Thread Lift Alias Tanam Benang: Apa Manfaat dan Risikonya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Thread lift, alias tanam benang, adalah salah satu di antara sekian banyak tren prosedur kosmetik favorit banyak orang berkat begitu banyak ekspos media yang menggembar-gemborkan hasilnya.

Tren kecantikan sudah banyak berubah dan kini dokter bedah sudah tidak lagi merekomendasikan prosedur thread lift sebagai pilihan utama untuk pasien mereka. Apa alasannya?

Apa itu prosedur tanam benang?

Thread lift atau tanam benang adalah prosedur kosmetik cepat di mana dokter akan memasukkan jarum tipis untuk menyisipkan benang jahit polypropylene bergerigi melalui lapisan lemak di bawah kulit. Benang kemudian ditarik ketat untuk mengangkat kulit dan jaringan yang kendur pada wajah dan leher.

Pro kontra prosedur tanam benang

Tidak seperti face lift yang melibatkan pembuangan jaringan, prosedur ini hanya bergantung pada efek mengencangkan kulit dari tarikan benang untuk membuat wajah tampak lebih muda.

Jika Anda sedang mempertimbangkan operasi plastik, thread lift terdengar seperti alternatif menggiurkan: lebih murah daripada face lift, tanpa rasa sakit, dan relatif cepat.

Akan tetapi, thread lift mendapat sejumlah kritik pedas dari banyak dokter bedah plastik konvensional. Sebagian besar dari mereka mempertanyakan keabsahan prosedur tanam benang ini, karena thread lift belum pernah diteliti secara medis dan melalui peer-review mengenai efektivitas dan keamanannya.

Dilansir dari NYTimes.com, Dr. Thomas Romo III, direktur departemen bedah plastik dan rekonstruksi wajah di Lenox Hill Hospital Manhattan, berpendapat bahwa sebuah prosedur medis harus melewati penelitian laboratorium dan studi klinis setidaknya selama 10 tahun sebelum memastikan prosedur itu bisa dipasarkan ke publik.

Lebih lanjut, Romo dan sejumlah dokter bedah lainnya mempertanyakan lisensi dari sejumlah praktisi thread lift — tidak hanya dokter bedah plastik, tapi juga opthalmologist, dokter kandungan, dan dokter umum — yang hanya memiliki sedikit pelatihan seputar anatomi wajah atau prosedur operasi, di luar dari pelatihan singkat yang ditawarkan oleh sejumlah kursus informal mengenai spesialisasi operasi.

Seorang dokter yang tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman ekstensif, menurut dr. Rober Singer, dokter bedah plastik di La Jolla, bisa secara tidak sadar memasukkan jarum dan benang operasi ke dalam struktur wajah penting, seperti saraf otot wajah, dan menimbulkan efek samping seperti pengenduran dan infeksi.

Reaksi negatif dari para dokter bedah plastik ini sepertinya berangkat dari banyak masalah yang timbul dari keluhan para pasien dan sesama dokter lainnya, mengenai hasil yang tidak memuaskan.

Efek samping yang dilaporkan oleh pasien tanam benang

Sebagian besar masalah dari tanam benang dilaporkan berasal dari benang yang digunakan dalam prosedur yang – menurut para ahli – telah digunakan secara internal selama bertahun-tahun dalam operasi dan benar-benar kompatibel dengan jaringan tubuh sehingga tidak mungkin ditolak oleh sistem tubuh.

Sayangnya, banyak komplain pasien yang justru mematahkan klaim tersebut. Tidak sedikit pasien yang harus menjalankan prosedur perbaikan untuk kedua atau ketiga kalinya karena masalah yang dialami akibat benang telah yang dimasukkan.

Isu yang paling umum adalah benang timbul ke permukaan wajah dan terlihat dengan jelas, sakit kepala timbul setelah menjalani prosedur, atau sensasi kesemutan di bawah kulit. Banyak pula pasien yang mengeluhkan hasil thread lift mereka justru membuat kulit wajah mereka makin kendur atau berkerut.

Keluhan ini didukung oleh hasil sebuah survey infomal yang dilakukan American Society for Aesthetic Plastic Surgery di tahun 2005. 198 dari 900 dokter menyatakan mereka telah mencoba melakukan prosedur ini, dan 60 persennya mengatakan timbul komplikasi. Pada beberapa kasus, benang putus atau timbul ke permukaan kulit (NYTimes, 2005).

Efek jangka panjang tanam benang

Sebuah studi diketuai oleh Rima F. Abraham, MD diterbitkan di Journal of Facial Plastic Surgery tahun 2009, meneliti tentang efektivitas jangka panjang dari thread lift untuk peremajaan wajah.

Dikutip dari NCBI.com, Abraham dan tim mengumpulkan 33 partisipan thread lift: 23 pasien telah menjalani prosedur kosmetik lainnya di samping thread lift, sedangkan lainnya hanya pernah bertindak sebagai menjalankan thread lift. 10 orang sisanya bertindak sebagai kelompok kontrol pembanding.

Hasil dari setiap partisipan kemudian diteliti oleh panel dokter bedah plastik dan dinilai struktur wajah “sebelum dan sesudah” dalam sesi blind assessment, menggunakan skala 0-3. Sebulan setelah prosedur, panel menyetujui adanya peningkatan penampilan pada semua partisipan.

Namun, pada saat pemeriksaan lanjutan 21 bulan setelahnya, kelompok partisipan thread lift memiliki skor aestetik terendah, dengan nilai 0,2 – 0,5. Untuk kelompok “thread lift dan prosedur kosmetik lainnya, skor peningkatan penampilan mereka mencapai 0,5 – 1,4, sementara grup kelompok kontrol memiliki nilai 1,5 – 2,3.

Komplikasi tanam benang yang tampak dalam studi ini termasuk benang yang timbul ke permukaan wajah, dan kulit yang menjorok ke dalam. Peneliti menyetujui bahwa prosedur thread lift mengandung risiko komplikasi tinggi, sementara luka jaringan parut dalam mungkin bisa menyulitkan dokter untuk mengangkat benang. Padahal, 20% partisipan dari studi tersebut diharuskan untuk melepas benang mereka.

Jadi, apakah tanam benang efektif?

Kesimpulannya, tanam benang bukanlah prosedur yang efektif untuk memberikan hasil jangka panjang, karena prosedur ini tidak mengubah pergeseran volume wajah yang terjadi akibat proses penuaan. Alasannya, thread lift hanya “menyembunyikan “kelebihan kulit yang mengendur dengan mengencangkannya. Padahal, jaringan tersebut masih menempel di wajah. Hasil yang diperlihatkan satu bulan setelah thread lift kemungkinan besar timbul akibat pembengkakan dan peradangan, menurut Abraham.

Mungkin masih banyak klinik kecantikan di sekitar Anda yang menawarkan jasa thread lift, namun hal ini hanya terbatas pada sejumlah dokter kulit dibandingkan dengan dokter bedah plastik konvensional yang pada umumnya memberikan penilaian buruk terhadap prosedur ini.

BACA JUGA:

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

Bulu mata membantu membangun karakter wajah seseorang. Tidak heran jika bulu mata rontok bisa bikin Anda minder. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Pori-pori wajah yang besar dan tidak rata bisa mengganggu penampilan. Masker alami bisa mengecilkan pori-pori, Anda bisa memilih sesuai dengan tipe kulit.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Penuaan

Setiap orang akan mengalami penuaan. Gaya hidup dan riwayat kesehatan membuat orang bisa mengalami penuaan lebih dini. Apa saja tandanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Lansia 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

skincare anti-aging usia 50 tahun

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tips waxing di rumah

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
fungsi testis

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menghilangkan hitam di leher

Leher Hitam? Atasi dengan Cara Mudah Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit