home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

9 Efek Samping Minum Pil KB yang Mungkin Terjadi

9 Efek Samping Minum Pil KB yang Mungkin Terjadi

Pil kontrasepsi atau yang biasa dikenal dengan pil KB adalah salah satu metode pencegahan kehamilan yang paling efektif. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, pil KB termasuk satu dari empat pilihan terbanyak metode KB di Indonesia. Akan tetapi, sebagian besar wanita melaporkan mengalami beberapa efek samping pil KB. Apa saja efek samping dari penggunaan pil KB yang mungkin terjadi?

Efek samping pil KB yang umum terjadi

pil kb bentuk otak

Pil KB ini mengandung hormon estrogen dan progesteron yang berfungsi untuk mencegah terjadinya pembuahan yang dilakukan sel sperma terhadap sel telur di dalam tubuh seorang wanita.

Selain dikenal sebagai alat pencegah kehamilan, pil KB juga dapat membantu mengatasi menstruasi yang tidak teratur, nyeri haid, dan jerawat.

Namun, pada beberapa wanita, mungkin ada efek samping yang bisa terjadi saat Anda mengonsumsi pil KB.

Beberapa kondisi di bawah ini dianggap sebagai beberapa efek samping dari penggunaan pil KB yang paling umum terjadi.

1. Muncul bercak darah

Pendarahan pada vagina merupakan salah satu efek samping pil KB yang paling umum.

Hampir 50% orang yang menggunakan pil KB, mengeluarkan darah atau bercak darah dari vaginanya di luar jadwal menstruasi yang biasa terjadi.

Hal ini terjadi ketika rahim meluruhkan diri agar tidak terjadi pembuahan. Setidaknya hal ini akan terjadi kurang lebih tiga bulan pertama penggunaan pil KB.

Selama mengeluarkan bercak darah, pil KB akan tetap efektif mencegah kehamilan. Pil KB membuat rahim selalu meluruh agar tidak siap dan matang jika terjadi pembuahan.

Meluruhnya dinding rahim inilah yang membuat perdarahan semakin sering. Ketika mengonsumsi pil KB, rahim akan menyesuaikan untuk terus meluruh agar tidak terjadi kehamilan.

Sebenarnya, Anda bisa menghindari salah satu efek samping dari pil KB ini. Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan pil KB di waktu yang sama setiap hari.

Hal ini dapat membantu Anda menjaga konsistensi dari kadar hormon di dalam tubuh. Selain itu, Anda disarankan untuk tetap menggunakan pil KB ini secara rutin meski muncul bercak darah.

Pasalnya, tubuh Anda mungkin secara perlahan akan beradaptasi dengan penggunaan pil ini dan bercak darah lama-lama akan hilang dengan sendirinya.

Tak hanya itu, Anda sebaiknya memastikan segala jenis obat-obatan lain yang juga Anda gunakan.

Pastikan bahwa tidak ada obat yang dapat berinteraksi dengan pil KB yang Anda konsumsi agar tidak terjadi efek samping yang satu ini.

Namun, jika Anda mengalami perdarahan berat selama tiga hari atau lebih, sebaiknya konsultasikan hal tersebut kepada dokter Anda.

2. Mual

Salah satu efek samping dari penggunaan pil KB adalah mual. Beberapa orang yang baru mulai mengonsumsi pil KB biasanya akan mengalami rasa mual yang ringan sebagai salah satu efek samping yang mungkin Anda alami.

Mual ini biasanya akan reda setelah beberapa saat. Sebagian orang mengalami gejala mual ringan, namun mungkin sebagian orang lainnya mengalami gejala mual dengan tingkat sedang, ketika mengonsumsi pil KB.

Efek samping dari penggunaan pil KB ini biasanya terjadi dalam jangka waktu yang sebentar.

Meminum pil KB dengan cara ditelan bersamaan dengan makanan atau meminumnya ketika sebelum tidur dapat membantu mencegah rasa mual tersebut muncul.

Untuk mencegah mual sebagai efek samping dari penggunaan pil KB ini, Anda tidak disarankan untuk menggunakan pil kontrasepsi ini saat perut dalam keadaan kosong.

Alangkah lebih baik jika Anda mengonsumsi obat ini setelah makan malam atau sebelum tidur.

Anda juga bisa mengonsumsi antasida atau obat maag kira-kira 30 menit sebelum mengonsumsi pil KB ini.

Tujuannya untuk menetralkan kondisi perut Anda sehingga efek samping berupa mual ini bisa dicegah.

Anda tidak perlu berhenti mengonsumsi pil KB ini meski Anda merasa mual. Pasalnya, Anda bisa saja hamil jika berhenti mengonsumsinya.

Apalagi jika Anda juga tidak menggunakan alat kontrasepsi lain sebagai cadangan. Namun jika rasa mual yang muncul sangat parah, maka Anda dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Provera
Sumber: Healthline

3. Payudara bengkak dan nyeri

Pil KB dapat menjadi penyebab payudara bengkak dan nyeri jika ditekan. Efek samping dari penggunaan pil KB ini terjadi pada minggu-minggu pertama setelah mengonsumsi pil dan akan menghilang setelah itu.

Cara untuk mencegah payudara membengkak dan terasa nyeri adalah mengurangi asupan kafein dan garam selama mengonsumsi pil KB.

Gunakan juga bra yang tidak menggunakan kawat dan tidak terlalu ketat saat dipakai untuk mengurangi gejala nyeri payudara yang Anda rasakan.

4. Berat badan bertambah

Pada dasarnya, belum ada penelitian yang bisa membuktikan hubungan antara peningkatan berat badan sebagai efek samping dari penggunaan pil KB.

Saat menggunakan pil KB, beberapa bagian di tubuh mungkin bisa bertambah besar, antara lain di sekitar payudara dan pinggul.

Namun, beberapa penelitian juga mengatakan bahwa hormon estrogen yang meningkat bisa memperbesar sel lemak. Hal inilah yang berpotensi meningkatkan berat badan Anda saat menggunakan pil KB.

Ada baiknya Anda memilih pil KB kombinasi yang mengandung jenis progesteron tertentu dengan kandungan anti mineralkortokoid.

Zat tersebut berfungsi untuk mencegah penumpukan air dan garam dalam tubuh. Jenis tersebut dapat menjaga berat badan tetap stabil dan tidak bertambah.

Segera konsultasikan lebih lanjut kepada dokter Anda mengenai pil KB jenis tersebut.

Untuk mencegah berat badan dan nafsu makan bertambah, jaga juga asupan kalori dalam makanan Anda.

Olahraga rutin juga bisa menjadi cara mencegah pembesaran bagian tubuh tertentu yang diakibatkan oleh efek samping pil KB.

5. Suasana hati mudah berubah-ubah

Salah satu efek samping dari penggunaan pil KB adalah suasana hati atau mood yang gampang berubah.

Ini disebabkan karena pil KB menekan beberapa hormon lain di dalam tubuh, termasuk hormon yan memengaruhi suasana hati.

Namun, Anda bisa melakukan beberapa cara untuk membuat mood stabil kembali. Lakukan meditasi secara rutin, misalnya setiap pagi sebelum memulai aktivitas.

Hal ini dilakukan agar hari Anda selanjutnya menjadi ceria dan tidak mood swing.

Selain itu, untuk mencegah perubahan mood ini, ada baiknya Anda konsultasi dengan dokter untuk solusi menentukan jenis kontrasepsi yang paling tepat untuk Anda.

minum pil kb saat puasa

6. Keputihan

Keputihan bisa terjadi karena efek samping pil KB yang Anda konsumsi.

Kondisi keputihan ini biasanya tidak berbahaya, namun perubahan warna atau bau keputihan bisa mengindikasikan adanya infeksi pada alat kelamin Anda.

Untuk mencegah keputihan, Anda perlu menjaga kebersihan vagina. Ganti pakaian dalam minimal sehari dua kali. Anda juga bisa menggunakan pantyliner, namun harus Anda ganti setiap empat jam sekali.

Menggunakan pantyliner terlalu lama bisa membuat vagina terkena jamur karena kelembaban pada vagina jadi bertambah.

7. Sakit kepala atau migrain

Salah satu efek samping dari penggunaan pil KB yang mungkin Anda alami adalah sakit kepala atau migrain.

Tidak seimbangnya kadar hormon yang berhubungan dengan sistem reproduksi, seperti estrogen dan progesteron, dapat menimbulkan gejala sakit kepala dan migrain.

Oleh karena itu, minum pil KB dengan jenis dan dosis yang berbeda akan menimbulkan tingkat sakit kepala yang berbeda sebagai efek samping.

Diduga bahwa pil KB dengan kadar hormon yang rendah, akan menurunkan risiko gejala sakit kepala.

8. Perubahan gairah seks

Tahukah Anda ternyata perubahan gairah seks juga bisa menjadi salah satu efek samping penggunaan pil KB?

Ya, karena mengandung estrogen dan progesteron, pil KB dapat mempengaruhi gairah seksual wanita.

Untuk sebagian orang pil KB dapat menurunkan gairah, sedangkan untuk sebagian orang lainnya konsumsi obat ini malah bisa meningkatkan gairah seksual.

9. Infeksi jamur vagina

Infeksi jamur pada vagina umumnya disebabkan oleh pertumbuhan jamur Candida albicans yang berlebihan.

Menjamurnya pertumbuhan jamur ini menyebabkan vagina gatal, terasa panas, sakit saat buang air kecil atau berhubungan seks, dan mengeluarkan keputihan abnormal (bertekstur bongkahan cair dan berbau busuk).

Infeksi jamur vagina adalah salah satu jenis infeksi yang paling sering menyerang wanita.

Menurut The National Women’s Health Resource Center, sekitar 75% wanita pernah mengalami infeksi jamur vagina setidaknya sekali seumur hidup. Bahkan pada beberapa wanita, infeksi ini bisa terjadi berulang.

Efek samping pil KB dapat meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi jamur vagina.

Ini karena pil KB mengandung ethinylestradiol, versi sintetis dari estrogen dan progestin yang diproduksi secara alami dalam tubuh wanita.

Kombinasi hormon sintetis ini dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen dan progesteron alami dalam tubuh. Bila kadar hormon tidak seimbang, gula darah bisa meningkat cukup drastis.

Namun kelebihan gula ini tidak hanya terjadi pada darah Anda, juga terdapat di dalam keringat, urin, dan lendir tubuh — termasuk lendir yang melapisi dinding vagina dan cairan vagina.

Gula adalah makanan favorit jamur. Maka tidak heran kalau jamur akan tumbuh subur di tempat yang memiliki banyak kandungan gula. Pada akhirnya, jamur akan berkembang dengan cepat dan menginfeksi vagina.

Pada dasarnya, penggunaan kontrasepsi hormon jenis apapun dapat meningkatkan risiko Anda terhadap infeksi jamur vagina dengan mekanisme yang sama. Ini termasuk kontrasepsi spiral (IUD), koyo, dan cincin KB.

Meski begitu, versi terkini dari beberapa jenis KB hormon yang ada saat ini tidak lagi menghadirkan efek yang sama.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda untuk menentukan kontrasepsi apa yang paling cocok untuk Anda. Dokter mungkin juga menurunkan dosis KB hormon Anda untuk menekan risiko infeksi jamur.

Cara mengobati infeksi jamur vagina

Salah satu efek samping penggunaan pil KB ini dapat diobati dengan obat-obatan yang dijual bebas di apotek atau warung.

Misalnya obat minum atau salep antijamur. Kebanyakan infeksi jamur dapat sembuh dalam waktu satu sampai dua minggu. Namun sebaiknya Anda tetap berkonsultasi pada apoteker atau dokter sebelum menggunakannya.

Beberapa krim antijamur yang bekerja efektif untuk mengatasi infeksi di antaranya:

Saat menggunakan obat-obatan tersebut, Anda dianjurkan untuk ‘puasa’ hubungan seksual selama perawatan. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan infeksi jamur pada pasangan Anda.

Selain itu, obat antijamur juga dapat membuat efektivitas kondom berkurang.

Jika Anda sudah minum obat anti infeksi jamur untuk mengatasi efek samping pil Kb ini tapi tidak ada perubahan yang berarti, baiknya konsultasikan pada dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Terlebih bila Anda merasakan gejala lainnya seperti sakit perut, demam, timbul keputihan berbau tak sedap, menderita diabetes, memiliki HIV, sedang hamil atau menyusui.

Tidak ada yang lebih baik daripada usaha mencegah infeksi jamur sebagai salah satu efek samping pil KB. Nah, jaga daerah kewanitaan Anda dengan hal-hal berikut ini:

  • Gunakan celana dalam berbahan katun.
  • Gunakan celana longgar, celana pendek, atau rok.
  • Hindari penggunaan celana dalam yang terlalu ketat, termasuk stocking.
  • Jaga area vagina tetap bersih dan kering.
  • Ganti pakaian renang sesegera mungkin sehabis berenang.
  • Hindari konsumsi antibiotik yang tidak perlu dan gula berlebihan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Galan, N. (2017). Birth Control and Yeast Infections: What’s The Link?. Retrieved 11 February 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/319568.php

Cronkleton, E. (2017). Can Birth Control Increase Your Risk of Yeast Infections?. Retrieved 11 February 2020, from https://www.healthline.com/health/birth-control/birth-control-yeast-infection

Roberts-Gray, G. (2011). Are Your Medications Causing Yeast Infections?. Retrieved 11 February 2020, from https://www.everydayhealth.com/hs/yeast-infection/are-medications-causing-yeast-infections/

Migraine and the contraceptive pill – The Migraine Trust. Retrieved 11 February 2020, from https://www.migrainetrust.org/living-with-migraine/coping-managing/contraceptive-pill/

Watson, S. (2018). How to Prevent Nausea from Birth Control Pills. Retrieved 11 February 2020, from https://www.healthline.com/health/birth-control/nausea-from-birth-control-pills#treatment

Smith, L. (2018). Birth control pill: Side effects, risks, alternatives, and the shot. Retrieved 11 February 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/290196.php

Nall, R. (2018). Spotting on birth control: Causes and how to stop it. Retrieved 11 February 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/322840.php#prevention


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 31/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x