Panduan Pola Makan untuk Penderita HIV/ AIDS

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Seseorang yang terinfeksi HIV/ AIDS membutuhkan asupan makanan yang sehat dan seimbang. Diet untuk penderita HIV baik dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan status gizi dan juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Virus HIV dapat memperlemah sistem kekebalan tubuh sehingga penderita HIV/ AIDS membutuhkan banyak karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral untuk membantu melawan penyakit.

Selain itu, diet untuk penderita HIV/ AIDS juga ditujukan untuk membantu menyembuhkan gejala dan komplikasi HIV. Biasanya orang dengan HIV mempunyai masalah berat badan yang terus menurun, masalah infeksi, dan juga diare.

BACA JUGA: Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Terkena HIV?

Berikut ini merupakan prinsip dasar diet untuk penderita HIV/ AIDS.

Kalori

Kalori bisa Anda dapatkan dari setiap makanan yang Anda makan. Kalori ini akan diubah menjadi energi yang akan dipakai untuk melakukan berbagai aktivitas. Untuk tetap mempertahankan berat badan Anda, Anda membutuhkan banyak kalori. Kebutuhan kalori Anda per hari adalah sekitar.

  • 17 kalori x 0,5 kg berat badan, jika Anda sedang menjaga berat badan Anda
  • 20 kalori x 0,5 kg berat badan, jika Anda mempunyai infeksi
  • 25 kalori x 0,5 kg berat badan, jika Anda mengalami kehilangan berat badan

Semakin Anda mengalami banyak penurunan berat badan atau mengalami komplikasi, semakin banyak pula kalori yang Anda butuhkan.

Protein

Protein diperlukan untuk membantu membangun otot, organ, dan sistem kekebalan tubuh. Protein bisa Anda dapatkan dari hewan maupun tumbuhan, seperti ayam, daging, ikan, susu, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Pilihlah daging tanpa lemak, daging ayam tanpa kulit, dan susu rendah lemak.

Kebutuhan protein yang dibutuhkan bagi penderita HIV/ AIDS adalah:

  • 100-150 gram per hari untuk pria yang positif HIV
  • 80-100 gram per hari untuk wanita yang positif HIV
  • Tidak lebih dari 15-20% dari kebutuhan kalori per hari jika juga memiliki penyakit ginjal. Asupan protein dibatasi karena asupan protein yang terlalu banyak dapat memperberat kerja ginjal.

Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Kebutuhan karbohidrat bagi Anda per hari adalah sekitar 60%. Untuk mendapatkan jumlah dan jenis karbohidrat yang cukup, Anda bisa mendapatkannya dari:

  • Konsumsi buah-buahan dan sayuran sebanyak 5-6 porsi per hari
  • Pilih berbagai jenis sayuran dan buah-buahan dengan warna yang berbeda, sehingga Anda bisa mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh
  • Pilih karbohidrat dengan serat tinggi, seperti beras merah dan quinoa, gandum, oat, dan masih banyak lagi
  • Batasi konsumsi gula sederhana, yang bisa Anda dapatkan dari permen, cake, biskuit, atau es krim

BACA JUGA: Tips Meningkatkan Kekebalan Tubuh Bagi Penderita HIV

Lemak

Lemak memberikan energi tambahan bagi Anda untuk beraktivitas. Pilihlah makanan yang mengandung lemak baik dibandingkan lemak jahat. Untuk mendapatkan lemak baik, Anda bisa mengonsumsi kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, ikan berlemak, minyak kanola, minyak zaitun, minyak kenari, minyak jagung, minyak biji bunga matahari, dan lainnya. Batasi konsumsi daging berlemak, ayam dengan kulit, mentega, dan minyak kelapa sawit. Kebutuhan lemak untuk penderita HIV/ AIDS adalah 30% dari total kebutuhan kalori per hari, usahakan untuk memenuhi 10% kebutuhan lemak Anda dari lemak tak jenuh tunggal atau lemak baik.

Vitamin dan mineral

Vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh Anda untuk membantu mengatur proses dalam tubuh Anda. Orang dengan HIV/ AIDS membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral untuk membantu memperbaiki sel-sel dan jaringan tubuh yang rusak. Selain itu, vitamin dan mineral juga dibutuhkan untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Beberapa vitamin dan mineral yang banyak dibutuhkan oleh orang dengan HIV/ AIDS adalah:

  • Vitamin A dan betakaroten, yang bisa Anda dapatkan dari sayuran dan buah berwarna hijau tua, kuning, orange, dan merah, serta dari hati, telur, dan susu
  • Vitamin B, bisa diperoleh dari daging, ikan, ayam, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan sayuran berwarna hijau
  • Vitamin C, bisa Anda dapatkan dari jeruk, kiwi, jambu biji
  • Vitamin E, bisa Anda peroleh dari sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, dan minyak nabati
  • Zat besi, bisa Anda dapatkan dari sayuran berdaun hijau, daging merah, hati, ikan, telur, seafood, gandum
  • Selenium, bisa didapatkan dari kacang-kacangan, biji-bijian, unggas (ayam, bebek), ikan, telur, dan selai kacang
  • Seng, bisa diperoleh dari daging, unggas, ikan, susu dan produk susu, serta kacang-kacangan

Jika Anda sulit untuk mendapatkan semua jenis vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh Anda, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral untuk mencukupi kebutuhan nutrisi Anda. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum Anda mengambil suplemen.

Jika Anda mengonsumsi suplemen, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Konsumsi suplemen saat Anda sudah makan atau pada saat perut sudah terisi
  • Konsumsi suplemen secara teratur
  • Bicarakan dengan dokter Anda sebelum Anda mengonsumsi suplemen dalam dosis tinggi. Beberapa suplemen vitamin atau mineral dalam dosis tinggi dapat membahayakan kesehatan Anda.
  • Suplemen zat besi dapat menyebabkan Anda mengalami sembelit. Untuk itu, sebaiknya Anda menambahkan konsumsi cairan Anda dan meningkatkan asupan serat Anda untuk membantu mengurangi sembelit.

Air

Tidak ketinggalan adalah air. Ya, air juga banyak dibutuhkan oleh tubuh Anda untuk membantu metabolisme nutrisi dari makanan yang masuk ke tubuh Anda. Selain itu, tambahan konsumsi air juga dibutuhkan untuk:

  • Mengurangi efek samping obat
  • Membantu tubuh dalam mengeluarkan sisa-sisa obat yang telah digunakan oleh tubuh atau membuang racun dalam tubuh Anda
  • Mencegah Anda dari dehidrasi, mulut kering, dan sembelit
  • Membantu mengurangi kelelahan yang Anda rasakan

Setidaknya, Anda harus minum sebanyak 8-10 gelas per hari. Namun, terkadang Anda membutuhkan cairan lebih banyak dari ini. Sebaiknya ingat untuk selalu minum dan jangan sampai Anda merasa kehausan. Jika Anda mengalami diare atau muntah, Anda butuh minum lebih banyak dari biasanya.

BACA JUGA: Obat-obatan yang Digunakan untuk Penderita HIV

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

Beberapa jenis makanan dan minuman ternyata bermanfaat untuk meringankan keluhan pada penderita sakit maag. Apa saja daftarnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis & Maag 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Kanker Anus

DefinisiApa itu kanker anus? Kanker anus adalah sejenis kanker yang terdapat di dalam saluran anus atau dubur manusia. Jenis-jenis kanker anus tergantung pada berbagai macam jenis sel yang terdapat di dalam tubuh ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Alternatif Sehat Pengganti Kopi di Pagi Hari

Tahukah Anda bahwa minum kopi sebaiknya tidak dilakukan di pagi hari? Lalu apa yang bisa jadi alternatifnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Tips Makan Sehat, Nutrisi 5 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Sarapan

Nasi uduk atau donat mungkin menjadi pilihan sarapan Anda. Sayangnya,keduanya termasuk sarapan tidak sehat. Yuk, cek makanan yang harus dihindari pagi hari.

Ditulis oleh: Monika Nanda
Tips Makan Sehat, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
resep oatmeal sehat

7 Resep Oatmeal Sehat dan Mudah untuk di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit