backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

5

Tanya Dokter
Simpan

Kenali Ciri-Ciri Kucing Sakit dari Perubahan Fisik dan Perilakunya

Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen · Kesehatan · None


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 20/09/2023

Kenali Ciri-Ciri Kucing Sakit dari Perubahan Fisik dan Perilakunya

Tentu tidak selamanya hewan peliharaan Anda dalam keadaan sehat dan baik. Akan ada momen ketika kucing jatuh sakit dan membutuhkan perhatian Anda. Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri kucing sakit dalam pembahasan berikut ini.

Ciri-ciri kucing sakit yang perlu diperhatikan

Pada dasarnya, memelihara kucing adalah sesuatu yang susah-susah gampang. Hewan yang satu ini cukup ahli dalam menyembunyikan rasa sakit yang dialaminya.

Nah, kemampuan inilah yang terkadang membuat Anda tidak menyadari cedera atau penyakit tersebut sampai kondisi kucing sudah terlalu parah.

Kucing sakit biasanya menunjukkan ciri-ciri melalui perubahan fisik atau perilakunya. Berikut ialah beberapa tanda dan gejala kucing sakit yang perlu Anda perhatikan.

1. Perubahan nafsu makan

kucing tidak mau makan

Salah satu ciri awal yang terlihat saat kucing sakit ialah perubahan nafsu makan. Anda mungkin melihat makanan kucing lebih banyak bersisa daripada biasanya atau bahkan tidak dimakan sama sekali.

Penurunan nafsu makan kucing dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan dan gangguan rongga mulut, seperti penyakit gigi, sariawan, serta trauma akibat benda asing.

2. Lebih banyak diam dan menyendiri

Jika kucing Anda mengalami kondisi seperti ini, Anda harus mencoba mengajaknya untuk melakukan aktivitas demi melihat respons si anabul (anak bulu).

Apabila ia tampak kurang responsif terhadap perilaku yang Anda berikan, waspadalah terhadap adanya gangguan pada kesehatan kucing Anda.

3. Berat badan turun atau naik drastis

Kucing yang mengalami penurunan berat badan secara signifikan mungkin mengalami beberapa penyakit, seperti sakit gigi, diabetes, radang usus, dan bahkan kanker.

Feline infectious peritonitis (FIP) juga bisa menyebabkan penumpukan cairan pada perut kucing. Hal ini menyebabkan perut kucing terlihat besar dan berat badannya naik.

Berat badan ideal kucing dewasa

Ideal atau tidaknya tubuh kucing dapat diukur dengan Body Condition Score. Umumnya, kucing memiliki skor 5 atau dianggap ideal apabila:
  • tulang rusuk kucing bisa diraba dengan sedikit lapisan lemak,
  • ada sedikit lekukan pada area antara tulang rusuk dan pinggang, dan
  • bagian perut kucing memiliki sedikit lapisan lemak ketika ditekan.

4. Perubahan kebiasaan grooming

Secara alami, kucing dapat melakukan grooming atau membersihkan tubuhnya sendiri. Kucing melakukan ini dengan cara menjilati bulu-bulu pada tubuhnya.

Kucing yang biasanya sangat rajin tetapi mulai jarang grooming bisa menandakan bahwa peliharaan Anda merasakan gangguan pada tubuhnya.

Sebaliknya, kucing akan merawat diri secara berlebihan atau overgrooming sebagai cara untuk menenangkan diri mereka saat merasa cemas.

5. Muntah terlalu sering

kucing muntah kuning

Tergolong normal bila kucing Anda sesekali muntah. Namun, muntah yang terlalu sering dapat menjadi ciri-ciri kucing sakit yang perlu Anda waspadai.

Selain dari frekuensinya, warna muntah kucing dapat menunjukkan gangguan yang dialaminya. 

6. Mengeong lebih sering

Ras kucing Bengal dan Siam dikenal lebih sering mengeong daripada ras lainnya. Namun, perubahan pola mengeong ini dapat menandakan masalah pada kucing Anda.

Kucing biasanya lebih sering mengeong untuk mengomunikasikan rasa sakit yang dialaminya. Mereka juga melakukannya saat merasa kelaparan.

Pada kucing yang berusia lebih tua, masalah kognitif juga bisa mengubah pola mengeongnya. 

7. Tidak mampu buang air kecil

Apabila Anda melihat kotak pasir kucing atau litter box dalam keadaan bersih, ini dapat menandakan bahwa kucing peliharaan Anda tidak mampu buang air kecil.

Kesulitan buang air kecil bisa menandakan adanya penyumbatan pada saluran kemih. Kondisi ini umumnya terjadi pada kucing jantan.

Ketika melihat ciri-ciri kucing sakit ini, segera periksa dengan dokter hewan. Pasalnya, hal ini bisa menyebabkan komplikasi pada ginjal dan bahkan kematian.

8. Bau mulut tidak sedap

Bau mulut atau halitosis yang parah pada kucing biasanya disebabkan oleh penyakit gigi dan mulut, misalnya radang gusi, abses gigi, tumor pada mulut, hingga infeksi calicivirus.

Mau Pelihara Kucing? Yuk. Ketahui Manfaatnya!

Siapa sangka, memelihara kucing dapat membawa beragam manfaat bagi kesehatan, baik secara fisik maupun mental.

9. Perubahan perilaku

Selain secara fisik, ciri kucing yang sedang sakit juga dapat dilihat dari perubahan perilakunya.

Salah satu penyakit pada kucing yang perlu Anda waspadai adalah rabies. Penyakit infeksi ini bisa membuat kucing berubah menjadi lebih agresif atau malah ketakutan.

Jika Anda memiliki kucing dengan ciri-ciri rabies, segera hubungi dokter hewan atau petugas pengawas hewan setempat untuk mencegah terjadinya penularan.

10. Pincang dan sulit melompat

Kucing Anda yang biasanya lincah dapat tiba-tiba menjadi pincang dan sulit melompat. Kondisi ini mungkin terjadi akibat luka atau cedera yang timbul akibat perkelahian, terjatuh, dipukul, hingga tertabrak.

Pada kucing yang lebih tua, kesulitan bergerak umumnya terjadi akibat radang sendi (arthritis).

Lain halnya dengan manusia, hewan peliharaan Anda tidak bisa memberitahukan bagian mana dari tubuh mereka yang terasa sakit.

Pengobatan kucing sakit setelah melakukan diagnosis sendiri (self-diagnosis) tentu berisiko. Ini tentu makin memperparah kondisi atau penyakit yang dialami oleh si anabul.

Saat memperhatikan perubahan pada fisik atau tingkah laku kucing, segera periksakan dengan dokter hewan untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Kesimpulan

  • Secara umum, ciri-ciri kucing sakit dapat Anda lihat dari perubahan fisik dan perilakunya.
  • Beberapa ciri-ciri tersebut adalah nafsu makan berubah, muntah, mengeong lebih sering, bau mulut tidak sedap, hingga perilaku agresif.
  • Penting untuk periksa dengan dokter hewan bila kucing peliharaan Anda menunjukkan tanda-tanda masalah kesehatan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

drh. Hevin Vinandra Louqen

Kesehatan · None


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 20/09/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan