Blackout, Hilangnya Kesadaran dan Ingatan Secara Tiba-Tiba

Blackout, Hilangnya Kesadaran dan Ingatan Secara Tiba-Tiba

Ketika minum alkohol secara berlebihan sampai mabuk berat, Anda lebih berisiko mengalami suatu kondisi yang dikenal sebagai blackout. Yuk, ketahui pengertian, penyebab, dan cara mencegahnya melalui pembahasan berikut ini!

Apa itu blackout?

Blackout dalam medis adalah suatu kondisi kehilangan kesadaran sementara yang diikuti oleh kehilangan ingatan, baik sebagian maupun sepenuhnya.

Kebanyakan kalangan awam merujuk istilah blackout untuk kehilangan kesadaran yang terjadi sebagai efek dari minum alkohol atau konsumsi obat-obatan tertentu.

Meski begitu, gangguan kesehatan ini pada dasarnya juga disebabkan beberapa kondisi lain, termasuk gangguan pada sirkulasi darah dan otak.

Kondisi ini umumnya tidak berdampak serius. Namun, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya, terlebih bila kondisi ini cukup sering Anda alami.

Penyebab blackout

Pingsan hilang kesadaran

Seperti telah disebutkan sebelumnya, blackout tidak hanya disebabkan oleh konsumsi alkohol dan obat-obatan. Kondisi ini juga bisa disebabkan gangguan sirkulasi darah dan otak.

Berikut ini merupakan pembahasan lebih jelas mengenai masing-masing penyebab dari kondisi ini.

1. Efek alkohol dan obat-obatan

Keracunan alkohol adalah salah satu penyebab utama blackout. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan konsentrasi alkohol darah atau blood alcohol concentration (BAC).

Kadar alkohol dalam darah bisa meningkat pesat bila Anda mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar dan waktu yang singkat. Ini berisiko terjadi saat seseorang melakukan binge drinking atau pesta miras.

Umumnya, hilang ingatan setelah mabuk alkohol terjadi ketika BAC mencapai 0,08% (0,08 gram alkohol per desiliter darah) atau lebih tinggi.

Penggunaan jenis obat-obatan tertentu, seperti vasodilator dan diuretik, juga dilaporkan dalam penelitian dapat menyebabkan pingsan dan gangguan memori.

2. Gangguan sirkulasi darah

Penyebab umum lainnya dari blackout ialah pingsan atau sinkop. Kondisi ini membuat seseorang hilang kesadaran sementara, mulai dari beberapa detik atau menit.

Tekanan darah rendah atau hipotensi biasanya menyebabkan pingsan. Ini terjadi saat jantung dan pembuluh darah tidak mampu menyuplai cukup darah dan oksigen menuju otak.

Kehilangan kesadaran akibat sinkop bisa disebabkan oleh kondisi yang cukup ringan, seperti sedang sakit, mengalami dehidrasi, atau bangun dari tidur terlalu cepat.

Dikutip dari American Heart Association, pingsan juga dapat menandakan gangguan jantung, seperti detak jantung terlalu cepat (takikardia) atau terlalu lambat (bradikardia).

3. Gangguan otak

Gangguan pada otak, seperti epilepsi atau ayan, juga bisa menyebabkan blackout. Pengidapnya akan mengalami kejang dan kehilangan kesadaran secara tiba-tiba.

Menurut peneliti dari University of California, San Francisco, jenis epilepsi yang sering memicu blackout ialah epilepsi tonik-klonik atau juga sering disebut epilepsi grand mal.

Ketika episode kejang, pengidap epilepsi bisa kehilangan kesadaran dan tubuhnya menjadi tegang atau kaku (fase tonik). Kondisi ini membuat pasien berisiko terjatuh secara tiba-tiba.

Setelahnya, otot-otot tubuh akan mulai berkontrasi sehingga menyebabkan rahang menutup dan pasien secara tidak sengaja mengigit lidahnya (fase klonik).

Dampak buruk blackout untuk kesehatan

dampak buruk blackout

Kebiasaan binge drinking alias minum alkohol secara berlebihan yang sampai menyebabkan blackout bisa menimbulkan efek jangka pendek maupun jangka panjang.

Orang yang mabuk berat hingga kehilangan kesadarannya lebih mungkin untuk terlibat dalam kecelakaan. Ini tentu meningkatkan risiko cedera dan kematian.

Konsumsi alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang juga bisa menimbulkan kerusakan pada lobus frontal, yakni bagian otak yang mengontrol fungsi kognitif.

Hal ini dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk berdiri, berjalan, berbicara, serta melihat.

Kerusakan pada lobus frontal juga dapat menyebabkan gangguan memori, baik pada memori jangka pendek maupun jangka panjang.

Akibatnya, Anda bisa kesulitan untuk mengingat kejadian yang dialami, membuat keputusan, dan melakukan tugas dalam kehidupan sehari-hari.

Cara mencegah blackout

Langkah terbaik untuk mencegah blackout ialah dengan membatasi konsumsi alkohol. Anda juga perlu mengubah kebiasaan saat mengonsumsi minuman ini.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah blackout setelah minum alkohol antara lain sebagai berikut.

  • Hindari kebiasaan binge drinking atau minum banyak alkohol dalam satu waktu.
  • Minum alkohol secara perlahan dengan cara menyesapnya.
  • Minum segelas air putih di antara minum alkohol untuk membatasi dan mengatur kadar alkohol dalam tubuh.
  • Konsumsi makanan berat sebelum dan selama minum minuman beralkohol.

Pencegahan blackout juga dapat dilakukan dengan mengobati penyebabnya. Jika disebabkan gangguan sirkulasi darah dan otak, dokter bisa meresepkan obat untuk mengatasinya.

Anda juga perlu menghindari kebiasaan yang menyebabkan pingsan, misalnya dengan minum air putih untuk mencegah dehidrasi dan jangan terburu-buru saat bangun dari tidur.

Jika Anda sering mengalami kondisi ini dan memiliki kekhawatiran terhadapnya, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Blackouts. Healthdirect Australia. (2021). Retrieved 23 September 2022, from https://www.healthdirect.gov.au/blackouts

Alcohol Poisoning: Symptoms, Treatment & Prevention. Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 23 September 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16640-alcohol-poisoning

Syncope (Fainting). American Heart Association. (2017). Retrieved 23 September 2022, from https://www.heart.org/en/health-topics/arrhythmia/symptoms-diagnosis–monitoring-of-arrhythmia/syncope-fainting

Epilepsy. UCSF Health. (2022). Retrieved 23 September 2022, from https://www.ucsfhealth.org/conditions/epilepsy

Wetherill, R., & Fromme, K. (2016). Alcohol-Induced Blackouts: A Review of Recent Clinical Research with Practical Implications and Recommendations for Future Studies. Alcoholism: Clinical And Experimental Research, 40(5), 922-935. https://doi.org/10.1111/acer.13051

Patel, P., & Quinn, J. (2015). Syncope: a review of emergency department management and disposition. Clinical And Experimental Emergency Medicine, 2(2), 67-74. https://doi.org/10.15441/ceem.14.049

Fitzpatrick, A. (2005). Diagnosis and management of patients with blackouts. Heart, 92(4), 559-568. https://doi.org/10.1136/hrt.2005.068650

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Oct 04
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.