backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

10 Penyakit Paling Mematikan di Dunia, dari Diare hingga Stroke

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 11/04/2023

10 Penyakit Paling Mematikan di Dunia, dari Diare hingga Stroke

Masuk angin atau pilek yang sering Anda alami mungkin mudah diobati sehingga peluang hidupnya tinggi. Namun, ada beberapa penyakit yang sulit diobati dan bahkan berpotensi tinggi menyebabkan kematian. Jadi, apa saja penyakit mematikan di dunia?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) merilis daftar penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia. Cari tahu daftarnya di bawah ini serta waspadai gejala dan perkembangannya.

Urutan penyakit mematikan di dunia menurut WHO

Ada sepuluh penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia yang dirilis WHO. Kesepuluhnya menyumbang 55% dari 55,4 juta kematian di seluruh dunia pada 2019.

Mayoritas dari daftar kondisi medis ini merupakan penyakit kronis atau yang sudah terjadi dalam waktu lama.

Namun, beberapa lainnya tergolong penyakit menular dan infeksi parasit serta terkait dengan kondisi kesehatan ibu dan bayi.

Berikut adalah urutan penyakit mematikan di dunia menurut daftar yang dirilis oleh WHO.

1. Penyakit jantung koroner

seorang kakek mengalami serangan jantung

Menempati urutan pertama, penyakit jantung koroner atau penyakit jantung iskemik merupakan penyakit paling mematikan di dunia.

Sebanyak 16% kematian di dunia terjadi akibat penyakit jantung yang satu ini. Jumlah kematiannya terus meningkat sejak tahun 2000 hingga memasuki tahun 2019.

Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah arteri di jantung.

Akibatnya, darah yang mencapai otot jantung berkurang dan menyebabkan nyeri dada hingga berisiko pada serangan jantung dan kematian.

2. Stroke

Sekitar 11% kematian di dunia terjadi akibat stroke. Selain dunia, stroke juga tercatat sebagai salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Stroke merupakan penyakit yang memengaruhi otak. Penyakit ini terjadi ketika suplai darah ke otak terganggu sehingga membunuh sel-sel di dalamnya.

Bila kondisi tersebut terjadi di bagian otak yang mengontrol sistem pernapasan dan detak jantung, kematian mungkin terjadi.

3. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Ada di urutan ketiga, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) menyumbang 6% penyebab kematian atau sekitar 3,23 juta jiwa pada 2019 di dunia.

Di negara-negara berpenghasilan tinggi, 70% kasus PPOK terjadi akibat merokok. Sementara di negara berpenghasilan rendah-sedang, merokok menyumbang 30—40% kasus.

Jika dibiarkan, penyakit yang menyebabkan penghambatan aliran udara ini bisa memunculkan sejumlah komplikasi serius, seperti depresi, serangan jantung, hingga kematian.

4. Infeksi saluran pernapasan bawah

Infeksi saluran pernapasan bawah, seperti bronkitis, bronkiolitis, dan pneumonia, menjadi penyakit mematikan nomor empat di dunia.

Meski jumlah kasusnya menurun sejak tahun 2000, infeksi saluran pernapasan bawah masih menjadi penyakit menular paling mematikan di dunia.

Terjadi karena infeksi bakteri atau virus, infeksi saluran pernapasan bawah sering menimbulkan batuk yang parah, demam, hingga kesulitan bernapas.

5. Kondisi neonatal

perkembangan bayi prematur

Jumlah kematian akibat kondisi neonatal (bayi baru lahir) pada 2019 memang menurun sekitar 1,2 juta dibandingkan tahun 2000.

Namun, kondisi ini tetap menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dengan menempati urutan kelima.

Adapun kelahiran prematur, cacat lahir, infeksi, serta asfiksia (bayi tidak mendapatkan cukup oksigen sebelum atau selama kelahiran) menjadi penyebab utama kematian pada neonatal.

6. Kanker paru

Berkebalikan dengan fakta di atas, kematian akibat kanker pada trakea, bronkus, dan paru-paru justru meningkat dari 1,2 juta menjadi 1,8 juta jiwa pada 2019.

Jenis kanker ini pun menempati urutan ke-6 sebagai penyakit mematikan di dunia menurut WHO.

Kanker paru mungkin menimbulkan gejala yang mirip dengan penyakit pernapasan lainnya, seperti batuk, sesak napas, hingga nyeri dada.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter jika mengalami tanda-tanda tersebut yang bisa menjadi gejala penyakit berbahaya, seperti kanker.

7. Penyakit Alzheimer dan demensia

Penyakit Alzheimer merupakan bentuk demensia yang paling umum. Di samping itu, penyakit tersebut pun menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, dengan menempati urutan ke-7.

Sejalan dengan fakta tersebut, penyakit Alzheimer memang tidak dapat disembuhkan. Hingga saat ini pun, belum ada obat yang diketahui dapat mengobati penyakit Alzheimer dan demensia.

Adapun penyakit ini ditandai dengan penurunan kemampuan mental yang cukup parah. Ini termasuk kehilangan ingatan hingga kemampuan untuk berinteraksi dan menanggapi lingkungan sekitar.

8. Penyakit diare

Menempati urutan ke-8, diare menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Penyakit ini pun merupakan penyebab kematian nomor dua tertinggi pada anak di bawah usia lima tahun.

Diare pada dasarnya merupakan gejala dari infeksi pada saluran usus yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit.

Meski dapat dicegah dan diobati, diare yang terkait dengan malnutrisi dan dehidrasi sering menyebabkan kematian pada anak.

9. Diabetes

Diabetes merupakan penyebab utama dari kebutaan, gagal ginjal, serangan jantung, stroke, dan amputasi anggota tubuh bagian bawah.

Melihat fakta tersebut, wajar jika tingkat kematian akibat diabetes meningkat mencapai 70% sejak tahun 2000 dan menempati urutan ke-9 sebagai penyakit mematikan di dunia.

Meski tingkat kematiannya meningkat, Anda bisa mengontrol diabetes dengan menerapkan pola makan sehat, rutin beraktivitas fisik, menjaga berat badan, serta menghindari rokok.

10. Penyakit ginjal

Tingkat kematiannya yang meningkat pada 2019 membuat penyakit ginjal menempati urutan ke-10 sebagai penyebab kematian tertinggi di dunia menurut WHO.

Sebelumnya, pada tahun 2000, penyakit ginjal menempati urutan ke-13 dengan kasus kematian sebanyak 813.000 jiwa. Pada 2019, jumlahnya mencapai 1,3 juta jiwa.

Melansir National Kidney Foundation, orang dengan penyakit ginjal berisiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular dan kematian.

Penyakit jantung dan ginjal pun saling terkait dan memiliki faktor risiko yang sama, seperti diabetes dan hipertensi. Adapun setiap kondisi tersebut bisa saling memperburuk satu sama lain.

Tahukah Anda?

Pada tahun 2000, HIV/AIDS menempati urutan ke-8 penyebab kematian tertinggi di dunia. Namun, tingkat kematiannya yang menurun membuat penyakit ini berada di urutan ke-19 pada 2019.
Adapun penderita HIV/AIDS lebih rentan terkena berbagai masalah kesehatan lain, seperti infeksi, masalah kulit, penyakit hati, atau penyakit ginjal.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Ihda Fadila · Tanggal diperbarui 11/04/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan