Seperti manusia, kucing juga dapat mengalami masalah kesehatan, salah satunya adalah ambeien. Meski ambeien sebenarnya tidak terjadi pada kucing seperti halnya pada manusia, gejala yang mirip bisa saja muncul dan mengganggu kenyamanan anabul.
Seperti manusia, kucing juga dapat mengalami masalah kesehatan, salah satunya adalah ambeien. Meski ambeien sebenarnya tidak terjadi pada kucing seperti halnya pada manusia, gejala yang mirip bisa saja muncul dan mengganggu kenyamanan anabul.

Ambeien (hemoroid) pada manusia adalah pembengkakan pembuluh darah di area anus.
Ambeien tidak ditemukan pada kucing, tetapi beberapa masalah kesehatan pada kucing bisa menyerupai gejala ambeien pada manusia.
Hal ini karena anatomi kucing berbeda dari manusia. Kucing berjalan dengan empat kaki dan saluran pencernaannya berada dalam posisi horizontal.
Hal ini membuat tekanan pada pembuluh darah di area tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan manusia.
Jadi, jika Anda melihat gejala seperti ambeien pada kucing peliharaan, itu sebenarnya bukan ambeien seperti pada manusia.
Ada kondisi lain yang bisa menimbulkan tanda-tanda serupa, seperti infeksi, cedera, atau masalah pencernaan.
Berikut ini ciri-ciri kucing sakit di daerah anus atau dikenal dengan istilah ambeien kucing.
Artikel terkait

Gejala seperti ambeien yang dialami kucing bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti berikut ini.
Tahukah Anda bahwa kucing juga butuh asupan serat meski jumlahnya sangat sedikit? Serat baik untuk menjaga kesehatan pencernaan kucing dan mencegah sembelit.
Sembelit pada kucing dapat meningkatkan tekanan di area rektum dan anus selama buang air besar.
Tekanan ini dapat menyebabkan pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus, mirip dengan ambeien pada manusia.
Selain itu, kekurangan serat membuat feses menjadi lebih keras sehingga kucing harus mengejan lebih kuat untuk mengeluarkannya.
Infeksi di area anus dapat menyebabkan pembengkakan, peradangan, atau iritasi pada kucing, yang meningkatkan risiko terjadinya kondisi menyerupai ambeien.
Infeksi ini sering kali disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui luka kecil, seperti akibat goresan dari kuku kucing saat menjilat atau menggaruk area tersebut.
Selain itu, infeksi dapat terjadi jika kelenjar anal tersumbat atau tidak dapat mengeluarkan cairannya dengan baik.
Dikutip dari VCA Hospitals, kucing yang mengalami kondisi ini sering menyeret duburnya di permukaan kasar dan mengalami kerontokan bulu sekitar anus.
Kucing cacingan atau infeksi parasit usus, seperti cacing tambang, cacing gelang, atau cacing pita, dapat menyebabkan iritasi di sekitar anus kucing.
Hal inilah yang berpotensi menimbulkan gejala menyerupai ambeien.
Parasit ini hidup di saluran pencernaan dan sering kali menempel pada dinding usus, menghisap darah dari tubuh kucing sehingga menyebabkan peradangan dan ketidaknyamanan.
Hal ini membuat kucing sering menggesekkan tubuhnya ke permukaan atau menjilati area tersebut, yang dapat memperparah iritasi dan peradangan.
Trauma pada area anus kucing dapat menjadi salah satu penyebab peradangan yang menyerupai ambeien.
Cedera ini bisa terjadi akibat berbagai hal, seperti gesekan keras dengan permukaan kasar, gigitan atau cakaran saat kucing bertengkar.
Kucing yang mengalami cedera fisik di area ini mungkin juga menunjukkan perilaku seperti menjilati atau menggigit area yang terluka, yang justru dapat memperburuk iritasi dan menyebabkan infeksi sekunder.
Jika tidak ditangani dengan baik, cedera dapat berkembang menjadi peradangan kronis atau bahkan abses, yang memperparah kondisi kucing.
Tumor atau pertumbuhan jaringan abnormal di sekitar anus atau saluran pencernaan bawah dapat menjadi salah satu penyebab kondisi yang menyerupai ambeien pada kucing.
Penyakit pada kucing ini biasanya lebih sering terjadi pada kucing yang lebih tua. Ini karena usia lanjut meningkatkan risiko perkembangan sel-sel abnormal.
Tumor atau polip di area ini dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah sekitar anus, menyebabkan pembengkakan, iritasi, atau bahkan rasa sakit saat buang air besar.
Deteksi dini dan perawatan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup kucing yang mengalami kondisi ini.

Apabila Anda melihat kucing mengalami gejala yang sudah disebutkan di atas, segeralah bawa ke dokter hewan untuk diberi perawatan lebih lanjut.
Dokter biasanya akan mendiagnosis dan bertanya beberapa pertanyaan seputar kondisi kucing. Dokter kemudian akan membersihkan area anus yang tersumbat atau terinfeksi.
Setelah itu, cara mengobati kucing dengan gejala seperti ambeien dilakukan sesuai penyebab yang mendasarinya. Berikut beberapa caranya.
Jika kucing menderita kondisi yang menyerupai ambeien, dokter hewan dapat memberikan obat untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan.
Ini bisa berupa salep topikal yang aman untuk kucing atau obat antiinflamasi oral yang membantu meredakan nyeri dan iritasi.
Apabila dokter mendiagnosis kucing menderita cacingan, dokter hewan akan meresepkan obat cacing kucing untuk membersihkan parasit dari tubuh kucing.
Obat ini penting untuk mengatasi penyebab utama yang dapat memperburuk kondisi anus kucing.
Jika sembelit adalah masalah yang mendasari ambeien, pola makan kucing perlu diperbaiki.
Memberikan makanan yang kaya serat atau makanan basah kucing yang lebih lembut dapat membantu mencegah sembelit dan mempermudah proses buang air besar.
Pastikan juga kucing selalu cukup minum untuk menjaga feses tetap lembut.
Setelah mendapatkan rekomendasi dari dokter hewan, Anda dapat memberikan perawatan rumah seperti menjaga kebersihan area anus.
Gunakan tisu basah atau kain lembut untuk membersihkan area anus secara perlahan, terutama jika kucing memiliki kebiasaan menjilat atau menggaruk area tersebut.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Constipation in Cats: VCA Animal Hospitals. (n.d.). Retrieved 4 February 2025, from https://vcahospitals.com/know-your-pet/constipation-in-cats
Anal Sac Disease in Cats: VCA Animal Hospitals. (n.d.). Retrieved 4 February 2025, from https://vcahospitals.com/know-your-pet/anal-sac-disease-in-cats
Constipation. (n.d.). Retrieved 4 February 2025, from https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/cornell-feline-health-center/health-information/feline-health-topics/constipation
Disorders of the Rectum and Anus in Cats – Cat Owners. (n.d.). Retrieved 4 February 2025, from https://www.msdvetmanual.com/cat-owners/digestive-disorders-of-cats/disorders-of-the-rectum-and-anus-in-cats#Rectal-and-Anorectal-Narrowing-(Strictures)_v3244431
Abnormal Growths in the Lower Intestines of Cats. (n.d.). Retrieved 4 February 2025, from https://www.petmd.com/cat/conditions/digestive/c_ct_rectoanal_polyps
Anal Gland Disorders in Cats. (n.d.). Retrieved 4 February 2025, from https://www.petmd.com/cat/conditions/skin/anal-gland-disorders-cats
Rectal Prolapse in Cats. (n.d.). Retrieved 4 February 2025, from https://www.petmd.com/cat/conditions/digestive/c_ct_rectal_prolapse
Disorders of the Rectum and Anus in Cats – Cat Owners. (n.d.). Retrieved 4 February 2025, from https://www.msdvetmanual.com/cat-owners/digestive-disorders-of-cats/disorders-of-the-rectum-and-anus-in-cats
Do Cats Need Fiber in Their Diet? (n.d.). Retrieved 4 February 2025, from https://www.petmd.com/cat/nutrition/do-cats-need-fiber-in-diet
Rojas, C. A., Marks, S. L., Borras, E., Lesea, H., McCartney, M. M., Coil, D., Davis, C. E., & Eisen, J. A. (2023). Characterization of the microbiome and volatile compounds in anal gland secretions from domestic cats (Felis catus) using metagenomics and metabolomics. Research square, rs.3.rs-2883555. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-2883555/v1
Versi Terbaru
21/02/2025
Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati
Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala