Tes VCT

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Apa itu tes VCT?

VCT atau singkatan dari voluntary counseling and testing adalah serangkaian tes dan konseling yang dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang positif atau negatif mengidap HIV. Pemeriksaan HIV ini bisa dilakukan di puskesmas, klinik, atau rumah sakit yang menyediakan layanan tes VCT.

Pemeriksaan VCT bersifat sukarela yang berarti keputusan untuk mengikuti tes sepenuhnya berdasarkan inisiatif dan pilihan Anda sendiri. Selain itu, Anda juga dapat meminta pihak penyelenggara tes untuk menjaga kerahasiaan hasil tes.

Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, jumlah kasus HIV terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Jumlah kasus mencapai puncaknya pada tahun 2019 yaitu sebanyak 50.282 kasus.

Kasus HIV tertinggi dilaporkan terjadi pada kelompok usia produktif 25-49 tahun (70.4%). Kasus paling banyak dialami oleh laki-laki (64.5%) dibandingkan perempuan (35,5%).

Infeksi HIV pada awalnya tidak menimbulkan gejala awal HIV yang jelas sehingga seorang sering tidak menyadari jika sudah terinfeksi dan menularkannya pada orang lain. Oleh karena itu, diperlukan tes skrining penyakit kelamin untuk mendeteksi HIV sedini mungkin sehingga dapat mencegah penularan virus berbahaya ini.

Diagnosis dini dari pemeriksaan VCT juga membantu Anda mendapatkan pengobatan lebih cepat sehingga infeksi HIV tidak terlambat berkembang menjadi AIDS.

Siapa saja yang perlu tes VCT?

Setiap orang yang aktif secara seksual (pernah dan/atau sering berhubungan seks) perlu menjalani pemeriksaan VCT . Orang yang melakukan hubungan seks berisiko, seperti seks tanpa kondom dan berganti-ganti pasangan berisiko terkena HIV.

Pasangan yang merencanakan pernikahan dan kehamilan, dan wanita hamil juga perlu menjalani tes HIV ini apabila berisiko tinggi terhadap HIV, seperti memiliki riwayat hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi.

Tes sukarela sedari dini penting dilakukan karena HIV dapat mengancam nyawa bila terlambat dideteksi dan tidak mendapatkan pengobatan HIV yang tepat.

Kapan perlu melakukan tes VCT?

VCT terdiri dari 3 tahapan yang melibatkan konseling pra-tes, tes HIV, dan konseling setelah tes.

Tes ini bersifat rahasia karena Anda akan menandatangani lembar persetujuan tertulis sebelum mulai menjalani tes VCT. Setelah pasien menandatanganinya secara sukarela, tes VCT baru dapat segera dilakukan.

Dalam tahap tes HIV, tes serologi akan dilakukan untuk mendeteksi virus HIV-1 dan HIV-2 di dalam darah. Anda disarankan untuk melakukan tes HIV minimal setelah 3 bulan (90 hari) melakukan hubungan seks berisiko HIV untuk memastikan apakah benar Anda terinfeksi.

Tubuh umumnya akan mulai membentuk antibodi dalam sistem imun sekitar 90 hari setelah pertama kali terjangkit virus HIV. Periode ini disebut dengan masa jendela HIV.

Namun, seberapa cepat tubuh membentuk antibodi bisa berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Adapun yang membutuhkan waktu lebih lama atau bahkan lebih cepat dari 3 bulan.

Aturan tes serologi HIV

Berdasarkan Peraturan Kementerian Kesehatan RI bila hasil tes serologi pertama menunjukkan hasil non-reaktif, Anda bisa langsung dinyatakan negatif.

Akan tetapi, jika Anda termasuk kelompok berisiko seperti memiliki pasangan seksual yang terinfeksi, Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ulang minimal setelah 3 bulan dari pemeriksaan pertama dan maksimal 1 tahun.

Tes serologi HIV kedua diperlukan jika hasil tes HIV pertama menunjukkan hasil reaktif. Anda perlu melakukan tes serologi yang ketiga jika hasil tes kedua juga menunjukkan hasil reaktif.

Apabila hasil pemeriksaan kedua adalah non-reaktif Anda akan diminta mengulang tes serologi pertama dan kedua. Apapun hasil pemeriksaan ulang tersebut, Anda tetap perlu melakukan tes serologi selanjutnya (tes ketiga) untuk mendapatkan hasil diagnosis akhir.

Persiapan sebelum tes VCT

Tahapan awal untuk tes VCT adalah konseling. Konseling ini bertujuan untuk memberikan pemahaman seputar penyakit AIDS dan mempersiapkan Anda melakukan tes HIV. Di samping itu, konseling juga dapat mempersiapkan Anda untuk mengantisipasi hasil pemeriksaan VCT.

Prosedur konseling pra-tes HIV

Pemandu dalam konseling pada tes VCT adalah seorang konselor terlatih yang akan lebih dulu bertanya mengenai alasan Anda mengikuti tes.

Anda akan diminta untuk berbicara sejujur mungkin tentang ketakutan dan kekhawatiran Anda. Tenang, semua yang Anda katakan bersifat rahasia dan tidak akan dibocorkan keluar dari ruangan konseling tersebut.

Selanjutnya, konselor akan menjelaskan kepada Anda tentang apa itu HIV, bagaimana penularannya dan seberapa besar risiko Anda untuk terinfeksi.

Informasi prosedur pemeriksaan akan diterangkan secara lengkap beserta panduan mendapatkan pengobatan dan pencegahan penularan HIV.  Konselor juga akan memperbaiki kesalahpahaman yang mungkin Anda miliki tentang HIV, menjelaskan pentingnya mengetahui status HIV Anda.

Dari sesi konseling ini, Anda akan lebih memahami cara mengurangi risiko penularan HIV dari ibu ke anak (bila pasien sedang hamil) dan mencegah penyakit kelamin menular seksual.

Terakhir, konselor juga akan memberi Anda kesempatan untuk mengajukan pertanyaan tentang HIV atau pemeriksaan yang akan dijalani.

Namun perlu dicatat bahwa orang yang tidak menginginkan konseling sebelum tes tidak akan dipaksakan untuk menjalaninya. Tahapan konseling pada tes VCT adalah berdasarkan kesukarelaan dan memerlukan persetujuan dari pasien itu sendiri.

Prosedur tes VCT

Pada tahapan tes HIV, ada tiga jenis tes serologi yang umum dilakukan yaitu tes Elisa atau EIA, tes Western Blot, dan rapid test.

Tes serologi HIV pada rangkaian tes VCT bertujuan mendeteksi antibodi terhadap virus HIV-1 atau HIV-2 setelah tubuh menghasilkan jumlah antibodi yang cukup.

  • Tes Elisa dan Western Blot

Pada tes Elisa (enzyme-linked immunisorbent assay) dan Western blot, pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel darah. Sampel darah Anda akan dikirim ke laboratorium untuk pengujian antibodi HIV-1 dan HIV-2.

Tes Elisa atau EIA lebih umum digunakan dalam pemeriksaan VCT. Tes Western Blot lebih diandalkan ketika sulit mendeteksi antibodi HIV pada kasus-kasus tertentu.  Kedua tes ini memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan rapid-test HIV.

  • Rapid test HIV

Sementara pada rapid test sampel darah akan diambil oleh petugas melalui jari. Sampel darah ini akan ditempatkan di kaca objek untuk kemudia diteteskan bahan kimia khusus.

Hasil dari rapid test HIV akan tersedia dalam 20 menit. Jika hasil tes adalah reaktif, maka tes yang sama akan dilakukan lagi untuk benar-benar memastikan diagnosisnya.

Setiap tes antibodi dalam pemeriksaan VCT  (tes Elisa, tes Western Blot dan rapid test) memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda. Hal ini berpengaruh pada tingkat keakuratan hasil tes. Oleh karena itu, tes serologi mungkin perlu dilakukan beberapa kali sampai memberikan hasil diagnosis yang tepat.

Konseling setelah tes

Setelah menjalani tes dan mendapatkan hasilnya, konselor akan menjelaskan apa arti tes tersebut secara sederhana dan jelas dalam sesi konseling setelah tes. Konselor akan memberi waktu bagi Anda untuk memahami penjelasan tersebut dan bertanya lebih lanjut.

Prosedur konseling pasca-tes HIV

Jika hasil tes VCT adalah negatif, konselor tetap menganjurkan pasien untuk menekan risikonya terjangkit HIV/AIDS. Misalnya, mengedukasi tentang melakukan hubungan seksual yang aman dengan menggunakan kondom.

Konselor juga akan membantu Anda memahami kemungkinan perlu diuji ulang, mengingat kemungkinan kesalahan akibat faktor akurasi dan sensitivitas tes.

Saat hasil tes menunjukkan Anda telah terinfeksi HIV, konselor akan memberikan pendampingan dan dukungan moral untuk menguatkan mental pasien yang baru didiagnosis HIV.

Dalam pendampingan, konselor akan mendiskusikan langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan untuk mendapatkan pengobatan HIV. Konselor akan merujuk Anda ke fasilitas kesehatan agar bisa langsung ditangani dokter. Penanganan dari dokter juga akan memonitor pengobatan dilakukan secara teratur.

Selain itu, konselor akan mengingatkan dan memberikan tips untuk senantiasa menjalani gaya hidup sehat untuk HIV. Orang yang positif HIV juga akan tetap dibimbing untuk mencegah penularan HIV kepada orang-orang terdekat atau menghindari infeksi menular seksual (IMS) lainnya.

Hasil pemeriksaan VCT

Terdapat 3 kriteria diagnosis dalam pemeriksaan VCT yaitu hasil tes HIV positif, negatif, dan indeterminate (tidak dapat ditentukan). Hasil positif merujuk pada tiga tes serologi yang menunjukkan hasil reaktif.

Sementara, hasil negatif diperoleh ketika hasil tes serologi pertama negatif, tes pengungalangan non reaktif, atau salah satu tes pengulangan reaktif tapi pasien tidak termasuk kelompok berisiko.

Indeterminate menunjukkan bila 2 dari 3 tes menunjukkan hasil reaktif atau 1 hasil reaktif pada pasien yang memiliki pasangan terinfeksi.

Penting diketahui, melakukan tes pada periode masa jendela di mana antibodi tidak dapat terdeteksi dalam bisa menyebabkan hasil tes HIV keliru. Hasil bisa menunjukkan Anda negatif HIV, tapi sebenarnya virus HIV ada dalam  tubuh Anda.

Pada kasus seperti ini, biasanya Anda harus melakukan tes VCT kedua dalam 3 bulan kemudian untuk mengkonfirmasi hasil tes pertama yang negatif.

Pemeriksaan VCT adalah tes yang dapat digunakan sebagai pencegahan  HIV yang efektif serta menurukan risiko penyakit kelamin menular lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Menghangatkan Tubuh Saat Sedang Kedinginan

Mengenakan selimut dan pakaian tebal merupakan salah satu cara menghangatkan tubuh saat kedinginan. Apakah ada cara lainnya?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Informasi Kesehatan 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Hati-hati, 8 Suplemen Herbal Ini Tak Boleh Dikonsumsi Sebelum Masuk Ruang Operasi

Meski bermanfaat bagi kesehatan, beberapa suplemen herbal dapat berisiko komplikasi berbahaya jika diminum menjelang operasi. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 20 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit