Laringoskopi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu laringoskopi?

Laringoskopi adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter untuk melihat bagian belakang tenggorokan, kotak suara (laring), dan pita suara.

Pemeriksaan ini biasanya dilakukan ketika Anda mengalami radang pita suara (laringitis) atau penyakit lain yang menyerang bagian kotak suara.

Sebenarnya ada dua jenis prosedur laringoskopi, yaitu direk dan indirek.  Masing-masing prosedur menggunakan peralatan yang berbeda.

  • Laringoskopi direk

Pemeriksaan tenggorokan dilakukan menggunakan alat laringoskop berupa pipa tipis, fleksibel, dan fiber optik dengan lampu dan lensa kamera pada ujungnya. Dengan begitu, dokter bisa melihat bagian dalam tenggorokan secara langsung (direk).

Dokter bedah memasukkan laringoskop melalui hidung menuju bagian belakang mulut. Laringskop yang digunakan pun terdiri dari jenis yang berbeda, yakni laringoskop fleksibel dan kaku.

Penggunaan keduanya tergantung dengan pemeriksaan yang dilakukan dokter. Menurut American Cancer Society, laringoskop kaku bisa digunakan untuk mengambil sampel jaringan (biopsi), membuang polip di pita suara atau melakukan perawatan laser.

Prosedur laringokopi dirak biasanya dilakukan oleh dokter spesialis  telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Prosedur dilakukan dengan bius total sehingga pasien tidak merasa sakit

  • Laringoskopi indirek

Pada prosedur ini, alat laringoskop tidak digunakan. Pemeriksaan tenggorokan dilakukan secara tidak langsung (indirek) dengan cermin dan lampu.

Dokter akan memeriksa bagian belakang tenggorokan menggunakan perangkat kepala yang dilengkapi dengan lampu. Sementara dokter akan mengarahkan pengamatan di dalam tenggorokan menggunakan cermin kecil.

Kapan saya perlu menjalani laringoskopi ?

Penyedia layanan kesehatan mungkin menyarankan pemeriksaan tenggorokan ini jika Anda mengalami gejala seperti:

  • Bau napas yang tidak kunjung hilang
  • Masalah pernapasan, termasuk pernapasan bersuara (stridor)
  • Batuk kronis
  • Batuk darah
  • Tenggorokan sakit saat menelan
  • Sakit telinga yang tidak kunjung hilang
  • Ada benda asing atau makanan tersangkut di tenggorokan
  • Masalah pernapasan atas dalam jangka panjang pada perokok
  • Tumor di dalam kepala atau area leher dengan tanda kanker
  • Sakit tenggorokan yang tidak kunjung hilang
  • Masalah suara yang berlangsung lebih dari 3 minggu, termasuk suara serak, lemah, atau suara hilang.
  • Mengalami gangguan pernapasan saat tidur atau tidur ngorok

Laringoskopi direk mungkin juga berguna untuk:

  • Mengambil sampel jaringan dalam tenggorokan untuk pemeriksaan lebih dekat di bawah mikroskop (biopsi)
  • Mengambil benda yang menghambat saluran udara (contohnya kelereng atau koin yang tertelan)

Laringoskopi direk kaku umumnya disarankan bagi:

  • Anak-anak
  • Orang yang mudah tersedak karena kelainan struktur tenggorokan
  • Orang yang mungkin memiliki gejala penyakit laringitis atau radang tenggorokan (faringitis)
  • Orang yang belum sembuh meskipun sudah menjalani pengobatan laringitis

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani pemeriksaan tenggorokan?

Proses laringkopi direk dilakukan di ruang operasi dengan obat bius total sehingga Anda akan tertidur.

Sementara, laringoskopi indirek dilakukan dengan bius lokal di sekitar tenggorokan sehingga membuat Anda sedikit tidak nyaman. Anda perlu menahan untuk membuka mulut selama beberapa waktu sampai pemeriksaan selesai dilakukan dokter.

Prosedur laringoskopi indirek biasanya tidak dilakukan pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani pemeriksaan tenggorokan?

Dokter akan meminta Anda untuk tidak makan dan minum selama 8 jam sebelum pemeriksaan jika Anda mendapatkan jenis anestesi tertentu.

Jika Anda mendapatkan anestesi ringan (yang biasanya Anda dapatkan bila pemeriksaan di kantor dokter), Anda tidak perlu berpuasa. Pastikan memberi tahu dokter tentang obat apapun yang Anda minum.

Anda mungkin akan diminta untuk berhenti mengonsumsi beberapa obat, termasuk aspirin dan obat pengencer darah tertentu macam clopidrogel (Plavix), sampai seminggu sebelum melakukan laringoskopi.

Bagaimana proses laringoskopi dilakukan?

Dalam pemeriksaan tenggorokan, prosedur laringoskopi bisa dilakukan dengan cara yang berbeda tergantung dengan metode dan jenis laringoskop yang digunakan.

1. Laringoskopi indirek

Pada awal prosedur laringoskopi tidak langsung, obat bius lokal akan disuntikan di bagian dalam tenggorokan agar memimbulkan rasa kebas atau mati rasa.

Selanjutnya, cermin kecil akan dimasukan ke dalam tenggorokan. Pengamatan bagian dalam tenggorokan dilakukan melalui bayangan yang terlihat dalam cermin.

Dengan bantuan cahaya dari perangkat kepala, dokter bisa melihat bagian dalam tenggorokan dengan lebih jelas.

Anda tidak perlu takut akan tersedak, mual, atau merasakan sensasi mengganjal di tenggorokan karena ukuran cermin cukup kecil sehingga tidak menyenuh dinding tenggorokan.

Selain itu, efek obat bius juga membantu Anda merasa lebih nyaman selama pemeriksaan.

2. Laringoskopi direk fleksibel

Pada prosedur laringokopi langsung ini, dokter akan menggunakan laringoskop fleksibel untuk melihat tenggorokan.

Anda mungkin mendapatkan obat untuk mengeringkan sekresi dalam hidung dan tenggorokan. Cara ini membantu dokter melihat bagian dalam tenggorokan dengan lebih jelas.

Anestesi topikal mungkin disemprot di tenggorokan untuk menyebabkan kebas atau mati rasa di sekitar tenggorokan. Laringoskop dimasukan ke dalam hidung dan kemudian dengan lembut dipindahkan ke dalam tenggorokan.

Setelah laringoskop masuk ke dalam tenggorokan, dokter mungkin menyemprotkan lebih banyak obat untuk menjaga tenggorokan tetap mati rasa selama pemeriksaan.

Dokter mungkin juga menyeka atau menyemprotkan obat ke dalam hidung yang membuka jalur hidung untuk membuka saluran udara.

3. Laringoskopi direk kaku

Sebelum Anda menjalani laringoskopi langsung dengan laringoskop kaku, lepaskan semua perhiasan, gigi palsu, dan kacamata. Anda harus buang air kecil sebelum pemeriksaan. Anda akan diberikan pakaian atau gaun kertas untuk dikenakan.

Laringoskopi direk kaku dilakukan di ruang operasi. Anda akan tidur (anestesi umum) dan tidak merasakan skop di dalam tenggorokan.

Anda akan berbaring tengkurap selama prosedur ini. Setelah tertidur, laringoskopi kaku ditaruh di dalam mulut dan tenggorokan. Dokter akan dapat melihat kotak suara (laring) dan pita suara.

Laringoskopi kaku mungkin juga berguna untuk membuang benda asing dalam tenggorokan, mengumpulkan sampel jaringan (biopsi), membuang polip dari pita suara, dan melakukan perawatan laser.

Pemeriksaan membutuhkan waktu 15-30 menit. Anda mungkin mendapatkan kantong es untuk digunakan pada tenggorokan untuk mencegah pembengkakan.

Apa yang harus saya lakukan setelah pemeriksaan tenggorokan?

Setelah prosedur, Anda akan diawasi oleh perawat selama beberapa jam sampai Anda benar-benar terbangun dan bisa menelan.

Jangan makan atau minum apapun selama sekitar 2 jam setelah laringoskopi atau sampai Anda bisa menelan tanpa tersedak. Anda lalu dapat mulai dengan beberapa teguk air.

Jika sudah siap, Anda bisa makan dengan normal. Jangan membersihkan tenggorokan atau batuk keras selama beberapa jam setelah laringoskopi. Jika pita suara terpengaruh selama laringoskopi, istirahatkan suara secara total selama 3 hari.

Jika Anda berbicara, lakukan dengan nada suara yang normal dan jangan terlalu lama berbicara. Berbisik atau berteriak dapat melukai pita suara selama masa penyembuhan.

Anda mungkin bersuara serak selama sekitar 3 minggu setelah laringoskopi jika jaringan diambil. Jika nodule atau luka dibuang dari pita suara, Anda mungkin harus mengistirahatkan suara secara total (tanpa berbicara, berbisik, atau membuat suara lainnya) sampai 2 minggu.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Setelah prosedur, dokter akan mendiskusikan hasil dan pilihan pengobatan atau menyuruh Anda ke dokter lainnya. Jika Anda menjalani biopsi, ini akan membutuhkan waktu 3-5 hari untuk menemukan hasilnya.

  • Normal

Tenggorokan (laring) tidak membengkak, terluka, menyempit, maupun memiliki benda asing. Pita suara tidak memiliki jaringan parut, pertumbuhan (tumor), atau tanda tidak bergerak dengan benar (paralisis).

  • Abnormal

Laring membengkak, terluka, menyempit, memiliki tumor, atau benda asing. Pita suara memiliki jaringan parut atau tanda paralysis.

Hasil abnormal mungkin karena:

  • Refluks asam (GERD), yang dapat membuat pita suara memerah dan membengkak
  • Kanker tenggorokan atau kotak suara
  • Nodule pada pita suara
  • Polip (tumor jinak) pada kotak suara
  • Tenggorokan bengkak
  • Penipisan otot dan jaringan kotak suara (presbylaryngis)

Sebelum melakukan pemeriksaan tenggorokan ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar mengetahui dengan jelas bagaimana prosedur dilakukan.

Saat hasil pemeriksaan keluar, sebaiknya tanyakan secara langsung pada dokter jika masih ada hal yang belum Anda mengerti dengan jelas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mastoiditis

Mastoiditis adalah penyakit infeksi pada telinga. Cari tahu informasi penyakit, penyebab penyakit, gejala penyakti dan cara mengobati penyakit.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 22 September 2016 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Anak Lebih Mudah Sakit Telinga?

Keluarnya cairan dari liang telinga, atau biasa disebut congek, lebih rentan terjadi pada anak-anak. Apa penyebabnya?

Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 21 September 2016 . Waktu baca 6 menit

Infeksi Telinga

Infeksi telinga adalah infeksi ruang berisi udara di belakang gendang telinga, biasanya kondisi ini tidak membutuhkan obat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 12 Maret 2016 . Waktu baca 9 menit

Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran adalah kondisi kehilangan kemampuan mendengar secara bertahap. Cari tahu gejala, penyebab, hingga pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 8 Januari 2016 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Labirinitis adalah

Labirinitis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit Meniere adalah

Penyakit Meniere

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
gejala polip hidung

Ciri-Ciri dan Gejala Adanya Polip di dalam Hidung Anda, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Dokter pemeriksaan THT

Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan, Tanda Harus Periksa ke Dokter THT

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 25 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit