backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

5 Cara agar Hubungan Seks Tetap Bergairah di Usia Menopause

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 06/02/2023

5 Cara agar Hubungan Seks Tetap Bergairah di Usia Menopause

Menopause bukanlah penghalang Anda untuk menikmati kebersamaan dengan pasangan. Mungkin berhubungan seks saat ini rasanya menjadi sedikit berbeda, tetapi tentu masih bisa Anda lakukan dan nikmati. Lagipula, berhubungan seks merupakan salah satu cara untuk membuat hubungan Anda dengan pasangan menjadi lebih harmonis, bukan? Itulah mengapa Anda mungkin perlu mengikuti tips berhubungan seks dan menjaga gairah seks setelah menopause di bawah ini.

Gairah seks setelah menopause berubah

gairah setelah menopause

Suatu hal yang normal jika Anda merasa gairah seks berubah atau tidak nyaman ketika berhubungan seks saat atau setelah  menopause. Namun, bukan berarti ini menjadi penghalang Anda untuk berhubungan seks dengan pasangan.

Setelah menopause, vagina menjadi kering seiring dengan berkurangnya hormon estrogen. Akibatnya, hal ini membuat berhubungan seks terasa menyakitkan.

Inilah yang biasanya membuat pengalaman berhubungan seks saat menopause menjadi kurang nyaman.

Dilansir dari John Hopkins Medicine, lebih dari satu per tiga wanita mengalami masalah dalam berhubungan seks menjelang masa menopause atau setelah menopause.

Masalah tersebut meliputi penurunan hasrat atau gairah seks hingga kesulitan mencapai orgasme.

Kabar baiknya, Anda masih bisa mengatasi masalah tersebut, di antaranya dengan menerapkan tips berhubungan seks berikut ini.

Tips seks untuk tingkatkan gairah setelah menopause

Tak perlu risau, berikut beberapa tips jitu yang bisa Anda coba untuk menjaga maupun meningkatkan gairah setelah menopause.

1. Jangan malu

Dengan berbagai perubahan yang terjadi di tubuh Anda setelah mengalami menopause, mungkin Anda merasa malu saat berhubungan seks. Namun, usahakan untuk menghindari perasaan tersebut. 

Hindari rasa malu karena hanya akan membuat pasangan Anda tidak nyaman dengan Anda saat berhubungan seks. Bicarakan dengan pasangan Anda sebaiknya apa yang harus dilakukan saat berhubungan seks.

Beri pengertian juga ke pasangan Anda bahwa ada sedikit perubahan dari diri Anda saat menopause. Pasangan Anda pasti akan mengerti setelah memahami kondisi Anda.

Dengan membagi beban Anda dengan pasangan, Anda berdua pun bisa sama-sama mencari solusinya.

Sebaliknya, jika Anda tidak memberi penjelasan terkait kondisi yang Anda alami, risiko salah paham dengan pasangan dapat terjadi. 

2. Gunakan pelumas

Karena kondisi vagina Anda kering ketika sudah menopause, Anda mungkin perlu pelumas saat berhubungan seks untuk mengatasi rasa sakit. Anda bisa menggunakan pelumas di setiap aktivitas seksual Anda.  

Jika pelumas saja tidak cukup, Anda mungkin perlu menambahkan pelembab. Pelembab ini berfungsi untuk melembabkan kulit yang kering sehingga Anda tidak merasa sakit saat berhubungan seksual.

Selain itu, Anda perlu menghindari mencuci daerah vagina dengan sabun. Sabun dapat membuat vagina Anda menjadi lebih kering.

Jika ingin membersihkan daerah vagina, Anda hanya perlu mencucinya dengan air hangat.

3. Coba sesuatu yang baru

gairah setelah menopause, seks saat menopause

Sebelumnya telah disebutkan bahwa gairah seks dapat menurun setelah menopause. Untuk mengatasinya, mungkin Anda perlu mencoba posisi seks yang baru.

Mencoba sesuatu yang baru saat berhubungan seks dapat bantu meningkatkan gairah seksual setelah menopause dan membuat seks menjadi lebih menyenangkan.

Anda bisa mencoba posisi doggy style yang mungkin juga dapat memberi Anda kenyamanan lebih.

Anda juga bisa mencoba posisi wanita di atas (woman on top). Posisi ini memungkinkan Anda memiliki kontrol yang lebih pada tekanan dan kecepatan.

Posisi tubuh di atas pasangan juga memungkinkan Anda untuk orgasme dengan cara yang baru.

Di sisi lain, posisi spooning atau membelakangi pasangan juga bisa Anda coba. Kemudian, Anda bisa mengangkat kaki Anda ke atas untuk memungkinkan penetrasi.

Anda juga bisa mencoba posisi seks lainnya yang membuat Anda lebih nyaman saat berhubungan dengan pasangan. Selama pasangan Anda setuju, jangan takut untuk mencoba posisi seks yang baru dan menarik untuk Anda.

Selain itu, Anda mungkin bisa mencoba untuk menempatkan bantal sebagai penyangga tulang agar Anda lebih nyaman.

Tulang Anda sekarang sudah semakin menua sehingga kemungkinan sudah tidak sekuat sebelumnya untuk menahan beban tubuh pasangan.

Cobalah untuk menempatkan bantal di bawah Anda saat posisi misionaris. Hal ini dapat membantu Anda membuka vagina lebih besar.

4. Latihan sendiri

Banyak wanita yang mungkin lebih jarang masturbasi setelah menopause. Padahal, hal tersebut bisa memperburuk kondisi yang dialami.

Masturbasi sendiri dapat meningkatkan gairah seksual setelah menopause dan membuat Anda lebih siap untuk mencoba posisi seks baru dengan pasangan.

Jadi, tidak ada salahnya jika Anda bermain sendiri dengan masturbasi.

5. Lakukan secara rutin

Penurunan aktivitas seksual setelah menopause merupaka hal yang wajar bagi banyak pasangan. Namun sebaiknya, pertahankan rutinitas seksual guna menjaga gairah setelah menopause.

Berhubungan seks saat menopause secara rutin perlu dilakukan untuk menjaga gairah seksual dan bentuk vagina.

Vagina bisa lebih sempit jika Anda tidak aktif secara seksual. Jadi, walaupun Anda sudah menopause, Anda tetap perlu melakukan hubungan seksual secara rutin.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 06/02/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan