Seharian di Ruangan Ber-AC? Ini Efeknya Pada Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Zaman sekarang, air conditioning atau biasa disebut AC, sudah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian kaum ibukota, terutama di Jakarta yang rata-rata suhunya sekitar 30 derajat celcius setiap harinya. Dalam ruangan kantor menggunakan AC, di dalam kendaraan juga menggunakan AC, dan terakhir pulang ke rumah lalu tidur juga menggunakan AC, rasanya hidup akan terasa panas tanpa bantuan AC sehari-hari. Lalu, adakah efek seharian di ruangan ber-AC bagi kesehatan tubuh?

Bahaya berada seharian di ruangan ber-AC

Para peneliti di Louisiana Medical Center menemukan, AC diketahui dapat menyebabkan penyakit pada pernapasan manusia, atau disebut legionairre (infeksi saluran pernapasan akut), dan juga sebagai penyakit menular yang berpotensi fatal menghasilkan demam tinggi dan radang paru-paru.

Selain itu, efek seharian di ruangan ber AC dapat menghilangkan kelembaban udara dalam ruangan, yang mana tidak sehat bagi sistem pernapasan manusia. Embusan dingin udara yang dikeluarkan dari air conditioning juga memiliki dampak buruk bagi kulit. Hal ini berdampak dengan mengikisnya bagian luar epidermis kulit, yang akhirnya akan menimbulkan kulit kering, mengelupas, dan berujung pecah-pecah.

Apa saja efek seharian di ruangan ber-AC bagi kesehatan tubuh?

1. Menyebabkan kelelahan

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang bekerja di lingkungan dan udara yang cenderung menggunakan AC setiap hari non-stop lebih rentan mengalami sakit kepala yang hebat serta mudah lelah. Hal ini, disebabkan oleh ruangan yang terus menerus dipompa oleh udara sejuk dan dingin yang akan memproduksi lendir iritasi membran (diproduksi terus menerus) serta dapat mengakibatkan sesak napas. Maka, tak jarang para pekerja kantoran yang seharian di ruangan ber AC jadi mudah terkena pilek, flu, dan penyakit lainnya.

2. Membuat kulit menjadi kering

Efek seharian di ruangan ber-AC ini paling terasa perubahannya pada kulit tubuh. Berjam-jam di ruangan ber-AC hanya akan menghilangkan kelembaban kulit. Setelah itu, kulit juga menjadi rentan untuk muncul lipatan dan kerutan. Tidak mengejutkan jika kulit yang terus terkena paparan udara AC akan mendukung dan mempercepat proses penuaan pada tubuh, terutama pada wajah dan leher.

3. Kalau sudah biasa di ruangan ber AC, Anda jadi tak tahan suhu panas

Semakin lama Anda menghabiskan waktu di ruangan ber-AC, semakin sulit pula Anda bisa menerima suhu tanpa menggunakan AC. Hal ini dinamakan stress pada tubuh yang secara drastis menghadapi perubahan suhu secara ekstrim. Tak jarang bila sedang tidak di ruangan ber-AC, Anda akan berkeringat lebih banyak dan kulit cepat merah karena tidak tahan panas. 

Bagaimana meminimalisir efek buruk akibat seharian di ruangan ber-AC?

Mungkin akan sulit bagi Anda untuk mematikan AC di ruangan kantor atau ruangan lainnya. Tapi bukan berarti seharian Anda harus terkena paparan udara dingin dari AC. Cobalah untuk tidak selalu menggunakan AC, contohnya dengan tidak menggunakan AC di rumah. Gunakan AC kalau hanya musim panas atau suhu di luar sedang benar-benar terik.

Gunakan sabun yang kandungan pelembab dan mineralnya lebih banyak, mengingat kulit menjadi rentan rusak dan cepat keriput kalau sering terkena papara udara AC. Jika sedang berada di ruangan ber-AC gunakan pelembab, lotion, atau krim yang melembabkan dan menutrisi kulit Anda. Gunakan di area seperti wajah, leher, tangan, siku dan lutut. Pilih lotion dan pelembab berbasis air untuk menambah kelembaban kulit Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Saraf Kejepit, Apa Penyebab dan Bagaimana Gejalanya?

Jika dibiarkan terjadi dalam waktu lama, kondisi ini bisa membuat saraf Anda rusak permanen. Apa saja yang menyebabkan saraf kejepit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Zat aditif ada dalam setiap makanan kemasan. Biasanya sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, apakah berbahaya bila dikonsumsi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit