home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ingin Punya Hidung Mancung Lewat Operasi? Simak Fakta-fakta Ini Dulu

Ingin Punya Hidung Mancung Lewat Operasi? Simak Fakta-fakta Ini Dulu

Memiliki hidung yang mancung mungkin jadi dambaan Anda. Banyak cara yang dilakukan untuk mencapainya. Salah satunya dengan operasi memancungkan hidung atau disebut juga denganrhinoplasty. Operasi memancungkan hidung dilakukan karena alasan ingin memperbaiki bentuk hidung. Selain itu, operasi memancungkan hidung ini juga dapat bermanfaat memperbaiki kesulitan bernapas karena bentuk hidung yang kurang ideal, memperbaiki cacat bawaan pada hidung, atau memperbaiki bentuk hidung yang tidak proporsional karena kecelakaan.

Namun, seperti operasi pada umumnya, prosedur ini juga menimbulkan efek samping. Jika Anda ingin melakukan operasi memancungkan hidung, ketahui beberapa fakta berikut ini.

Prosedur operasi memancungkan hidung

Operasi biasanya dilakukan dengan bius total dan berlangsung selama sekitar 90 menit. Dokter Anda akan memperbaiki ujung hidung Anda dengan mengangkat sebagian tulang rawan. Jika Anda memiliki punuk (dorsum) pada hidung, dokter dapat mengangkat atau mengikisnya.

Biasanya, dasar pada tulang di sisi hidung akan dipatahkan terlebih dulu agar hidung dapat dikecilkan dan diatur. Dokter mungkin akan membangun ulang hidung Anda.

Persiapan sebelum melakukan operasi memancungkan hidung

Selain mendatangkan risiko yang tidak kecil, operasi akan mengubah bentuk hidung Anda selamanya. Anda perlu memberi tahu dokter tujuan dan bentuk hidung seperti apa yang Anda harapkan dari operasi yang akan dilakukan. Sebaliknya, dokter juga perlu memaparkan berbagai risiko, beserta hal-hal yang dapat dilakukan dan tidak dapat dilakukan.

Sebelum melakukan operasi hidung, Anda perlu berkonsultasi kepada dokter untuk mendiskusikan berbagai hal seperti sebagai berikut ini.

1. Pemeriksaan fisik

Ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan risiko dan perubahan seperti apa yang akan dilakukan pada hidung. Proses ini dilakukan dengan memeriksa kulit, kekuatan tulang rawan, bentuk hidung, tes darah, dan tes laboratorium lain.

Hidung Anda mungkin akan dipotret dari berbagai sisi untuk kemudian dimanipulasi sebagai rancangan operasi menggunakan aplikasi komputer. Dokter juga akan memperhitungkan ukuran hidung yang cocok dengan bentuk wajah Anda.

2. Riwayat kesehatan

Ini mencakup operasi yang pernah dilakukan, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan apakah ada gangguan hidung. Jika Anda memiliki gangguan perdarahan, maka Anda mungkin disarankan untuk tidak menjalani operasi.

Di samping itu, untuk mengurangi risiko yang tidak diinginkan dan memperlancar proses pemulihan, ada beberapa hal lain yang mungkin perlu dilakukan sebelum menjalani operasi. Misalnya menghindari mengonsumsi obat yang meningkatkan risiko pendarahan, seperti aspirin atau ibuprofen, selama dua minggu sebelum dan sesudah operasi.

operasi memancungkan hidung

Risiko yang mungkin terjadi setelah operasi memancungkan hidung

Seperti operasi pada umumnya, operasi memancungkan hidung membawa beberapa risiko yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Perdarahan berlebihan, mungkin selama seminggu sehingga membuat Anda sulit bernapas.
  • Nyeri dan bengkak yang tidak kunjung mereda.
  • Infeksi.
  • Reaksi negatif terhadap obat bius.
  • Kemungkinan hidung Anda akan menjadi tampak makin buruk.
  • Terdapat bekas luka sayatan.
  • Terdapat lubang pada dinding di antara lubang hidung.
  • Kemungkinan hidung dan sekitarnya akan terasa kebas.
  • Bentuk hidung Anda menjadi aneh, yang kemudian baru akan membaik sekitar setahun kemudian.
  • Implan yang mungkin digunakan dapat terinfeksi atau menonjol keluar dari kulit sehingga memerlukan operasi lagi untuk mengganti implan tersebut.

Jika memang setelah operasi Anda mengalami keluhan dalam bentuk apa pun, segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan penanganan.

Bagaimana perawatan yang dilakukan setelah operasi memancungkan hidung?

Jika Anda dipasangi perban pada hidung, biasanya akan dilepas pada keesokan paginya. Anda mungkin akan mengalami mimisan selama 15 menit. Setelah itu, Anda diperbolehkan untuk pulang.

Anda perlu beristirahat dan menjauhi kerumunan selama dua minggu. Hal ini untuk menghindari flu yang bisa mengakibatkan infeksi sekaligus supaya hidung Anda tidak tersenggol atau terhimpit (misalnya di kendaraan umum seperti kereta komuter).

Hidung umumnya akan mengalami perdarahan selama sekitar sepekan setelah operasi. Anda mungkin memerlukan pelindung pada hidung Anda selama beberapa minggu. Jika Anda mengalami pendarahan yang berlebihan, Anda bisa beristirahat dengan posisi bantal lebih tinggi. Hal ini juga dapat dilakukan untuk meredakan pembengkakan dan perdarahan yang terjadi.

Hindari mandi air hangat maupun menundukkan kepala selama dua minggu. Berolahraga dapat membantu Anda kembali beraktivitas seperti biasa. Namun, tetap konsultasikan pada dokter terlebih dahulu. Diperlukan waktu selama beberapa bulan sampai hasil akhir hidung Anda terlihat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is rhinoplasty? https://www.plasticsurgery.org/cosmetic-procedures/rhinoplasty diakses 18 Desember 2017.

Rhinoplasty, Septorhinoplasty & Repair Of Nasal Fractures https://www.medicinenet.com/rhinoplasty/article.htm diakses 18 Desember 2017.

Primary cosmetic rhinoplasty https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22284396 diakses 19 Desember 2017.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 21/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x