Bagi pasien yang memiliki masalah pada paru-paru dan jantung, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan alat bernama extracorporeal membrane oxygenation (ECMO). Namun, prosedur penggunaan mesin ECMO tidak bisa sembarangan. Ketahui selengkapnya.
Bagi pasien yang memiliki masalah pada paru-paru dan jantung, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan alat bernama extracorporeal membrane oxygenation (ECMO). Namun, prosedur penggunaan mesin ECMO tidak bisa sembarangan. Ketahui selengkapnya.

Extracorporeal membrane oxygenation (ECMO) adalah alat bantu medis yang digunakan untuk memberi dukungan pada pasien yang mengalami masalah pada paru-paru dan jantung.
Alat ini bekerja dengan cara memompa darah keluar dari tubuh, memurnikannya dari karbon dioksida, menambahkan oksigen, kemudian memompa darah kembali ke dalam tubuh.
Mesin ECMO dapat digunakan untuk pasien dari segala usia, mulai dari bayi hingga dewasa dengan kondisi jantung dan paru-paru yang tidak berfungsi dengan baik, seperti henti jantung hingga gagal napas.
Penggunaan alat bantu jantung dan paru-paru ini dilakukan di Unit Perawatan Intensif (ICU) rumah sakit.
Perlu Anda ketahui bahwa ECMO tidak langsung menyembuhkan penyakit, tetapi memberikan bantuan sementara ketika tubuh tidak memiliki suplai oksigen dan darah yang cukup.
Mengutip Cleveland Clinic, ada beberapa kondisi yang membutuhkan penggunaan alat bantu ini, di antaranya sebagai berikut.
Acute respiratory distress syndrome (ARDS), adalah kerusakan pada paru-paru yang menyebabkan gangguan pernapasan akut. ARDS bisa terjadi karena berbagai hal berikut.
Emboli paru (pulmonary embolism) terjadi ketika gumpalan darah yang terbentuk di suatu organ tubuh, biasanya di kaki, bergerak ke paru-paru dan tersangkut.
Hal ini dapat menghalangi darah yang mengalir di paru-paru dan menyebabkan gangguan pada fungsi jantung dan paru-paru.
Anda mungkin memerlukan perawatan ECMO jika mengalami cedera pada jantung akibat kondisi di bawah ini.
Bayi baru lahir yang memiliki masalah pada jantung dan paru-paru, terutama lahir prematur. Perawatan dengan mesin ECMO membantu bayi prematur bertahan hidup.
Penggunaan alat ECMO akan mendukung fungsi vital organ tubuh, termasuk pernapasan dan sirkulasi darah.
Mesin ECMO juga dapat digunakan sebagai alat penyangga sementara bagi pasien yang menjalani transplantasi organ atau operasi besar lainnya.
ECMO bisa digunakan untuk menjaga pasien tetap hidup saat menunggu ketersediaan organ donor untuk transplantasi jantung atau paru-paru.

Pada dasarnya, alat ini bekerja dengan mengalirkan darah keluar dari tubuh melalui tabung di pembuluh darah besar di dada, dekat pangkal paha, atau leher.
Nantinya, sebuah pompa akan mendorong darah melalui tabung dan kemudian membawanya ke mesin untuk menambah oksigen dan menghilangkan karbondioksida.
Kemudian, mesin akan memompa darah kembali ke dalam tubuh. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini tahapan prosedurnya.
Apabila jantung pasien tidak dapat memompa darah sendiri, pompa mekanik ECMO akan mendukung fungsi jantung mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Setelah prosedur selesai, dokter akan memberikan obat penenang dan analgesik agar pasien tetap nyaman dan tidak merasakan sakit.
Meski bermanfaat menjaga fungsi organ vital, penggunaan mesin ini juga memiliki risiko. Berikut ini beberapa risiko yang bisa terjadi dari penggunaan mesin ECMO.
Lama durasi penggunaan ECMO bisa bervariasi tergantung dengan kondisi pasien. Beberapa pasien bisa menjalani perawatan ini selama beberapa hari hingga minggu.
Beberapa pasien lainnya mungkin bisa membutuhkan perawatan ini lebih lama. Untuk informasi lebih lengkap seputar penggunaan mesin ECMO, silahkan diskusikan dengan dokter Anda.
Kesimpulan
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO). (2023). Retrieved 11 October 2024, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/extracorporeal-membrane-oxygenation
Versi Terbaru
18/10/2024
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Edria