Jangan Diabaikan, Ini Berbagai Penyebab Telinga Bau dan Cara Mengatasinya

    Jangan Diabaikan, Ini Berbagai Penyebab Telinga Bau dan Cara Mengatasinya

    Seperti menjaga kebersihan bagian tubuh lainnya, telinga bau tentu jadi kondisi yang tidak dapat diabaikan. Pasalnya, kondisi tersebut mungkin adalah gejala dari suatu penyakit telinga. Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab keluar bau tidak sedap dari telinga dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasannya.

    Apa saja penyebab telinga bau?

    telinga berdenging

    Bukan hanya bau badan atau bau mulut yang bisa membuat Anda risih. Bau yang berasal dari bagian telinga pun demikian.

    Meski terdengar cukup jarang, nyatanya ada beberapa orang yang mengeluhkan mencium aroma aneh pada jari tangannya usai menyentuh bagian telinga.

    Jika Anda mengalami hal ini, sebaiknya segera cari tahu cara menghilangkan bau pada telinga agar indra pendengaran Anda terjaga kebersihannya.

    Nah, coba teliti lagi, satu atau lebih dari beberapa hal ini mungkin jadi penyebab telinga bau, entah di bagian depan, belakang, maupun dalam.

    1. Kurang menjaga kebersihan telinga

    Bagian telinga mana pun, termasuk area depan, belakang, atas, dalam, hingga yang tersembunyi, kadang mungkin luput dari perhatian.

    Anda mungkin terlalu fokus membersihkan bagian tubuh yang lebih mudah terlihat sehingga melupakan area lain yang tertutup.

    Bahkan, meskipun Anda rutin membersihkan telinga, hanya bagian dalamnya saja yang biasanya dibersihkan tetapi bagian luarnya tidak.

    Padahal, telinga termasuk anggota tubuh yang sangat mudah kotor dan berkeringat, terlebih di bagian belakang. Jika tidak dibersihkan, keringat yang menumpuk ini akan berbaur langsung bersama bakteri.

    Tak jarang, produksi keringat juga disertai dengan kelenjar minyak (sebum) yang cukup aktif.

    Sebenarnya minyak berguna untuk menjaga kulit agar tetap kenyal dan sehat. Dengan catatan, produksinya sesuai batas dan tidak berlebihan.

    Namun beberapa orang punya kelenjar minyak yang cukup aktif, sehingga jumlah minyak yang dihasilkan justru menumpuk.

    Terlebih telinga bagian belakang tersusun dari beberapa lipatan yang memudahkan semua keringat, kotoran, serta minyak untuk bersembunyi hingga akhirnya menimbulkan bau tidak sedap.

    2. Debu dan polusi

    Sering beraktivitas di luar ruangan membuat paparan debu, asap kendaraan bermotor, dan polusi lainnya mudah menempel di tubuh Anda.

    Hal ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, termasuk pada area depan, belakang, atas, atau bahwa telinga.

    Semua zat ini lama-lama akan mengendap dan menyumbat pori-pori belakang telinga bersama dengan minyak, keringat, serta kotoran telinga lainnya.

    Anda yang punya rambut panjang, sering memakai alat penutup telinga, topi, hingga produk perawatan rambut yang tidak dibersihkan dengan tuntas bisa semakin memperparah kondisi tersebut.

    Ya, sumbatan kotoran pada pori-pori kulit di bagian telinga, baik itu di atas, bawah, depan, maupun belakang.

    Kondisi inilah yang sangat disenangi mikroba untuk tumbuh dan berkembang biak. Itu sebabnya, Anda kemudian menyadari munculnya aroma aneh dari telinga.

    3. Kotoran telinga

    Alasan lain di balik telinga bau yaitu karena adanya kotoran telinga dengan bentuk menyerupai cairan lilin berwarna kuning dan bertekstur lengket.

    Namun tak jarang, kotoran ini bisa keluar dengan sendirinya hingga kemudian mengarah ke bagian belakang. Akhirnya, timbul bau yang cukup mengganggu.

    Tak hanya itu, dikutip dari Cleveland Clinic, bau yang muncul dari dalam telinga menandakan adanya penumpukkan kotoran.

    Ketika Anda mengalami kondisi yang disebut juga dengan serumen prop ini, Anda mungkin juga merasakan gejala lain, seperti telinga terasa penuh hingga kepala pusing.

    4. Infeksi

    Dalam beberapa kasus, infeksi telinga merupakan penyebab telinga bau. Ini karena ulah bakteri dan jamur yang “hobi” hidup dan berkembang di area lembap dan hangat.

    Kebiasaan menggaruk telinga dengan tangan kotor, penggunaan kacamata, pernah melakukan tindik telinga, dan beberapa kegiatan lainnya yang berkaitan dengan telinga dapat memicu tumbuhnya bakteri dan jamur.

    Hal inilah yang menjadi penyebab munculnya bau pada telinga Anda.

    5. Tumor telinga

    Tumor telinga atau kolesteatoma biasanya muncul setelah infeksi telinga yang berulang.

    Ketika infeksi mengarah ke tumor, Anda akan mengalami gejala lain, seperti terdapat cairan telinga yang berbau busuk dan mengandung darah.

    Kolesteatoma biasanya akan terus bertumbuh jika tidak disingkirkan dengan operasi. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi berupa kehilangan pendengaran hingga meningitis.

    6. Alasan lainnya

    Adanya eksim, ruam, serta dermatitis di belakang telinga bisa menyebabkan munculnya iritasi dan kulit kering.

    Kondisi ini dapat membuat Anda menggaruk area telinga mana saja, termasuk depan, belakang, atas, dan bawah, yang akhirnya menimbulkan luka.

    Bakteri pun jadi lebih rentan hadir dan menetap di sini.

    Bagaimana cara menghilangkan telinga bau?

    cara menggunakan <a href=

    Jangan khawatir dulu kalau mendadak timbul bau tidak sedap dari bagian telinga.

    Anda bisa melakukan cara menghilangkan telinga bau berikut ini.

    • Rutin membersihkan seluruh bagian tubuh, termasuk telinga luar dan dalam. Pastikan Anda membilas sampai bersih semua produk perawatan kulit yang digunakan, agar tidak ada yang menyumbat pori.
    • Pakai krim antibakteri, antijamur, maupun anti-peradangan, sesuai dengan anjuran dokter tergantung penyebab awalnya.
    • Jaga agar bagian atas, bawah, depan, dan belakang telinga tetap kering. Usahakan untuk selalu mengelap telinga kapan pun terasa basah guna menghindari kondisi lembab yang bisa memicu tumbuhnya jamur dan bakteri.
    • Pakai minyak esensial, akan membantu untuk menenangkan kulit sekaligus meredakan bau telinga yang membandel.

    Penggunaan obat tetes telinga dapat membantu jika kemungkinan ada kotoran telinga berlebih maupun infeksi telinga yang belum diobati sampai tuntas.

    Jangan lupa konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan pilihan tetes telinga sesuai kondisi Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Ear Infections in Children. (2015). Retrieved 11 November 2020, from https://www.nidcd.nih.gov/health/ear-infections-children

    Shokry, E., & Filho, N. (2017). Insights into cerumen and application in diagnostics: past, present and future prospective. Biochemia Medica, 27(3). doi: 10.11613/bm.2017.030503

    Viswanatha, B., & Naseeruddin, K. (2011). FUNGAL INFECTIONS OF THE EAR IN IMMUNOCOMPROMISED HOST: A REVIEW. Mediterranean Journal Of Hematology And Infectious Diseases, 3(1), e2011003. doi: 10.4084/mjhid.2011.003

    Holt, J. (2003). Cholesteatoma and Otosclerosis: Two slowly progressive causes of hearing loss treatable through corrective surgery. Clinical Medicine & Research, 1(2), 151-154. doi: 10.3121/cmr.1.2.151

    Earwax Buildup & Blockage (Cerumen Impaction): Symptoms & Treatment. (2020). Retrieved 11 November 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14428-ear-wax-buildup–blockage

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui Jul 09, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.