Apakah Pertama Kali Seks Langsung Berisiko HIV/AIDS?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

HIV/AIDS adalah penyakit kronis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Mengingat risiko terbesar penularan HIV adalah dengan berhubungan seksual, lantas, apakah seks pertama kali selalu berisiko menyebabkan HIV/AIDS? Ketahui jawabannya dalam artikel ini.

Seberapa besar peluang tertular HIV/AIDS jika saya baru berhubungan seks pertama kali?

Jika kedua belah pihak menjalani hubungan asmara eksklusif (monogami), sama-sama baru memutuskan untu berhubungan seks pertama kali, dan telah terbukti tidak mengidap HIV/AIDS ataupun penyakit menular lainnya lewat tes penyakit kelamin, tentu risiko penularan HIV/AIDS akan amat sangat kecil — bahkan hampir mustahil.

Baik itu seks dengan kondom atau tanpa kondom tidak bisa menularkan HIV/AIDS atau penyakit kelamin lainnya jika kedua pasangan benar-benar terjamin tidak memiliki riwayat penyakit kelamin. Risiko penularan HIV/AIDS dari hubungan seks baru akan ada dan bisa sama besarnya antara yang pertama maupun yang kesekian kalinya, ketika seks dilakukan tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi virus tersebut.

Ya. Tidak menutup kemungkinan hubungan seks pertama kali bisa langsung menularkan HIV jika Anda berhubungan seks tanpa kondom dengan pasangan seks yang memiliki riwayat penyakit kelamin tertentu (beberapa penyakit kelamin bisa membuat tubuh rentan terinfeksi HIV), terdiagnosis positif HIV/AIDS, atau dengan seseorang yang sebelumnya sering gonta-ganti pasangan seks. Risiko Anda juga bisa sama besarnya jika Anda terlibat dalam cinta satu malam dengan orang yang baru dikenal.

Bahkan Anda sebenarnya juga masih bisa berisiko tinggi untuk terkena penyakit kelamin menular seperti HIV/AIDS meski telah menggunakan kondom. Pasalnya, kondom bisa robek atau cara pemakaiannya yang tidak tepat saat terbawa suasana.

Tidak ada alasan, pakai kondom itu penting!

Memakai kondom adalah cara terbaik untuk menjamin hubungan seks yang aman, entah itu untuk yang pertama kali dan (idealnya) seterusnya.

Sebab, terlepas apakah Anda berdua baru kenal atau sudah berhubungan sejak lama, besar kemungkinan Anda tidak tahu menahu soal detil kondisi kesehatan satu sama lain. Bahkan mungkin obrolan seputar “sejarah petualangan” seksual masing-masing tidak pernah diangkat di keseharian Anda berdua. Terlebih, banyak penyakit seksual menular yang bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali pada penderitanya.

Itu sebabnya selalu siap sedia kondom untuk berjaga-jaga mencegah penularan penyakit. Tidak cuma HIV/AIDS, namun juga risiko penyakit kelamin menular lainnya yang tidak kalah bahaya dari HIV.

Begitu pula dengan tes penyakit kelamin

Penting juga untuk terbuka dan membicarakan soal riwayat seks masing-masing. Mengenal dan memahami tentang seluk-beluk satu sama lain dapat sangat membantu Anda dan pasangan mencegah risiko penularan HIV dan penyakit menular seksual lainnya.

Selain itu, sama-sama menjalani tes penyakit kelamin sebelum memutuskan berhubungan seksual untuk yang pertama kalinya juga sama pentingnya. Ini bukan semata untuk memupuk kecurigaan dan ketidakpercayaan di antara Anda berdua. Mendapatkan tes penyakit kelamin justru soal menghormati satu sama lain.

Hasil tes yang negatif memungkinkan kedua belah pihak untuk terlibat penuh dalam hubungan tersebut dengan keyakinan yang mantap mengenai status kesehatan pasangan mereka dan jaminan kesehatan diri mereka sendiri.

Sebaliknya, jika hasil tes positif, ini dapat memberikan waktu untuk Anda berdua berdiskusi seputar metode pencegahan dan pengobatan yang tepat untuk ke depannya sebelum memutuskan untuk berhubungan seksual.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Fingering yang Aman saat Foreplay dengan Pasangan

Tips fingering yang aman perlu Anda terapakan bersama pasangan saat foreplay, sehingga sesi bercinta dapat berjalan secara bergairah dan menyenangkan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Kesehatan Seksual, Tips Seks 5 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Bisakah Tertular HIV di Kolam Renang?

Salah satu mitos tentang HIV adalah Anda dapat tertular melalui air. Nah, apakah penularan HIV juga tidak berlaku di kolam renang?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
HIV/AIDS, Kesehatan Seksual 6 Mei 2019 . Waktu baca 3 menit

Apakah Infeksi HIV Bisa Menular Lewat Makanan?

HIV dapat menular dengan mudah melalui paparan cairan tubuh dari penderita terhadap orang yang sehat. Namun, bisakah HIV menular lewat makanan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
HIV/AIDS, Kesehatan Seksual 14 April 2019 . Waktu baca 3 menit

6 Trik Jitu Melindungi Anak Remaja dari Jerat Pergaulan Bebas

Anak remaja sangat rentan terhadap pergaulan bebas. Jika Anda tak cepat mengambil langkah bijak, bisa-bisa anak Anda terjerumus dalam perilaku ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Remaja, Perkembangan Remaja, Parenting 20 Maret 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

seks saat hamil kelahiran prematur

Benarkah Berhubungan Seks Saat Hamil Sebabkan Kelahiran Prematur?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit
fantasi threesome; seks threesome

Kenapa Banyak Pria Punya Fantasi Seks Bercinta Bertiga (Threesome)?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit
malam pertama

Yang Harus Dilakukan Pria Menjelang Malam Pertama

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
nyamuk menularkan hiv

Bisakah HIV Menular Melalui Gigitan Nyamuk?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit