backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Kucing Anda Sembelit? Ini Penyebab dan Pengobatannya

Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen · Kesehatan · None


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 18/12/2023

Kucing Anda Sembelit? Ini Penyebab dan Pengobatannya

Sembelit adalah gangguan saluran pencernaan yang menyebabkan susah buang besar. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga kucing. Sembelit pada kucing pun bisa disebabkan oleh banyak hal sehingga pengobatannya harus disesuaikan.

Gangguan pencernaan ini biasanya juga disertai dengan gejala lain. Dengan mengenali gejala kucing sakit sembelit sedini mungkin, Anda bisa memberikan pertolongan yang lebih cepat.

Gejala kucing sembelit

Berkurangnya frekuensi buang air besar merupakan gejala utama kucing sembelit. Sebagai perbandingan, kucing sehat biasanya buang air besar 1–2 kali sehari.

Jika kucing Anda tidak buang air besar selama beberapa hari, Anda patut curiga bahwa anabul (anak bulu) Anda sedang sembelit.

Selain penurunan frekuensi buang air besar, berikut adalah gejala lain yang kerap dialami kucing sembelit.

  • Tenesmus atau kesulitan mengejan dan buang air besar.
  • Kesakitan saat buang air besar.
  • Feses berukuran lebih kecil, keras, dan kering.
  • Kucing sering mengunjungi kotak pasir atau tempat biasa buang air besar.
  • Kurang aktif.
  • Kucing tidak mau makan.

Penyebab kucing sembelit

Sembelit pada dasarnya terjadi karena feses tertahan lebih lama selama proses penyerapan di usus besar atau rektum. Akibatnya, feses menjadi lebih kering dan keras sehingga sulit dikeluarkan.

Sementara itu, tertahannya feses di dalam usus besar bisa disebabkan oleh berbagai kondisi berikut.

  • Dehidrasi: kekurangan cairan membuat usus menyerap lebih banyak air dari feses sehingga membuatnya lebih kering.
  • Penyakit ginjal kronis: penumpukan cairan dan garam memperlambat pergerakan usus sehingga feses sulit keluar.
  • Gangguan metabolisme: hipotiroidisme, kekurangan kalium, atau kekurangan kalsium.
  • Gangguan neurologis: cedera pada saraf yang mengontrol kontraksi usus.
  • Obstruksi usus besar: Penyumbatan atau penyempitan pada usus besar sehingga feses sulit melewatinya.
  • Megakolon idiopatik: pembesaran usus besar (kolon) yang mengganggu kontraksi otot di sekitar sehingga tinja sulit keluar.

Sembelit juga bisa terjadi karena kucing menelan sesuatu yang tidak bisa dicerna, seperti hairball.

Gangguan pencernaan ini juga bisa terjadi akibat efek samping obat-obatan yang dikonsumsi kucing ketika sakit.

Oleh karena itu, penting untuk membawa kucing Anda ke dokter hewan untuk memastikan penyebab sembelitnya.

Tahukah Anda?

Menurut laman Vet Cornell Edu, sebagian besar kasus kucing sembelit tidak diketahui pasti penyebabnya. Kondisi ini disebut sembelit idiopatik atau sembelit yang tidak diketahui penyebabnya.

Cara mengatasi kucing sembelit

fip kucing

Sembelit parah yang dibiarkan bisa menyebabkan obstipasi. Ini merupakan kondisi ketika usus besar sudah kehilangan kemampuannya dalam berkontraksi dan mendorong feses keluar.

Kucing yang mengalami obstipasi sudah tidak bisa buang air besar sama sekali. Beberapa di antaranya bahkan tidak bisa buang angin.

Supaya sembelit bisa segera membaik, berikut adalah beberapa perawatan yang bisa diberikan.

1. Berikan air dan makanan basah

Air akan melunakkan tekstur feses. Namun, jika anabul Anda tidak mau minum air langsung dari tempatnya, pilihan terbaik adalah memberikan cairan melalui makanan basah.

Saat memilih makanan basah, pastikan bahwa merk tersebut merupakan yang disukai anabul Anda sehingga mereka mau menghabiskannya.

2. Enema

Dalam beberapa kasus, kucing sembelit mungkin perlu diberi enema. Ini adalah penanganan sembelit dengan cara memasukkan cairan ke usus besar melalui anus.

Dengan memberikan cairan yang cukup, feses kucing bisa melunak dan usus besarnya bisa berkontraksi dengan lebih baik.

Beberapa anabul mungkin perlu mendapatkan obat penenang saat menerima enema untuk mengatasi sembelit. Pastikan Anda membawanya ke dokter untuk menerima tindakan ini.

3. Sesuaikan pola makan

Selain memberikan makanan basah untuk kucing, Anda juga perlu memastikan bahwa anabul Anda mendapatkan asupan serat dari suplemen.

Dokter bisa memberi suplemen serat larut air untuk meningkatkan jumlah feses atau suplemen serat tidak larut untuk meningkatkan asam lemak.

Kedua suplemen tersebut akan merangsang kontraksi usus besar sehingga mendorong feses keluar.

4. Obat

Laktulosa merupakan salah satu kandungan obat yang banyak digunakan untuk mengatasi kucing sembelit. Obat ini akan menarik air masuk ke usus besar sehingga proses pencernaan berjalan lancar.

Pastikan untuk membeli obat kucing sembelit di rumah sakit sesuai petunjuk dokter. Beberapa merk laktulosa bisa dicampurkan dengan makanan sehingga lebih mudah memberikannya ke anabul.

5. Pembedahan

Jika perawatan dan obat-obatan tidak juga mengatasi penyakit kucing ini, dokter hewan biasanya menyarankan opsi pembedahan.

Operasi yang disebut kolektomi subtotal ini akan dilakukan dengan cara mengangkat sebagian usus besar yang sudah tidak bisa bekerja.

Maka dari itu, pembedahan biasanya diberikan pada kucing yang sudah memasuki fase obstipasi.

Selain mengatasi sembelit, pembedahan juga perlu dilakukan untuk mencegah masuknya bakteri saluran pencernaan ke aliran darah sehingga membahayakan nyawa.

Apabila anabul Anda menunjukkan tanda-tanda sembelit, sebaiknya segera bawa ia ke dokter hewan. Dengan penanganan sedini mungkin, diharapkan sembelit lebih mudah disembuhkan.

Semua tentang kucing sembelit

  • Sembelit pada kucing ditandai dengan kucing yang tidak buang air besar selama beberapa hari, kesakitan saat mengejan, dan feses berukuran lebih kecil serta kering.
  • Penyebabnya adalah feses yang tertahan lama di dalam usus besar. Kondisi ini bisa terjadi karena dehidrasi hingga gangguan ginjal.
  • Penanganannya dapat berupa penyesuaian pola makan, pemberian enema, pengobatan, hingga pembedahan.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

drh. Hevin Vinandra Louqen

Kesehatan · None


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 18/12/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan