home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Herbal untuk Daya Tahan Tubuh yang Ampuh, Apa Saja?

Herbal untuk Daya Tahan Tubuh yang Ampuh, Apa Saja?

Menjaga daya tahan tubuh dapat mengurangi risiko terserang penyakit. Rupanya, asupan pun memengaruhi imunitas, seperti pada tanaman herbal untuk daya tahan tubuh. Apa sajakah jenisnya?

Daftar bahan herbal untuk daya tahan tubuh kuat

Beberapa tanaman herbal yang ampuh mampu memperkuat sistem imun, yaitu:

1. Echinacea

manfaat echinacea

Echinacea sudah terkenal sebagai herbal untuk daya tahan tubuh sejak lama. Tanaman yang dikenal dengan nama lain coneflower ini bersifat imunostimulan atau mampu meningkatkan cara kerja sistem imun.

Mengutip riset terbitan jurnal Pharmacognosy Review (2015), echinacea bekerja dengan beberapa cara.

Pertama, echinacea mengaktifkan proses fagositosis, yakni proses sel-sel fagosit mampu menyerap dan “menelan” bakteri, virus, maupun zat asing sehingga tubuh tidak rentan terkena infeksi.

Echinacea juga merangsang produksi sel darah putih yang juga berguna untuk memberantas bakteri, virus, dan racun.

Tanaman herbal ini juga membantu merangsang sel fibroblas. Sel ini berguna untuk mempercepat produksi kolagen dan elastin pada kulit sehingga proses penyembuhan luka pun lebih cepat.

Echinacea juga berguna untuk meningkatkan aktivitas pernapasan sehingga sel darah putih bisa bergerak di dalam tubuh dengan optimal.

2. Ginseng

manfaat ginseng korea

Ginseng juga terkenal sebagai tanaman untuk menjaga kekebalan tubuh.

Studi terbitan jurnal Journal of Ginseng Research (2021) menemukan bahwa ginseng mengandung senyawa yang penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh, seperti:

  • saponin,
  • protein,
  • asam amino,
  • alkaloid,
  • fenolik,
  • terpenoid,
  • fitosterol,
  • vitamin B, dan
  • berbagai mineral.

Penelitian ini juga menemukan bahwa senyawa pada ginseng mampu meningkatkan jumlah dan aktivitas sel T dan sel B.

Sel T berguna untuk memberantas infeksi di dalam tubuh, meningkatkan toleransi terhadap hal-hal asing yang tidak berbahaya, dan memperkuat tubuh dari ancaman kanker.

Sementara itu, sel B bekerja dengan cara memproduksi antibodi yang melawan bakteri dan virus.

Ginseng pun membantu mengurangi senyawa sitokin yang memicu peradangan tubuh. Oleh karena itu, tidak heran bila ginseng cocok sebagai obat herbal untuk daya tahan tubuh yang kuat.

3. Bawang putih

bawang putih untuk kolesterol

Bawang putih tidak hanya digunakan dalam masakan tetapi juga bermanfaat sebagai obat herbal untuk daya tahan tubuh.

Bawang putih mengandung senyawa yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan kuman penyebab penyakit, yakni alliin.

Saat bawang putih dihancurkan atau dikunyah, senyawa ini berubah menjadi allicin.

Senyawa pada bawang putih berpotensi mengurangi peradangan pada tubuh dengan berbagai mekanisme, seperti mengurangi senyawa sitokin dan meningkatkan respon untuk melawan patogen virus dan bakteri.

Dalam melawan patogen, bawang putih juga mampu meningkatkan produksi makrofag atau salah satu jenis sel yang ada pada sel darah putih.

Selain itu, bawang juga berpotensi menghambat pelepasan histamin sehingga mengurangi reaksi alergi berlebih.

4. Meniran

meniran

Meniran adalah salah satu tanaman khas Indonesia yang sudah digunakan untuk keperluan kesehatan sejak dulu.

Tanaman dengan nama ilmiah Phyllanthus niruri ini kaya akan senyawa tanaman, seperti:

  • lignan,
  • flavonoid,
  • terpenoid,
  • alkaloid,
  • polifenol,
  • kumarin,
  • saponin, dan
  • tanin.

Senyawa ini mampu melemahkan pelepasan senyawa sitokin penyebab peradangan tubuh.

Selanjutnya, meniran juga berpotensi meningkatkan aktivitas sel darah putih dalam melawan patogen bakteri dan virus. Aktivitas sel T dan sel B di dalam tubuh pun turut meningkat.

Salah satu kandungan flavonoid, quercetin, juga bekerja menekan enzim COX-2 pada tubuh agar jumlahnya tetap terkendali.

Jika enzim ini diproduksi berlebihan, hal ini dapat mengakibatkan gangguan fungsi sel imun, seperti pada penyakit autoimun.

5. Kunyit

Kunyit mengandung senyawa curcumin. Selain memberikan warna kuning khas pada kunyit, senyawa ini juga berpotensi untuk menjaga kekebalan tubuh.

Curcumin ternyata berpotensi meningkatkan kadar antibodi, tepatnya imunoglobulin G dan imunoglobulin M. Kedua ini berperan penting untuk melawan infeksi bakteri dan virus.

Selain itu, kunyit juga membantu mengaktifkan sel T. Jadi, tubuh tidak rentan mengalami reaksi berlebih akibat zat-zat asing yang tidak membahayakan.

Tidak sampai di situ, kunyit juga mampu menurunkan senyawa sitokin yang memicu peradangan pada tubuh.

Kurkumin bahkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri Helicobacter pylori yang menyebabkan penyakit saluran pencernaan gastritis.

Perlu Anda ketahui, gastritis akan memicu peradangan sehingga lapisan pelindung saluran pencernaan melemah.

Jika kondisi ini terjadi, saluran pencernaan rentan terkena infeksi bakteri jahat sehingga imun Anda menurun.

6. Daun kelor

Daun kelor

Daun kelor seringkali diolah menjadi tambahan sup atau dikeringkan dan diolah menjadi bubuk. Ini pun kerap digunakan sebagai bahan herbal untuk daya tahan tubuh oleh orang Indonesia.

Daun tanaman Moringa oleifera ini memberikan efek meningkatkan daya tahan tubuh melalui beberapa cara.

Pertama, daun kelor mampu bekerja langsung memberantas patogen virus, bakteri, dan jamur berbahaya.

Kandungan asam amino dan flavonoidnya mampu mengurangi daya tahan hidup mikroorganisme berbahaya pada tubuh.

Kedua, daun kelor mampu mengurangi respon peradangan pada sel imun tubuh. Efek ini akan berpotensi mengurangi risiko terkena penyakit akibat peradangan kronis, kelainan imun, dan penyakit autoimun.

Tidak hanya itu, daun kelor juga mempercepat produksi sel fibroblas sehingga luka pun cepat sembuh dan mengurangi risiko infeksi pada luka.

Cara mengonsumsi tanaman herbal untuk daya tahan tubuh

minum teh herbal saat hamil
Sumber: Kinedu Blog

Anda bisa mengonsumsi bahan herbal ini dalam bentuk suplemen. Suplemen yang telah terdaftar BPOM sudah terstandardisasi sehingga kandungan dan dosisnya lebih stabil.

Suplemen juga mempermudah Anda untuk mengonsumsi bahan herbal yang sulit ditemukan di Indonesia, seperti echinacea dan ginseng.

Pastikan Anda baca aturan pakainya agar aman dan tidak mengganggu pengobatan yang sedang Anda jalani.

Selain itu, Anda bisa menambahkan rempah-rempah, seperti kunyit, daun kelor, dan bawang putih ke dalam olahan masakan Anda.

Kunyit pun bisa Anda olah dalam bentuk teh seduhan bahan herbal. Caranya, cuci bersih kunyit, rebus air, lalu masukkan parut kunyit, dan tunggu air mendidih.

Beberapa herbal untuk daya tahan tubuh memiliki senyawa yang berpotensi untuk menjaga kesehatan tubuh.

Hanya saja, ada beberapa riset yang masih diujicobakan pada hewan. Oleh karena itu, efektivitasnya masih membutuhkan studi lebih lanjut.

Jadi, pastikan Anda tidak menggunakan bahan-bahan tersebut sebagai pengganti pengobatan utama. Selalu konsultasikan pada dokter sebelum mengonsumsinya.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Saeidnia, S., Manayi, A., & Vazirian, M. (2015). Echinacea purpurea: Pharmacology, phytochemistry and analysis methods. Pharmacognosy Reviews, 9(17), 63. doi: 10.4103/0973-7847.156353

Uribe-Querol, E., & Rosales, C. (2020). Phagocytosis: Our Current Understanding of a Universal Biological Process. Frontiers In Immunology, 11. doi: 10.3389/fimmu.2020.01066

Lim, J., Grinstein, S., & Roth, Z. (2017). Diversity and Versatility of Phagocytosis: Roles in Innate Immunity, Tissue Remodeling, and Homeostasis. Frontiers In Cellular And Infection Microbiology, 7. doi: 10.3389/fcimb.2017.00191

NCI Dictionary of Cancer Terms. (2022). Retrieved 17 January 2022, from https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/t-cell

Kumar, B., Connors, T., & Farber, D. (2018). Human T Cell Development, Localization, and Function throughout Life. Immunity, 48(2), 202-213. doi: 10.1016/j.immuni.2018.01.007

B Cells | British Society for Immunology. (2022). Retrieved 17 January 2022, from https://www.immunology.org/public-information/bitesized-immunology/cells/b-cells

Hyun, S., Ahn, H., Kim, H., Kim, S., So, S., & In, G. et al. (2021). Immuno-enhancement effects of Korean Red Ginseng in healthy adults: a randomized, double-blind, placebo-controlled trial. Journal Of Ginseng Research, 45(1), 191-198. doi: 10.1016/j.jgr.2020.08.003

NCI Dictionary of Cancer Terms. (2022). Retrieved 18 January 2022, from https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/macrophage

Arreola, R., Quintero-Fabián, S., López-Roa, R., Flores-Gutiérrez, E., Reyes-Grajeda, J., Carrera-Quintanar, L., & Ortuño-Sahagún, D. (2015). Immunomodulation and Anti-Inflammatory Effects of Garlic Compounds. Journal Of Immunology Research, 2015, 1-13. doi: 10.1155/2015/401630

Jantan, I., Haque, M., Ilangkovan, M., & Arshad, L. (2019). An Insight Into the Modulatory Effects and Mechanisms of Action of Phyllanthus Species and Their Bioactive Metabolites on the Immune System. Frontiers In Pharmacology, 10. doi: 10.3389/fphar.2019.00878

Catanzaro, M., Corsini, E., Rosini, M., Racchi, M., & Lanni, C. (2018). Immunomodulators Inspired by Nature: A Review on Curcumin and Echinacea. Molecules, 23(11), 2778. doi: 10.3390/molecules23112778

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan Diperbarui 10 jam lalu