home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Benarkah Mandi Malam-Malam Bisa Bikin Masuk Angin?

Benarkah Mandi Malam-Malam Bisa Bikin Masuk Angin?

Pulang larut malam terkadang membuat Anda jadi dilema, antara ingin mandi dulu atau langsung tidur saja. Rasanya ingin langsung tidur tanpa mandi, tapi badan terasa lengket dan membuat tidur jadi tidak nyaman. Di sisi lain, banyak orang yang bilang kalau mandi malam bisa membuat Anda rentan terkena flu dan masuk angin saat bangun tidur. Lantas, apakah benar sering mandi malam bisa bikin masuk angin? Yuk, cari tahu fakta seputar efek mandi malam lewat ulasan berikut ini.

Kenali dulu penyebab masuk angin

Pada dasarnya, dunia medis lokal maupun internasional tidak mengenal adanya istilah masuk angin.

Ya, masuk angin ini hanyalah “penyakit” buatan masyarakat saat merasa “tidak enak badan” seakan-akan terlalu banyak angin yang masuk ke dalam tubuh.

Sebenarnya, istilah masuk angin merupakan kumpulan gejala yang muncul dari dua penyakit, yaitu maag (gastritis) dan flu biasa (common cold).

Itulah sebabnya, masuk angin sering kali digambarkan dengan badan lemas, demam, perut kembung, begah, sering sendawa, sakit kepala, hingga batuk.

Penyebab masuk angin bermacam-macam. Seringnya disebabkan karena terlalu lama di ruangan ber-AC atau sering keluar di malam hari.

Jadi singkatnya, kebanyakan penyebab masuk angin erat kaitannya dengan paparan udara dingin yang menimbulkan gejala-gejala masuk angin tadi.

Apa benar sering mandi malam juga bisa memberi efek masuk angin?

Kepercayaan bahwa sering mandi malam bisa memberi efek masuk angin ternyata tidak sepenuhnya salah.

Meskipun tidak berhubungan secara langsung, ada beberapa hal penting yang dapat memicu masuk angin setelah mandi malam.

Selama ini, Anda mungkin takut mandi malam karena suhu air yang dingin bisa menyebabkan masuk angin.

Namun, ternyata tidak sesederhana itu. Gejala flu karena masuk angin hanya bisa muncul jika tubuh Anda terserang virus flu.

Ini artinya, sekadar paparan udara atau air dingin saat mandi saja tidak bisa membuat Anda terserang flu atau masuk angin, selama tidak ada virus flu yang masuk ke dalam tubuh.

Lain halnya jika tubuh Anda sudah sangat lelah atau sedang demam, lalu memutuskan untuk langsung mandi malam.

Pada saat ini, suhu tubuh Anda masih tinggi alias terlalu panas karena baru saja selesai beraktivitas seharian.

Ketika Anda langsung mandi malam tanpa istirahat terlebih dahulu, suhu air yang dingin akan membuat pembuluh darah langsung menyempit.

Akibatnya, aliran darah yang mengandung oksigen jadi tidak lancar dan membuat Anda rentan jatuh sakit. Entah itu demam, pusing, sakit kepala, rematik, meriang, hingga masuk angin.

Hal yang sama juga berlaku jika Anda mandi dengan air hangat. Mandi air hangat secara tiba-tiba juga rentan meningkatkan tekanan darah Anda.

Efek lainnya dari mandi malam hari

Selain berpotensi menyebabkan masuk angin, mandi malam juga berisiko membawa akibat buruk lain untuk kesehatan jika tidak dilakukan dengan tepat.

Mandi terlalu lama di malam hari bisa menyebabkan kulit kering dan lebih mudah mengalami iritasi, terutama jika Anda memakai air hangat untuk mandi.

Lakukan ini dulu agar tidak merasakan efek samping mandi malam

Pada dasarnya, tidak ada batasan waktu tertentu yang menyatakan bahwa Anda harus mandi pagi dan menghindari mandi malam – atau sebaliknya.

Akan tetapi, jika Anda memutuskan untuk tetap mandi meski sudah terlalu malam, ada baiknya istirahatkan tubuh Anda sejenak sebelum mandi.

Biarkan suhu tubuh Anda menurun dan normal terlebih dahulu, barulah kemudian Anda boleh mandi.

Di malam hari, Anda sebaiknya mandi dengan air hangat supaya tidak merasakan efek “kaget” dengan perbedaan suhu air dan tubuh.

Selain itu, mandi air hangat juga dapat memberikan sensasi nyaman di kulit dan melemaskan otot-otot yang tegang setelah seharian beraktivitas.

Tubuh jadi lebih rileks dan membuat Anda tidur lebih nyenyak. Anda pun tak perlu cemas lagi akan terkena masuk angin saat bangun tidur.

Idealnya, Anda sebaiknya mandi 1-2 jam sebelum tidur untuk merasakan tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas.

Supaya Anda terhindar dari efek kulit kering, sebaiknya hindari mandi terlalu lama di malam hari. Anda cukup menghabiskan waktu di kamar mandi paling lama 10 menit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Greene, G (2016). Morning Shower Vs. Night Shower: Which One Is Better? – Black Doctor. Retrieved June 23, 2021, from https://blackdoctor.org/morning-shower-vs-night-shower-which-works-for-you/2/ 

Wu, B. (2020). 8 Signs You Should Shower In The Morning Instead Of At Night – Life Hack. Retrieved June 23, 2021, from https://www.lifehack.org/423936/8-signs-you-should-shower-in-the-morning-instead-of-at-night 

Can A Shower Before Bed Help You Sleep? – Cold or Hot? – Sleep Advisor. (2020). Retrieved June 23, 2021, from https://www.sleepadvisor.org/showering-before-bed/ 

Harding, E., Franks, N., & Wisden, W. (2019). The Temperature Dependence of Sleep. Frontiers In Neuroscience, 13. https://doi.org/10.3389/fnins.2019.00336

Buijze, G., Sierevelt, I., van der Heijden, B., Dijkgraaf, M., & Frings-Dresen, M. (2018). Correction: The Effect of Cold Showering on Health and Work: A Randomized Controlled Trial. PLOS ONE, 13(8), e0201978. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0201978

Tai, Y., Saeki, K., Yamagami, Y., Yoshimoto, K., Kurumatani, N., Nishio, K., & Obayashi, K. (2019). Association between timing of hot water bathing before bedtime and night-/sleep-time blood pressure and dipping in the elderly: a longitudinal analysis for repeated measurements in home settings. Chronobiology International, 36(12), 1714-1722. https://doi.org/10.1080/07420528.2019.1675685

Buijze, G., Sierevelt, I., van der Heijden, B., Dijkgraaf, M., & Frings-Dresen, M. (2016). The Effect of Cold Showering on Health and Work: A Randomized Controlled Trial. PLOS ONE, 11(9), e0161749. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0161749

Mooventhan, A., & Nivethitha, L. (2014). Scientific evidence-based effects of hydrotherapy on various systems of the body. North American Journal Of Medical Sciences, 6(5), 199. https://doi.org/10.4103/1947-2714.132935

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 23/06/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus