara akan tertahan lebih lama di hidung sehingga suhu dan kelembapannya sempat diatur dan dihangatkan dulu sebelum menuju ke paru-paru.

Sementara itu, hidung orang Asia atau Afrika cenderung lebih pendek karena udara tak perlu ditahan lama-lama supaya jadi hangat.

Pasalnya, udara di negara-negara tersebut sudah cukup hangat dan lembap bagi paru-paru. Karena kebutuhan bertahan hidup dan beradaptasi inilah hidung manusia di setiap negara bentuknya berbeda-beda.

Seperti apapun bentuk dan ukuran hidung Anda, pastikan Anda menjaga kesehatan hidung dengan baik. Hidung yang sehat, bersih, serta terawat akan melindung Anda dari berbagai masalah kesehatan lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tamir, A. (2017). Numerical Survey of the Different Shapes of Human Nose. SM Otolaryngology, 1(1) 1005.

Laun, J., Gopman, J., Elston, J. B., & Harrington, M. A. (2015). Rhinophyma. Eplasty, 15, ic25.

 Durbec, M., & Disant, F. (2014). Saddle nose: Classification and therapeutic management. European Annals Of Otorhinolaryngology, Head And Neck Diseases, 131(2), 99-106. https://doi.org/10.1016/j.anorl.2013.01.006 

De Seta, D., Russo, F., De Seta, E., & Filipo, R. (2013). Basal Cell Carcinoma Masked in Rhinophyma. Case Reports In Otolaryngology, 2013, 1-3. https://doi.org/10.1155/2013/201024 

Starobinska, E., Al-ani, M., Abdulqader, Y., & Parperis, K. (2017). Unusual cause of saddle nose. BMJ Case Reports, bcr-2017-221004. http://dx.doi.org/10.1136/bcr-2017-221004 

Schreiber, B. E., Twigg, S., Marais, J., & Keat, A. C. (2014). Saddle-nose deformities in the rheumatology clinic. Ear, nose, & throat journal, 93(4-5), E45–E47.

Zaidi, A., Mattern, B., Claes, P., McEcoy, B., Hughes, C., & Shriver, M. (2017). Investigating the case of human nose shape and climate adaptation. PLOS Genetics, 13(3), e1006616. https://doi.org/10.1371/journal.pgen.1006616

Nose Shape Abnormalities – Main Line Health. (n.d.). Retrieved 20 May 2021, from https://www.mainlinehealth.org/conditions-and-treatments/conditions/nose-shape-abnormalities 

All About Rosacea – National Rosacea Society. (n.d.). Retrieved 20 May 2021, from https://www.rosacea.org/patients/all-about-rosacea 

Understanding Nasal Anatomy: Inside View – M Health Fairview. (2020). Retrieved 20 May 2021, from https://www.mhealth.org/patient-education/89973 

What’s the diagnosis? Patient presents with chronic sinusitis and this finding – Stanford Medicine 25. (2015). Retrieved 20 May 2021, from https://stanfordmedicine25.stanford.edu/blog/archive/2015/whats-the-diagnosis-patient-presents-with-chronic-sinusitis-and-this-finding.html 

Otospondylomegaepiphyseal dysplasia – MedlinePlus. (2016). Retrieved 20 May 2021, from https://medlineplus.gov/genetics/condition/otospondylomegaepiphyseal-dysplasia/ 

Deviated septum – Mayo Clinic. (2019). Retrieved 20 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/deviated-septum/symptoms-causes/syc-20351710 

Acromegaly – Mayo Clinic. (2019). Retrieved 20 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acromegaly/symptoms-causes/syc-20351222 

Rosacea – Mayo Clinic. (2019). Retrieved 20 May 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rosacea/symptoms-causes/syc-20353815 

Wong, D. (2014). Rhinophyma – DermNet NZ. Retrieved 20 May 2021, from https://www.dermnetnz.org/topics/rhinophyma/ 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 19/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x