home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tanam Benang vs Filler Hidung, Mana yang Lebih Baik?

Tanam Benang vs Filler Hidung, Mana yang Lebih Baik?

Hidung mancung banyak dianggap dapat memengaruhi penampilan seseorang. Wajar jika Anda ingin memperbaiki tampilan hidung yang lebih baik. Selain operasi plastik hidung atau rhinoplasty ada beberapa prosedur tanpa operasi yang dapat dipilih agar hidung mancung. Tanam benang dan filler di hidung merupakan dua metode yang bisa menjadi pilihan. Namun, mana metode yang lebih baik di antara keduanya?

Apa itu tanam benang dan filler di hidung?

Metode tanam benang dan filler di hidung, bisa menjadi pilihan untuk memperbaiki penampilan atau memancungkan hidung. Secara medis, kedua metode ini boleh dilakukan dan diklaim aman selama dilakukan oleh dokter yang tepat dan berpengalaman.

Tanam benang di hidung

Tanam benang atau thread lift merupakan prosedur medis yang dilakukan dengan menanamkan benang halus di bagian batang hidung agar membentuk hidung lebih tinggi atau mancung dari biasanya. Prosedur ini diklaim aman karena menggunakan benang polydioxanone (PDO), yang merupakan salah satu benang untuk operasi, yang dapat diserap oleh tubuh.

Meski demikian, benang PDO hanya dapat bertahan pada jangka waktu tertentu, yaitu sekitar 1-2 tahun. Seseorang yang melakukan tanam benang hidung pun perlu rutin mengkonsultasikan ke dokter untuk mendapat hasil yang lebih taham lama.

Filler di hidung

Berbeda dengan tanam benang, metode filler dilakukan dengan menyuntikkan cairan ke bagian hidung tertentu. Cairan yang disuntikkan, yaitu asam hialuronat atau hyaluronic acid, yang bekerja mengubah struktur hidung, termasuk memancungkan hidung. Cairan manfaat hyaluronic acid juga dikenal memiliki khasiat untuk kecantikan wajah

Prosedur ini diklaim aman, murah, dan cepat dilakukan. Dokter hanya butuh waktu 15 menit untuk melakukan filler di hidung. Bahkan, di beberapa kasus, seseorang bisa kembali bekerja setelah prosedur filler di hidung selesai dilakukan.

Meski demikian, prosedur filler untuk memancungkan hidung pun hanya bersifat sementara, yaitu sekitar 6-12 bulan. Bila diulang secara teratur, prosedur ini bisa lebih bertahan lama, bahkan hingga 3 tahun.

Lebih baik tanam benang atau filler hidung?

Pada dasarnya, tidak ada prosedur yang lebih baik antara tanam benang atau filler di hidung. Prosedur mana yang akan dipakai untuk memancungkan hidung, tergantung dari bentuk hidung yang ingin Anda miliki. Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai prosedur yang tepat.

Sebagai pertimbangan, berikut saran yang bisa Anda digunakan, sesuai dengan keinginan Anda memancungkan hidung di bagian tertentu.

  • Bagian puncak/ujung atau tip hidung lebih tajam

Untuk seseorang yang ingin memiliki bagian puncak/ujung atau tip hidung yang tajam, disarankan menggunakan prosedur tanam benang daripada filler.

Prosedur tanam benang bisa dilakukan pada bagian-bagian kecil seperti di ujung hidung. Adapun bila menggunakan prosedur filler, cairan yang mengisi hidung bisa membuat ujung Anda terlihat lebih besar.

  • Hidung berkontur

Saat menggunakan riasan, seorang wanita kerap membuat hidung terlihat lebih berkontur dengan alat riasan yang dimiliki. Dari bagian batang hingga ujung hidung ingin terlihat lebih jelas dan tajam dari biasanya.

Bila bentuk seperti itu yang Anda inginkan, Anda bisa memiliki prosedur tanam benang. Benang dapat mengangkat bagian batang hingga ujung hidung Anda dengan baik.

  • Bagian batang hidung yang lebih tinggi

Bila Anda ingin bagian batang hidung yang lebih tinggi, Anda bisa menggunakan prosedur filler. Cairan yang disuntikkan ke hidung pada prosedur ini dapat membuat bagian batang hidung Anda lebih tinggi dengan tepat. Tentunya volume cairan yang disuntikkan tergantung pada seberapa tinggi atau bentuk hidung yang Anda inginkan.

  • Meluruskan hidung

Selain memancungkan hidung atau membuat hidung terlihat lebih tinggi, prosedur tanam benang atau filler juga bisa digunakan bila Anda ingin memperbaiki bentuk hidung menjadi lebih lurus.

Bila Anda memiliki bentuk hidung yang tampak penyok atau benjol di area tertentu, hal ini dapat diperbaiki menggunakan salah satu dari kedua prosedur tersebut.

Selain dilihat dari bentuk hidung yang diinginkan, Anda juga bisa menggunakan prosedur filler dan tanam benang di hidung secara bersamaan. Kedua prosedur ini bisa memberikan bentuk hidung yang lebih mancung di seluruh bagiannya. Konsultasikan pada dokter Anda untuk mendapatkan hasil yang baik dan sesuai.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Medical Daily. 2020. Nose Threads Vs. Nose Fillers: Which Is Better?. [online] Available at: <https://www.medicaldaily.com/nose-threads-vs-nose-fillers-which-better-445528> [Accessed 23 March 2020].

Healthline. 2020. Nonsurgical Rhinoplasty: What To Expect, Cost, Recovery, And More. [online] Available at: <https://www.healthline.com/health/nonsurgical-rhinoplasty#how-to-find-a-provider> [Accessed 23 March 2020].

Fk.unair.ac.id. 2020. Plus-Minus Tanam Benang | Kedokteran – Universitas Airlangga. [online] Available at: <https://fk.unair.ac.id/plus-minus-tanam-benang/> [Accessed 23 March 2020].

Ncbi.nlm.nih.gov. 2020. Nonsurgical Rhinoplasty With Polydioxanone Threads And Fillers. – Pubmed – NCBI. [online] Available at: <https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/31517664> [Accessed 23 March 2020].

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 26/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x