Kenapa Bisa Ada Orang yang Tidak Suka Minum Air Putih?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi kebanyakan orang, minum air putih itu sudah seperti bernapas. Bukan masalah suka atau tidak suka, melainkan masalah kebutuhan jasmani. Akan tetapi, ada saja sebagian orang yang tidak suka air putih. Mereka lebih memilih kehausan atau mencari minuman selain air putih. Kok bisa, ya? Ini dia berbagai alasan dan cara mengatasinya.

Kenapa bisa ada orang yang tidak suka air putih?

Tanpa minum air putih, tubuh akan mengalami dehidrasi sehingga organ-organ tubuh Anda tidak berfungsi dengan baik. Selain itu, air putih juga menyegarkan dan mampu melepas dahaga. Namun, seseorang bisa saja tidak suka air putih karena hal-hal berikut ini.

1. Ketagihan gula

Coba perhatikan kalau Anda sering ngidam makanan atau minuman yang manis serta selalu kalap ketika mengonsumsi makanan manis. Anda mungkin saja ketagihan gula.

Orang yang ketagihan gula biasanya lebih menyukai minuman yang ada rasanya, tidak hambar atau tawar seperti air putih. Ini karena indra pengecap orang yang ketagihan gula baru akan bereaksi secara positif kalau Anda minum minuman seperti teh manis, soda rasa buah-buahan, atau jus kemasan.

Karena tidak terbiasa dengan makanan atau minuman yang hambar, air putih pun jadi terasa tidak sedap di lidah.

Cara mengatasinya: Supaya tidak terlalu hambar, tambahkan irisan buah-buahan segar atau rempah dedaunan dalam air putih. Minum infused water memang akan membuat air minum Anda lebih sedap dan manis.  

Cobalah untuk menambahkan irisan buah lemon, stroberi, kiwi, anggur, apel, nanas, atau jambu. Rempah dedaunan seperti daun mint juga bisa menambah cita rasa yang khas pada air minum Anda.

Selain rasanya lebih enak, infused water juga tampak lebih berwarna daripada air putih biasa. Hal ini bisa mengecoh pikiran Anda sendiri, seolah Anda sedang minum jus buah yang manis, bukan air putih.

2. Kembung setelah minum air

Ada orang yang tidak suka air putih karena setelah minum perut jadi terasa kembung. Nah, ini mungkin karena cara Anda minum salah. Seharusnya saat perut kosong, minum satu atau dua gelas air putih tidak bikin kembung. Akan tetapi, kalau Anda minum seliter air sekaligus, perut Anda bisa kelebihan cairan. Anda pun jadi merasa kembung dan mual.

Begitu juga kalau Anda baru minum air sesudah makan. Masalahnya, perut Anda sudah dipenuhi makanan dan cairan dari makanan.

Cara mengatasinya: Lebih baik sering minum tapi sedikit-sedikit saja. Jangan langsung minum banyak sekaligus. Misalnya minum setengah gelas air putih setiap satu jam.

Anda juga sebaiknya minum air putih sebelum makan atau saat Anda makan. Ini supaya Anda bisa mengukur perut Anda sudah terasa penuh atau belum. Sesudah makan, minum air secukupnya saja, tidak perlu berlebihan.

3. Rasa airnya aneh atau tidak sedap

Hati-hati kalau Anda tidak suka air putih karena rasanya yang aneh atau tidak sedap. Meskipun air minum memang rasanya berbeda-beda, seharusnya air putih rasanya tidak terlalu tajam atau pahit.

Rasa air yang terlalu tajam bisa saja disebabkan oleh pencemaran, penambahan bahan kimia berlebihan, atau keseimbangan Ph air yang berubah.

Cara mengatasinya: Kalau air minum di rumah Anda terasa aneh, segera periksa kualitas airnya. Misalnya Anda langganan membeli air minum galon, tanyakan dan pastikan pada penjual bahwa air belum kedaluwarsa dan disimpan di tempat yang ideal.

Bila Anda biasa merebus air dari keran PAM, segera hubungi petugas PAM. Kalau Anda merebus air yang berasal dari sumur tanah, bawa sampel airnya untuk dicek di laboratorium.

Nah, untuk sementara waktu Anda sebaiknya minum air putih dari sumber lain dulu. Misalnya beli air minum kemasan merek lain.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit