7 Prinsip Melakukan Seks Aman yang Wajib Anda Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Ketika membicarakan seputar seks aman, hal yang paling pertama terlintas adalah penggunaan kondom. Meski memang bisa mencegah risiko penularan penyakit dan kehamilan yang tidak diinginkan, cara berhubungan intim yang aman tidak hanya terbatas pada pemakaian kondom saja. Ada banyak pertimbangan serta hal lainnya yang perlu Anda persiapkan, baik secara fisik dan mental, untuk melakukan seks yang aman. Baca terus untuk cari tahu seperti apa prinsip seks aman yang sebenarnya.

Apa pentingnya mengetahui cara aman berhubungan intim?

Seks aman adalah segala bentuk aktivitas seksual yang dilakukan oleh orang-orang yang telah melakukan tindakan pencegahan untuk melindungi diri dan pasangan dari risiko penyakit menular seksual.

Semua bentuk kontak seksual membawa risikonya tersendiri, bahkan berciuman. Ya, meski sering kali dianggap sebagai aktivitas intim yang tidak berisiko, ciuman bibir bisa menjadi perantara penyebaran penyakit lewat pertukaran air liur Anda dan pasangan.

Untuk itulah, setiap orang wajib memahami cara berhubungan intim yang aman. Pasalnya, hubungan intim yang berisiko bisa menimbulkan berbagai penyakit, seperti:

Sementara itu, hubungan seks dikatakan tidak aman atau berisiko apabila Anda dan pasangan terlibat dalam aktivitas seksual tanpa tindakan pencegahan apapun, terutama tidak memakai kondom.

Sederhananya, prinsip seks aman adalah strategi yang bertujuan mengurangi risiko dan dampak buruk dari segala jenis aktivitas seksual. Prinsip seks aman juga dapat mencakup perlindungan diri dari kehamilan yang tidak direncanakan.

Bagaimana cara agar berhubungan intim tetap aman?

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk melakukan hubungan seks yang aman. Berikut rinciannya:

1. Pastikan pasangan Anda ingin berhubungan seks

komunikasi dalam seks

Komunikasi adalah kunci menjalani hubungan seksual yang sehat dan bahagia. Salah satunya dengan memberi dan mendapatkan persetujuan.

Banyak yang berpendapat bahwa persetujuan di sini berarti “suka sama suka”, tapi definisi ini masih dirasa kurang tepat.

Pasalnya, meski Anda dan dirinya memang “suka sama suka”, namun belum tentu Anda atau dirinya ingin terlibat dalam aktivitas seksual tertentu di satu waktu itu.

Persetujuan adalah perjanjian yang disepakati antara semua pihak dalam keadaan sadar untuk terlibat dalam aktivitas seksual, dan ini harus ada di setiap kesempatan.

Memberikan persetujuan untuk satu aktivitas di satu waktu tidak memberikan jaminan persetujuan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya atau kontak seksual berulang.

Misalnya, setuju untuk berciuman tidak berarti otomatis ia memberi izin Anda untuk membuka pakaiannya. Sama sama setuju untuk berhubungan seks malam ini juga tidak menjadi garansi untuk ia mau berhubungan seks di hari esok dan seterusnya.

Konfirmasi merupakan cara paling utama dan sangat penting jika Anda ingin memiliki pengalaman berhubungan intim yang baik serta aman. Jika salah satu pihak sedang tidak mood atau memang tidak ingin berhubungan seks, jangan memaksa.

Tidak hanya ini akan memercik cekcok di antara Anda berdua, namun seks yang didasari paksaan, ancaman, atau tanpa persetujuan dapat membuat Anda berurusan dengan hukum. Ingatlah bahwa “tidak” adalah “tidak”. Jadi, tidak ada cara lain untuk melanggarnya.

Persetujuan pun tidak harus verbal. Anda dapat membatalkan persetujuan kapanpun di setiap titik aktivitas seksual jika Anda merasa tidak nyaman.

2. Gunakan kondom

Kondom adalah salah satu cara yang wajib dilakukan jika Anda menginginkan berhubungan intim yang aman.

Kondom merupakan satu-satunya cara efektif untuk melindungi Anda terhadap penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan (jika ini juga menjadi kekhawatiran Anda).

Salah satu cara yang baik untuk memastikannya adalah dengan bertanya langsung apakah ia memiliki simpanan kondom. Jika tidak, bicarakan dengan dirinya tentang risiko seks tanpa kondom yang bisa Anda berdua hadapi. 

Sebagai langkah antisipasi apakah partner seks Anda punya kondom atau tidak, Anda bisa membeli kondom baru terlebih dulu sebelum memulai.

Jaminan seks aman dengan kondom pun juga dipengaruhi oleh bagaimana Anda memakainya. Menurut situs NHS, kondom mampu menjamin pencegahan kehamilan hingga 98 persen. 

Namun, cara pakai kondom yang salah dapat merobek bahannya, sehingga risiko kehamilan dan penularan penyakit pun bisa tetap mengintai Anda.

Anda bisa mengakalinya dengan memilih bahan kondom yang tepat, mengetahui cara pemakaiannya, serta menggunakan pelumas tambahan untuk mencegah kondom bocor.

3. Batasi seks hanya dengan satu orang dalam satu waktu

adegan seks dari porno

Cara berhubungan intim paling aman adalah dengan tidak bergonta-ganti pasangan seks di satu waktu. Jika Anda dan pasangan sudah berkomitmen untuk menjalani hubungan asmara yang eksklusif, maka batasi segala aktivitas seksual hanya dengan Anda dan dirinya.

Semakin sering Anda bergonta-ganti pasangan seks, apalagi terlibat dengan banyak aktivitas seks berbeda dengan beberapa orang dalam waktu yang berdekatan, semakin tinggi risiko Anda untuk tertular penyakit menular seksual.

Pasalnya, cinta satu malam dengan orang asing erat kaitannya dengan hubungan seks tanpa kondom yang sangat berpotensi menjadi gerbang penyebaran sejumlah penyakit menular.

Pada dasarnya Anda berdua tidak tahu menahu soal detil kondisi kesehatan satu sama lain. Karena jangankan status kesehatan, bahkan nama lengkap, alamat, dan pekerjaan saja mungkin tak pernah menjadi topik obrolan.

Jika Anda sudah mantap memutuskan hanya berhubungan seks dengan satu pasangan saat ini, bahkan yang resmi terikat perkawinan sekalipun, Anda juga tetap perlu mengetahui riwayat aktivitas seksualnya yang dulu.

Cek dan ricek riwayat kesehatan dan aktivitas seksual juga penting setiap kali Anda memulai hubungan dengan orang yang baru.

4. Jaga kebersihan organ intim setelah seks

kutu kelamin kutu kemaluan

Cara lain yang tak kalah penting untuk berhubungan intim dengan aman adalah menjaga kebersihan alat kelamin Anda.

Tak perlu langsung mandi, Anda cukup cuci dan bersihkan dulu organ intim sehabis berhubungan intim. Membersihkan penis dan vagina setelah berhubungan intim berguna untuk mencegah infeksi bakteri atau ragi.

Pasalnya, ketika bercinta penis dan vagina mungkin terpapar berbagai jenis kuman, bakteri, dan kotoran dari berbagai hal. Misalnya tangan, pelumas, mainan seks, dan mulut. Namun, jangan pakai sabun antibakteri atau cairan pembersih kewanitaan (douching). 

Bahan kimia dari pembersih-pembersih tersebut justru akan mengacaukan keseimbangan tingkat pH di area intim Anda. 

Hal ini yang semakin meningkatkan risiko infeksi atau iritasi. Cukup basuh alat vital Anda dengan air bersih dan ganti celana dalam dengan yang baru (jika ada).

Selain itu, penting juga setelah seks untuk langsung pergi ke kamar mandi dan buang air kecil. Ini adalah salah satu cara utama mencegah penyakit infeksi saluran kencing pada wanita.

5. Bersihkan sex toys setelah digunakan

Mainan seks alias sex toys sering kali digunakan untuk menambah kenikmatan hubungan di ranjang, atau juga dipakai untuk masturbasi.

Agar Anda terhindar dari penyakit yang berbahaya, pastikan Anda rutin membersihkan sex toys setelah digunakan. Hal ini juga berlaku meskipun Anda menggunakan mainan tersebut untuk diri sendiri.

Selain itu, hindari pula berbagi sex toys dengan orang lain. Menggunakan sex toys yang sama dengan orang lain akan memperbesar peluang Anda untuk tertular penyakit.

6. Cek sendiri tubuh Anda

Cara lain yang tidak boleh Anda lewatkan untuk berhubungan intim dengan aman adalah memahami kondisi tubuh Anda sendiri.

Hubungan seks tanpa kondom meningkatkan risiko Anda tertular penyakit kelamin. Sayangnya, banyak jenis penyakit seks menular yang tidak menunjukkan gejala apapun hingga bertahun-tahun.

Meski begitu, ada tanda-tanda awal yang bisa Anda jadikan pertanda bahwa mungkin ada sesuatu yang tidak normal dengan tubuh Anda, yaitu:

  • Penis atau vagina yang berdarah tanpa sebab
  • Rasa sakit/panas saat buang air kecil
  • Rasa sakit saat berhubungan seks
  • Ruam dan luka pada kulit (termasuk di area genital)

Bagi wanita, gejala-gejala lain yang harus diperhatikan termasuk cairan keputihan yang beda dari biasanya (misalnya, cair dan berbongkah, warnanya keruh, lebih putih susu, atau merah muda/berdarah; hingga berbau amis tajam atau busuk) dan vagina yang terasa gatal atau nyeri.

Perhatikan setiap perubahan pada tubuh Anda setelah berhubungan seks (dengan atau tanpa kondom), dan konsultasikan ke dokter jika Anda menemukan tanda dan gejala apapun yang mencurigakan.

7. Jalani tes kelamin

Lakukan pap smear jika Anda sudah berusia di atas 21 tahun dan sudah aktif secara seksual (sudah pernah berhubungan seks penetrasi).

Cara ini efektif sebagai langkah pencegahan dari penyakit menular seksual, sehingga Anda bisa senantiasa berhubungan intim dengan aman.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan tes penyakit kelamin secara berkala untuk mengecek status kesehatan reproduksi Anda.

Pada intinya, mempelajari cara-cara aman berhubungan intim melatih Anda untuk menjadi lebih bijak dalam berhubungan seksual.

Prinsip ini juga sebaiknya sudah mulai diajarkan para orangtua untuk anak-anaknya sebagai bagian dari edukasi seks sedari dini.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Selalu Ngantuk Sehabis Seks?

Kenapa selalu ngantuk sehabis seks? Ternyata bukan ego dan rasa malas penyebabnya. Yuk simak lengkap artikel berikut tentang ngantuk sehabis seks.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Psst, Kaum Adam Wajib Tahu 15 Titik Rangsang Wanita Ini!

Bukan hanya satu bagian tubuh perempuan yang sangat peka bila disentuh lelaki. Nyatanya, wanita punya 15 titik rangsang, lho! Apa saja, ya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Tips Seks 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Mana yang Paling Ampuh di Antara Obat Kuat Viagra, Cialis, atau Levitra?

Obat kuat untuk mengatasi impotensi tidak hanya Viagra saja, ada juga Cialis dan Levitra. Tapi, manakah yang paling efektif?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 17 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Disunat Atau Tidak, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Sunat tak bisa dipisahkan dari tradisi budaya dan agama. Bagaimana dari sisi medis? Lebih sehat disunat atau tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apakah petting bisa hamil

Mungkinkah Hamil Akibat Saling Menggesekkan Alat Kelamin (Petting)?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
pasangan selingkuh

3 Tips Mempertahankan Hubungan Setelah Pasangan Selingkuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
kekerasan emosional

8 Tanda Anda Mengalami Kekerasan Emosional Dalam Hubungan Asmara

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit