Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengulik Penyebab Penyakit Autoimun dan Berbagai Faktor Risikonya

Mengulik Penyebab Penyakit Autoimun dan Berbagai Faktor Risikonya

Sistem kekebalan tubuh bekerja setiap harinya untuk melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Namun, ada kalanya penyakit juga bisa timbul dari kesalahan sistem imun sendiri, seperti yang terjadi pada penyakit autoimun. Penyakit autoimun diperkirakan menyerang 4% dari total populasi di dunia. Lantas, apa sebenarnya penyebab dan faktor risiko penyakit autoimun?

Penyebab penyakit autoimun

mengalami penyakit autoimun, penyebab penyakit autoimun

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang telah terbentuk salah mengidentifikasi zat asing.

Alih-alih melindungi tubuh dari virus atau bakteri, sistem kekebalan malah menyerang jaringan atau sel tubuh manusia yang sehat. Sistem kekebalan keliru menganggap jaringan tubuh tersebut sebagai sesuatu yang berbahaya.

Sebenarnya, mekanisme kemunculan reaksi autoimun belum diketahui secara pasti. Namun, hal ini dapat dipengaruhi oleh keterlibatan sel darah putih yang disebut limfosit T (sel T).

Normalnya, antigen dari suatu bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh akan terdeteksi oleh sel penyaji antigen (antigen-presenting cells/APC). APC merupakan sel-sel yang berfungsi untuk melawan zat asing.

Setelah itu, sel penyaji antigen mengirimkan sinyal kepada limfosit B guna menghasilkan antibodi. Antibodi merupakan protein khusus yang bekerja untuk melindungi tubuh dari kuman penyebab penyakit.

Antibodi ini akan menempel pada antigen. Kemudian, sel T mencari antigen yang telah ditumpangi antibodi dan menghancurkannya.

Agar antibodi bisa terbentuk, toleransi terhadap antigen harus terjadi. Terbentuknya toleransi antigen diatur oleh sel T regulator.

Perlu diketahui, terkadang tubuh bisa menghasilkan sel T yang bersifat autoreaktif. Sel T autoreaktif inilah yang dapat menjadi penyebab autoimun.

Sel T regulator bekerja dengan mengendalikan sel-sel yang terlibat pada sistem imun, ini termasuk menghapus sel T yang bersifat reaktif.

Jika penghapusan tersebut tidak berjalan sempurna, sel T autoreaktif akan lolos dari seleksi dan beredar dalam tubuh yang sehat. Alhasil, aktivitas sel T terganggu dan berdampak pada penyerangan sel tubuh sendiri.

Faktor risiko penyakit autoimun

perempuan atau wanita dengan kondisi kelebihan zat besi

Ada berbagai faktor yang turut andil dalam kegagalan toleransi antigen. Berikut merupakan berbagai faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit autoimun.

1. Berjenis kelamin perempuan

Penyakit autoimun lebih banyak menyerang perempuan daripada laki-laki. Bahkan, persentasenya mencapai 80% dari seluruh pengidap autoimun.

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan hal ini. Mungkin, perubahan hormon, fungsi reproduksi, dan respons imun turut memainkan andil dalam memunculkan penyakit autoimun pada perempuan.

Terdapat suatu teori bahwa tingkat hormon yang lebih tinggi selama masa subur membuat perempuan lebih rentan mengalami autoimun. Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

2. Keturunan dari keluarga

Bila Anda punya orang tua atau kerabat di keluarga yang memiliki riwayat penyakit autoimun, ada kecenderungan Anda bisa mengalami hal yang sama.

Seperti pada penyakit keturunan lainnya, risiko Anda terhadap penyakit autoimun lebih tinggi karena Anda mewarisi variasi genetik yang dapat memengaruhi respons imun.

Namun, adanya kecenderungan genetik tidak selalu memicu kondisi autoimun. Bahkan, ada orang-orang yang mendapatkan hasil tes DNA autoimun yang positif tapi tidak memiliki penyakitnya

3. Obesitas

Obesitas bisa menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit autoimun. Masalah obesitas pun telah banyak dikaitkan dengan risiko penyakit rheumatoid arthritis dan psoriasis arthritis.

Lemak sesungguhnya dibutuhkan untuk proses metabolisme dan respons sistem kekebalan. Ketika lemak menumpuk dan jadi tidak berfungsi, maka produksi adipokin akan meningkat.

Adipokin merupakan senyawa bioaktif yang berperan dalam pengendalian rasa lapar dan kenyang, persebaran lemak di dalam tubuh, tekanan darah, serta peradangan.

Bila produksinya meningkat, adipokin akan menimbulkan peradangan dan mengancam kerja sistem kekebalan tubuh. Alhasil, sistem imun pun mengalami gangguan.

4. Paparan zat beracun

Selain faktor internal, faktor gaya hidup dan lingkungan juga dapat berperan dalam meningkatkan risiko terhadap autoimun.

Salah satunya adalah kebiasaan merokok. Ketika Anda mengisap rokok, ribuan bahan kimia yang terkandung dalam asapnya akan berdampak pada sistem kekebalan tubuh.

Dampaknya bekerja melalui berbagai cara, yakni dengan memicu respons peradangan, penekanan kekebalan tubuh, dan pengembangan autoantibodi (antibodi yang menyerang organ tubuh).

Selain itu, paparan berulang terhadap zat beracun lainnya, seperti polutan dari udara atau radiasi ultraviolet, juga dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun seperti multiple sclerosis.

5. Infeksi

virus menyebabkan diabetes

Paparan dini terhadap infeksi tertentu bisa membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit autoimun. Salah satunya, infeksi EBV (epstein barr virus) banyak dikaitkan dengan risiko SLE, rheumatoid arthritis, dan sindrom Sjogren.

Ketika tubuh merasakan bahaya dari virus, sistem kekebalan tubuh akan bekerja dan menyerang virus tersebut. Namun, terkadang sel dan jaringan sehat bisa terperangkap dalam respons ini sehingga mengakibatkan penyakit autoimun.

Pada kondisi tersebut, virus yang berinteraksi dengan gen Anda mengaktifkan gen tertentu yang memengaruhi kerja sistem imun.

Akibatnya, sistem imun jadi sulit membedakan antara virus yang berbahaya dengan sel tubuh yang sehat sehingga muncul reaksi autoimun.

Itulah penyebab dan berbagai faktor risiko penyakit autoimun. Anda perlu waspada bila memiliki berbagai faktor risikonya, terutama ketika Anda sudah mengalami gejala autoimun yang tidak kunjung menghilang.

Pemeriksaan lebih dini dapat memudahkan penanganan penyakit. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke dokter bila Anda khawatir dengan gejala atau risiko tertentu.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Rosenblum, M. D., Remedios, K. A., & Abbas, A. K. (2015). Mechanisms of human autoimmunityThe Journal of clinical investigation125(6), 2228–2233. Retrieved April 5, 2022.

Autoimmune Disease: Why is My Immune System Attacking Itself? (n.d.). Johns Hopkins Medicine. Retrieved April 5, 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/autoimmune-disease-why-is-my-immune-system-attacking-itself

Yamamoto, K. (n.d.). Mechanism of AutoimmunityAutoimmune Disease. Retrieved April 5, 2022.

7 Risks of Autoimmune Disease. (2021). Global Autoimmune Institute. Retrieved April 5, 2022, from https://www.autoimmuneinstitute.org/7-risk-factors-for-autoimmune-disease/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 4 weeks ago
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa