Pernahkah Anda mendengar istilah interseks? Seseorang yang memiliki kondisi ini mungkin sulit mendeteksi jenis kelaminnya. Terdapat perbedaan ciri-ciri fisik atau kondisi fisiologis dari perempuan ataupun laki-laki secara umum.
Pernahkah Anda mendengar istilah interseks? Seseorang yang memiliki kondisi ini mungkin sulit mendeteksi jenis kelaminnya. Terdapat perbedaan ciri-ciri fisik atau kondisi fisiologis dari perempuan ataupun laki-laki secara umum.

Mari bahas lebih lanjut seputar interseks dalam artikel berikut.
Interseks adalah kondisi biologis di mana seseorang dilahirkan dengan variasi dalam ciri-ciri seks yang tidak sesuai dengan pengertian tradisional perempuan ataupun laki-laki.
Perbedaan ini bisa terlihat pada level genetik, hormon, ataupun anatomi tubuh. Namun, kondisi interseks tidak selalu terlihat secara fisik.
Beberapa orang dengan interseks memiliki ciri-ciri fisik yang membuat mereka tampak seperti laki-laki juga perempuan.
Misalnya, ia dapat berkumis, berjambang, dan berjakun, tetapi juga memiliki vagina atau payudara.
Ada juga kondisi interseks yang memiliki dua alat kelamin (hemafrodit), penis dan vagina yang berfungsi normal. Jadi, secara biologis mereka tidak masuk dalam klasifikasi perempuan maupun laki-laki.
Interseks bisa dideteksi sejak bayi lahir, tetapi umumnya lebih jelas pada masa pubertas. Kondisi ini juga mungkin baru terdeteksi ketika seseorang pemeriksaan medis tertentu.
Interseks termasuk kondisi yang cukup langka. Dikutip dari Cleveland Clinic, kondisi ini terjadi pada 1 dari setiap 1000 hingga 4.500 kelahiran.

Tanda dan gejala interseks bisa sangat bervariasi, tergantung jenis perbedaan yang terjadi dalam kromosom, hormon, atau anatomi tubuh.
Beberapa tanda dan gejala yang mungkin muncul antara lain sebagai berikut.
Pada beberapa kasus, bayi yang dilahirkan dengan kondisi interseks dapat memiliki organ genital yang tampak ambigu.
Berikut ini variasi yang mungkin ditunjukkan pada organ genital wanita.
Sementara itu, ini variasi yang mungkin ditunjukkan pada organ genital pria.
Orang yang interseks juga memiliki kadar hormon yang tidak sesuai dengan jenis kelamin biologis dan bisa menyebabkan perubahan fisik yang tidak biasa.
Misalnya, seorang dengan vagina bisa saja memiliki kadar testosteron lebih tinggi, mengalami pertumbuhan rambut lebih banyak, atau pembesaran klitoris.
Contoh lain, seorang yang memiliki penis bisa memiliki kadar estrogen yang tinggi, mengalami pembesaran payudara, atau perubahan lain yang biasanya terkait dengan wanita.
Beberapa orang mungkin memiliki kromosom yang tidak sesuai dengan jenis kelamin biologis mereka.
Seorang dengan kromosom XX bisa memiliki ciri-ciri fisik mirip pria atau individu dengan kromosom XY memiliki ciri-ciri fisik lebih mirip wanita.
Perbedaan yang jelas mungkin baru terlihat pada masa pubertas.
Interseks perempuan mungin tidak mengalami menstruasi atau laki-laki tidak mengalami perubahan suara atau pertumbuhan rambut wajah.
Beberapa orang mungkin mengalami kesulitan dalam reproduksi, baik karena masalah dengan organ reproduksi internal maupun ketidakseimbangan hormon.
Banyak dari orang dengan interseks tidak menyadari kondisinya sampai mereka lebih tua, atau sampai menjalani pemeriksaan medis.
Anda atau anak perlu memeriksakan diri kepada dokter jika terdapat tanda-tanda yang mungkin terkait dengan kondisi interseks, seperti:
Langkah awal adalah berkonsultasi dengan dokter anak, endokrinolog, atau spesialis genetik untuk diagnosis dan pengelolaan yang tepat.
Hingga kini, penyebab interseks belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga berkontribusi dalam terjadinya kondisi ini.
Berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko interseksualitas.
Hiperplasia adrenal kongenital merupakan kondisi yang membuat kelenjar adrenal janin memproduksi hormon secara berlebihan.
Akibatnya, bayi akan terlahir dengan dua alat kelamin yang ambigu.
Sindrom insensitivitas androgen dapat membuat bayi terlahir laki-laki, tapi memiliki fisik dan alat kelamin perempuan atau ganda.
Kondisi ini terjadi akibat adanya kelainan pada kromosom X.
Sindrom Klinefelter terjadi ketika seorang anak laki-laki dilahirkan dengan salinan tambahan kromosom X.
Kondisi ini mengganggu perkembangan seksual janin sejak dalam kandungan hingga masa pubertas.
Sindrom ini membuat anak laki-laki mengalami kondisi seperti:
Bayi laki-laki memiliki 46 kromosom XY, sementara bayi perempuan mempunyai 46 kromosom XX. Pada kondisi interseks, beberapa pasang kromosom berbentuk acak.
Kromosom mosaik mungkin tidak menyebabkan perbedaan alat kelamin. Namun, kondisi ini bisa memengaruhi hormon dan perkembangan seksual secara keseluruhan.
Diagnosis interseks biasanya dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan medis.
Berikut adalah beberapa prosedur pemeriksaan yang mungkin dilakukan dalam diagnosis interseks.

Tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi interseksual. Pengobatan dilakukan untuk menangani gejala sesuai kebutuhan pasien.
Berikut ini beberapa perawatan yang mungkin direkomendasikan dokter untuk menangani kondisi ini.
Beberapa individu dengan kondisi interseks mungkin memerlukan terapi hormon untuk menyesuaikan tingkat hormon yang tidak seimbang.
Contohnya, seseorang yang memiliki kadar testosteron lebih tinggi dari biasanya bisa diberi terapi estrogen.
Hal ini untuk mengurangi efek androgenik, seperti pertumbuhan rambut wajah atau tubuh yang berlebihan.
Dalam beberapa kasus, pembedahan, seperti labiaplasty, dapat dipertimbangkan untuk membuat organ genital lebih sesuai dengan norma jenis kelamin.
Namun, pembedahan pada bayi atau anak-anak sering kali dianggap kontroversial dan dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis di masa depan.
Karena hal ini, banyak ahli menyarankan agar keputusan tersebut ditunda hingga pasien cukup dewasa untuk membuat keputusan mereka sendiri.
Tindakan medis juga bisa diperlukan untuk mengatasi masalah kesuburan. Harapannya, anak interseks juga bisa memiliki keturunan saat dewasa.
Orang yang mengalami interseks cenderung sulit diterima di tengah masyarakat. Mereka sering menerima perlakuan tidak menyenangkan, seperti perundungan dan stigma sosial.
Pemerintah juga belum melindungi orang dengan interseksualitas. Hingga saat ini, pemerintah masih mewajibkan setiap anak untuk ditentukan jenis kelaminnya sejak lahir.
Apabila Anda merupakan orangtua dari anak interseks, tidak perlu malu akan hal ini.
Setiap anak, terlepas dari bagaimana tubuh mereka berkembang, berhak untuk diterima, dihargai, dan dicintai tanpa syarat.
Anak interseks adalah individu yang unik. Meskipun perkembangan fisiologis dan psikologis mereka berbeda, mereka berhak mendapatkan dukungan penuh dari orang-orang terdekat dan lingkungan sosialnya.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Ambiguous Genitalia: Definition & Causes. (2024). Retrieved 16 December 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22470-atypical-genitalia-formerly-known-as-ambiguous-genitalia
Philadelphia, T. C. H. of. (n.d.). Ambiguous Genitalia. Retrieved 16 December 2024, from https://www.chop.edu/conditions-diseases/ambiguous-genitalia
Senior, Gordon, P., Director, S., … Bedekovics, G. (2023). Key Issues Facing People With Intersex Traits. Retrieved 16 December 2024, from https://www.americanprogress.org/article/key-issues-facing-people-intersex-traits/
Philadelphia, T. C. H. of. (n.d.). Ambiguous Genitalia. Retrieved 16 December 2024, from https://www.chop.edu/conditions-diseases/ambiguous-genitalia
Atypical genitalia. (2024). Retrieved 16 December 2024, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ambiguous-genitalia/symptoms-causes/syc-20369273
Ambiguous genitalia: MedlinePlus Medical Encyclopedia. (n.d.). Retrieved 16 December 2024, from https://medlineplus.gov/ency/article/003269.htm
Conditions. (n.d.). Ambiguous Genitalia. Retrieved 16 December 2024, from https://www.texaschildrens.org/content/conditions/ambiguous-genitalia
Philadelphia, T. C. H. of. (n.d.). Ambiguous Genitalia. Retrieved 16 December 2024, from https://www.chop.edu/conditions-diseases/ambiguous-genitalia
Versi Terbaru
27/12/2024
Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Edria
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro