Cara Memasang Kondom yang Benar Agar Aman Berhubungan Seks

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Cara memakai kondom yang benar, penting diketahui oleh pasangan yang akan berhubungan seksual. Kondom tidak hanya berfungsi untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, tapi karet pelindung satu ini juga melindungi dari penularan penyakit lewat hubungan seks.

Sayangnya, masih banyak yang belum tahu bagaimana cara pakai kondom pria dengan benar. Padahal, kondom hanya akan efektif jika Anda memakai dengan cara yang benar. Simak ulasan berikut untuk mendapatkan informasinya.

Bagaimana cara memakai kondom yang benar?

Pastikan untuk membeli kondom yang pas sesuai ukuran penis Anda. Jika sudah menemukan dan berhasil membeli ukuran yang tepat, hal pertama dan terutama yang perlu Anda lakukan setelahnya adalah mencuci tangan dengan sabun.

Kemudian, ikuti cara menggunakan kondom yang benar berikut ini sesuai panduan dari laman Planned Parenthood:

1. Posisikan ujung kondom berada di luar

kondom
Kiri: gulungan karet masuk ke dalam (salah) | Kanan: gulungan karet kondom ada di luar (benar)

Sebelum memasang kondom, buka kemasan kondom dengan cara perlahan. Robeklah kemasan kondom di bagian paling pinggirnya ke arah luar, jangan ke tengah. Jangan menggunakan gigi atau kuku yang panjang untuk menyobek kemasan kondom.

Keluarkan kondom dari kemasan. Kemudian, cara selanjutnya yang harus Anda lakukan dalam  memakai kondom adalah tarik ujung kondom secara perlahan. Ujung kondom adalah bagian yang mencuat, bagian tersebut berada di atas.  

Saat memasang kondom, salah satu cara yang juga tidak boleh luput dari perhatian Anda adalah untuk selalu memerhatikan letak gulungan karet kondom.

Gulungan karet harus berada di luar, bukan di dalam. Jika gulungannya mengarah ke dalam tandanya kondom terbalik.

Jika Anda melakukan kesalahan menggunakan kondom dengan cara menarik kondom ke bagian dalam, jangan membalik dan memakai kondom tersebut. Buanglah kondom dan ganti dengan yang baru.

5 Tips Menghindari Masalah atau Kerusakan pada Pemakaian Kondom

2. Jepit ujung kondom dan pasang di kepala penis

cara memakai kondom
Sisakan sedikit ruang pada ujung kondom

Kondom memiliki ujung corong mencuat seperti dot bayi sebagai tempat menampung air mani.

Nah, cara memakai kondom yang benar adalah dengan menyisakan sedikit ruang di kepala penis untuk cairan yang keluar nantinya.  Jika tidak, kondom rentan robek ketika Anda nanti ejakulasi karena terdesak oleh “tembakan” air mani.

Sebelum memasang kondom, oleskan dulu sedikit pelumas seks berbahan dasar air atau silikon dengan cara mengoleskannya di bagian dalam kondom.

Selain membantu memuluskan pemakaian, cara pakai kondom pria ini membantu menghindari terbentuknya gelembung udara yang dapat menyebabkan kondom robek.

Jangan mengoleskan pelumas terlalu banyak karena kondom malah akan mudah merosot dan tidak pas.

Cara memasang kondom selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah memegang ujung kondom dengan ibu jari dan telunjuk, kemudian letakkan persis di kepala penis.

Ingat, pastikan bahwa penis sudah ereksi maksimal ketika Anda berada di tahap ini. Dengan begitu kondom bisa terpasang dengan baik.

3. Buka gulungan kondom

cara pakai kondom pria
Gulirkan lingkar karet kondom ke arah pangkal penis

Cara berikutnya dalam memasang kondom adalah membuka gulungan kondom dengan menggulirkan karet pinggirannya menggunakan ibu jari dan telunjuk tangan yang satunya.

Saat memakai kondom, jangan ditarik dengan cara paksa seperti sedang memakai kaos kaki. Gulirkan kondom perlahan hingga menutupi penis sampai ke pangkalnya.

Namun, disarankan juga untuk menyisakan ruang kosong di ujung kondom sekitar 1,5 cm sehingga ada sedikit ruang untuk menampung cairan ejakulasi.

Sementara itu, pastikan kondom tidak mengerut atau menggelembung. Maka, sangat penting membeli kondom dengan ukuran yang pas sejak awal.

Setelah Anda berhasil memastikan bahwa Anda telah menggunakan cara yang benar dalam memakai kondom dan  sudah sesuai ukuran, Anda dan pasangan bisa mulai seks dengan kondom yang aman dan nyaman tanpa perlu khawatir.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam cara pakai kondom pria

cara memilih kondom

Cara pakai kondom pria yang benar adalah selalu memastikan kondom terpasang tepat di penis selama dan sesaat setelah Anda berhubungan seks.

Jika kondom tergulung keluar, terasa licin sebelum ejakulasi, kesempitan, atau bahkan kebesaran, cara yang tepat adalah memakai kondom baru yang lebih pas.

Pastikan Anda membeli kondom yang berkualitas baik dan gunakan hanya satu kondom dalam satu waktu. Jangan khawatir dengan bahan kondom yang tampak tipis.

Kondom yang dijual bebas di pasaran sudah melalui beragam tes dan uji medis ketat mengenai kekuatan dan efektivitas produk sebelum mulai dipasarkan.

Untuk membuktikannya, Anda bisa coba untuk meniup kondom seperti balon kemudian isi penuh dengan air. Kecuali kondom tersebut memang cacat, tertusuk sebelumnya, atau tertekan, kondom itu tidak akan pecah.

Jika Anda benar-benar ingin perlindungan ganda, terutama untuk mencegah penularan penyakit kelamin, kombinasikan penggunaan kondom dengan kontrasepsi lain.

Kondom dapat digunakan bersama dengan pil KB atau IUD (KB spiral).

1. Lepas kondom yang benar

cara melepas kondom
Gulirkan lingkar karet kondom ke arah luar

Sama dengan cara memasang, cara melepas kondom setelah seks usai pun tidak boleh sembarangan.

Tidak hanya mempelajari cara memasang kondom yang benar, Anda juga perlu tahu cara melepas kondom bekas yang benar agar kondom tidak robek. Apalagi sampai bocor sehingga air mani tumpah ke mana-mana.

Dalam keadaan penis sudah ejakulasi tapi masih berada di dalam lubang (vagina, anus, atau mulut), tahan bagian pangkal lingkar karet kondom.

Lakukan ini saat penis masih dalam kondisi setengah ereksi agar kondom tidak melorot dan terlepas. Jangan menarik penis dari dalam lubang saat sudah benar-benar layu.

Setelah memastikan pangkal kondom terjaga aman, tarik penis keluar secara perlahan.

Jauhkan penis dari lubang vagina, anus, atau mulut untuk memastikan tidak ada cairan mani yang menetes masuk.

Untuk melepas kondom, tahan ujung corong kondom dengan jari dan gulirkan karet lingkar kondom ke arah luar pelan-pelan dengan tangan yang satunya.

Kemudian lepaskan seutuhnya. Setelah itu, ikat kondom agar cairan mani di dalamnya tidak bocor.

Bungkus kondom bekas itu dengan kertas atau tisu agar cairan tidak berceceran kemana-mana.

Terakhir, buanglah kondom langsung ke tempat sampah. Jangan dibuang dan disiram di toilet, karena kondom dapat menyumbat saluran toilet.

2. Gunakan kondom dengan ukuran yang pas

Selain mengetahui cara menggunakan kondom atau cara melepasnya, ketahui ukuran penis Anda sebelum membeli kondom, lakukan cara berikut.

Ambil penggaris atau tali meteran jahit, lalu tarik garis dari pangkal penis (terdekat tulang kemaluan) hingga ke ujung kepala penis.

Jangan hanya mengukur mulai dari persimpangan antara penis dan buah zakar. Lakukan pengukuran ini pada saat penis sudah ereksi untuk mendapatkan angka yang akurat.

Sebagai contoh, jika panjang penis Anda sekitar 12-15 cm ketika ereksi, gunakan kondom ukuran sedang (Regular/R).

Namun, ketimbang ukuran panjang penis, Anda sebetulnya lebih bisa mengandalkan ukuran lebar ketebalan penis (girth) sebagai patokan ukuran kondom Anda.

Pasalnya, kebanyakan kondom di pasaran hanya mencantumkan ukuran lebarnya saja.

Maka setelah mengukur panjangnya, Anda juga perlu tahu diameter ketebalan penis.

Anda bisa mengukurnya dengan mengelilingi meteran jahit di batang penis, atau ukur lebarnya dari samping jika menggunakan penggaris.

Jika mau menemukan ukuran yang lebih pas, Anda bisa membeli dulu semua ukuran yang ada untuk dicoba satu per satu.

Apabila setelah dipakai kondom ternyata merosot atau berkerut-kerut artinya kondom itu terlalu besar bagi Anda.

Begitu pun sebaliknya. Jika terlalu sesak atau sempit saat dipakai, artinya kondom Anda kekecilan.

Setiap merek punya ukuran yang berbeda, maka Anda perlu cermat sebelum membelinya.

4 Tanda Ukuran Kondom yang Anda Pakai Kurang Pas

3. Periksa kondisi kondom sebelum membeli

Jika Anda sudah tahu ukuran kondom yang sesuai, ada beberapa hal lain yang tetap harus diperhatikan saat Anda membeli kondom. Apa saja?

Cek kemasan

Pertama jika hendak membeli dan memilih kondom, periksa kemasan kondom, apakah masih dalam kondisi yang baik. Jangan asal beli yang paling murah atau paling laris.

Pasalnya, meski kemungkinannya kecil, bisa saja kemasan kondom sudah terkoyak sehingga kebersihan atau kualitas kondom tidak terjamin.

Selain itu, pilih merek kondom yang memiliki sertifikasi (FDA, CE, ISO atau Kitemark). Biasanya, kondom yang sudah memilikinya bisa membuktikan kondom tersebut telah diuji dan sesuai dengan standar keselamatan.

Periksa tanggal kedaluwarsa

Periksa tanggal kedaluwarsa kondom. Kondom kedaluwarsa atau sudah melewati batas waktu pemakaian cenderung lebih mudah pecah dan robek ketika dikenakan.

Hal ini bisa mengurangi efektivitas penggunaan kondom.

Cara pakai kondom pria merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan agar alat kontrasepsi ini efektif. Perhatikan juga cara melepas, ukuran yang sesuai dan membeli kondom dengan cermat sebagaimana dijelaskan di atas.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Badan sakit setelah olahraga sebenarnya pertanda apa? Apakah ini baik atau justru sebaliknya? Cari tahu jawabannya di sini, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Olahraga Lainnya, Kebugaran 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
fakta tentang hati manusia

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
berhenti makan junk food

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit