Bagaimana Merokok Mempengaruhi Stroke

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Merokok merupakan salah satu faktor risiko terbesar untuk stroke. Namun ketergantungan nikotin ditambahn dengan kebiasaan merokok membuat kecanduan semakin kuat sehingga banyak perokok yang mengalami kesulitan yang luar biasa untuk berhenti, bahkan walaupun Anda tahu betapa bahayanya kebiasaan merokok ini.

Bagaimana merokok dapat menyebabkan stroke?

Sejumlah bahan kimia yang berbeda diserap ke dalam tubuh melalui asap rokok, menyebabkan perubahan dalam pembuluh darah otak yang berbahaya untuk jangka panjang dan jangka pendek.

Kecepatan aliran darah melalui pembuluh darah ke otak mengalami perubahan selama dan segera setelah merokok. Selain itu, cedera yang terus-menerus pada lapisan pembuluh darah otak (pembuluh darah yang memasok darah ke otak) dapat berkontribusi pada penyakit pembuluh darah jangka panjang yang disebut penyakit serebrovaskular, yang sering terjadi pada penderita stroke. Pembuluh darah di otak menjadi lebih cenderung untuk mengalami penyumbatan dan peningkatan pembekuan darah setelah berulang kali terkena paparan bahan kimia yang dihirup melalui rokok.

Asap rokok juga menghasilkan variasi detak jantung dan fungsi jantung yang pada akhirnya dapat menyebabkan stroke.

Apa hubungan antara merokok dan stroke?

Merokok dapat berkontribusi pada risiko stroke serta serangan transient ischemic (TIA), yang merupakan stroke kecil yang dapat sembuh. Beberapa orang yang menderita stroke mengalami tanda-tanda peringatan TIA pada awalnya, sementara itu beberapa orang secara tiba-tiba mengalami stroke permanen yang parah tanpa ada tanda-tanda peringatan ataupun TIA sebelumnya. TIA selalu merupakan indikasi dari risiko stroke yang serius yang mungkin akan terjadi di kemudian hari.

Banyak perokok juga menderita silent stroke, yang merupakan stroke kecil yang tidak mengakibatkan keluhan neurologis yang jelas. Masalah silent stroke yang terjadi dari waktu ke waktu dapat mengganggu kemampuan otak untuk berfungsi dengan baik dan pada akhirnya dapat mengakibatkan timbulnya  masalah neurologis mendadak yang serius, seperti demensia.

Perokok yang menderita TIA, stroke, atau silent stroke pasti berisiko stroke-nya kambuh kembali atau lebih parah jika mereka terus merokok. Dengan demikian, kondisi TIA  merupakan pertanda yang jelas untuk perokok bahwa ada kerusakan akibat stroke yang berkembang di tubuhnya. Adanya satu atau lebih kejadian silent stroke juga harus diwaspadai oleh perokok untuk adanya cedera yang cukup besar yang muncul dalam otak.

Bagaimana dengan perokok pasif

Merokok memiliki dampak yang dramatis pada kejadian stroke sepanjang masa hidup perokok. Namun, studi penelitian ilmiah juga telah menunjukkan bahwa risiko stroke pada perokok pasif juga meningkat.

Ditetapkan bahwa semakin tinggi paparan asap pada perokok pasif, semakin tinggi kemungkinan stroke. Pasangan dari seseorang yang merokok, meskipun ia sendiri tidak merokok, namun sering terkena konsentrasi tinggi dari asap rokok selama bertahun-tahun, memiliki risiko stroke yang lebih tinggi daripada orang dengan kondisi kesehatan yang sama namun tidak terpapar asap rokok secara teratur.

Apa manfaat dari berhenti merokok?

Menariknya, kerusakan yang disebabkan oleh merokok yang mengarah ke stroke sebenarnya telah terbukti untuk dapat pulih 5-10 tahun setelah berhenti merokok. Ini berarti bahwa Anda tetap lebih baik berhenti merokok  meskipun telah kecanduan dan terpapar selama bertahun-tahun. Bahkan pasien yang telah mengalami TIA telah terbukti dapat mengalami penyembuhan kerusakan akibat merokok setelah menghentikan kebiasaan merokok, dan secara substansial juga mengurangi risiko stroke.

Perlu diperhatikan bahwa bagi orang-orang yang telah mengalami stroke, sulit untuk melihat bahwa  gejala neurologis yang mereka alami sebenarnya telah mereda berkat berhenti merokok. Dan meskipun efeknya tidak terasa, berhenti merokok sudah otomatis menurunkan risiko untuk mengalami stroke yang kedua.

Namun, berhenti merokok tidak dapat menyembuhkan kanker paru-paru jika seseorang sudah mengalami kanker. Oleh karena itu, yang terbaik adalah untuk berhenti merokok sebelum masalah kesehatan yang serius muncul, dan tidak menunggu sampai masalah kesehatan itu muncul.

Tidak ada cukup data untuk menentukan dengan akurat apakah rokok elektronik memiliki efek yang sama untuk risiko stroke seperti rokok tradisional.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    botol plastik hangat

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    dampak stroke pada anak

    Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 28/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit