Jangan Sampai Kena Serangan Jantung Kedua Kali, Begini Cara Tepat Mencegahnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Tentu saja setelah mengalami serangan jantung untuk pertama kalinya, Anda tak ingin hal tersebut terulang kembali. Namun sayangnya, peluang dari serangan jantung kedua kalinya mungkin saja terjadi. Hal ini tergantung bagaimana Anda menjaga kesehatan tubuh.

Tak hanya sekali, serangan jantung kedua bisa terjadi

Tidak menutup kemungkinan bahwa Anda yang sudah terkena serangan jantung akan mengalaminya lagi di kemudian hari. Hal ini dapat terjadi apabila gaya hidup Anda yang dulu tidak diubah menjadi lebih sehat.

Seperti yang dilansir dari American Heart Association yaitu yayasan jantung di Amerika Serikat, sekitar 20% pasien berumur 45 tahun ke atas berkesempatan tinggi untuk terkena serangan yang kedua. Hal tersebut umumnya terjadi sekitar 5 tahun setelah serangan jantung yang pertama.

Oleh karena itu, mencegah serangan jantung yang kedua adalah prioritas utama yang sudah seharusnya Anda lakukan. Nah, terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan demi mengurangi peluang tersebut.

Kunci utama mencegah serangan jantung kedua muncul

hubungan darah tinggi dan serangan jantung

Memang, tidak mudah untuk mengubah kebiasaan yang sudah terbentuk sejak lama. Namun, jika Anda ingin hidup lebih sehat dan terhindar dari berbagai masalah jantung, maka Anda harus menghindari berbagai pemicunya.

Nah, supaya tidak ada lagi serangan jantung kedua atau kesekian kali berikutnya, sebaiknya ikuti tips berikut ini: 

1. Berhenti merokok

mencegah penggunaan rokok dan narkoba pada anak

Merokok adalah salah satu penyebab utama terjadinya serangan jantung. Tembakau dapat menyebabkan pembekuan darah, merusak pembuluh darah, dan mempersulit darah serta oksigen mencapai organ lain, termasuk jantung.

Jika Anda sudah pernah alami serangan jantung, maka sebaiknya mulai dari situ Anda berhenti merokok, bahkan menghindari asapnya. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin berhenti merokok, Anda bisa memulainya dengan cara:

  • Membuat rencana untuk berhenti merokok
  • Mengganti tembakau dengan permen karet nikotin, nicotine patch, atau obat yang diresepkan oleh dokter
  • Mengikuti program untuk membantu menghilangkan kebiasaan merokok.

Jika terasa sulit, Anda bisa menanyakan kepada dokter apakah ada program yang membantu Anda untuk keluar dari lingkaran setan tersebut. Selain itu, dukungan dari orang-orang terdekat juga sangat berpengaruh untuk berhasil menghentikan kebiasaan buruk ini.

2. Makan makanan yang lebih sehat

makanan tidak sehat

Konsumsi makanan yang sehat ternyata juga dapat mengurangi risiko serangan jantung yang kedua. Mulailah untuk menjauhi makanan yang memiliki lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi.

Selain itu, ubat diet Anda dengan konsumsi sedikit garam, gula, dan produk susu berlemak tinggi. Tambahkan lebih banyak buah, sayur dan protein tanpa lemak. Jika Anda bisa melakukannya, makan otomatis kadar lemak jahat (LDL) dan trigliserida akan menurun. 

LDL dan trigliserida yang tinggi dapat memicu timbulnya plak aterosklerosis, sehingga serangan jantung pun dapat terjadi. Nah, maka dari itu mulai sekarang kurangi konsumsi makanan berjenis kue, goreng-gorengan, kentang goreng, dan sebagainya.

3. Mengontrol kadar kolesterol

menjaga kolesterol normal

Jika masih bingung pola makan apa yang harus diikuti untuk menurunkan kolesterol jahat, Anda bisa menjalani program DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Nah, program diet yang satu ini bertujuan untuk mengendalikan hipertensi.

Dengan menjalani DASH, Anda dapat mengurangi asupan garam dan menambah variasi makanan yang dapat menurunkan tekanan darah. Hal tersebut dilakukan dengan tetap makan 3 kali sehari untuk mencukupi asupan 2000 kalori selama sepanjang tahun. Mulai dari mengonsumsi makanan gandum utuh, memperbanyak buah dan sayuran, sampai membatasi asupan makanan yang diolah dengan minyak kelapa.

Selain program diet DASH, biasanya dokter akan menganjurkan untuk mengonsumsi obat-obatan penurun kolesterol, seperti statin atau ezetimbie jika sudah terlanjur parah.

Kolesterol yang tinggi dapat memicu serangan jantung untuk kedua kalinya, sehingga penting sekali untuk menjaganya dalam batas aman.

4. Rutin berolahraga

manfaat berjalan kaki

Menurunkan LDL dan tekanan darah pun dapat dilakukan dengan rutin berolahraga. Selain membuat kesehatan menjadi lebih baik, kebiasaan ini juga memperkuat otot jantung Anda. Bagi para penyandang obesitas, olahraga sangat dianjurkan untuk dilakukan agar dapat menurunkan berat badan mereka sehingga tidak terjadi serangan jantung kembali.

Mulailah rutin berolahraga selama 30-60 menit per hari. Tidak perlu melakukan aktivitas fisik yang ekstrim. Anda bisa menggunakan treadmill yang ada di gym atau rumah Anda untuk memulainya. Jika tidak ada, jalan pagi atau jogging dengan durasi waktu yang telah disebutkan pun menjadi alternatif yang cukup baik.

Sebelum memulai aktivitas ini, tanyakan dahulu kepada dokter Anda. Jenis olahraga apa yang cocok dengan kondisi Anda saat itu.

5. Membatasi konsumsi alkohol

pesta miras sindroma putus alkohol sakau alkohol

Selain rokok, alkohol juga termasuk dalam lingkaran setan penyakit serangan jantung. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika membatasi hingga berhenti mengonsumsi alkohol.

Hal tersebut dikarenakan minuman beralkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan stres pada jantung Anda. Jika Anda merasa kesulitan, tanyakan kepada dokter apakah ada program yang dapat membantu menghentikan kebiasaan ini.

6. Mengendalikan level stres

penyebab bipolar disorder

Setelah mengalami serangan jantung, wajar saja bila Anda merasakan berbagai emosi terkait dengan kondisi ini. Kemungkinan besar Anda akan merasa putus asa karena sulit beradaptasi dengan gaya hidup yang baru. Nah, jika Anda tidak mampu mengendalikan level stres setelah serangan jantung, dikhawatirkan serangan yang kedua dapat terjadi.

Hal ini dikarenakan emosi Anda tidak terlalu terkendali dan sering mudah marah serta tersinggung. Oleh karena itu, cobalah untuk mengontrol emosi Anda dan mintalah bantuan kepada orang terdekat untuk memudahkan Anda.

7. Melakukan pemeriksaan rutin terhadap diabetes

gejala pradiabetes

Kedua jenis diabetes, baik 1 dan 2 tentu berkaitan dengan kadar hormon insulin Anda. Bagi penyandang diabetes tipe 1, mereka tidak memproduksi insulin dan diabetes tipe 2, kurang memproduksi insulin sehingga tidak berfungsi secara optimal. Oleh karena itu, para penyandang diabetes yang pernah mengalami serangan jantung, sangat dianjurkan untuk mengubah gaya hidup mereka.

Jika mereka memilih untuk mengabaikannya, peluang untuk terjadinya serangan jantung lagi disertai dengan stroke sangatlah besar.

8. Rutin berkonsultasi dengan dokter

penyebab sirosis hati

Selain mengubah pola makan dan gaya hidup Anda, jangan lupa untuk tetap datang ke sesi-sesi yang sudah dijadwalkan oleh dokter Anda. Hal ini bertujuan agar mereka dapat memonitor perkembangan dari kondisi Anda. Patuhi apa yang dokter anjurkan dan tetap meminum obat-obat yang telah diresepkan oleh mereka adalah langkah yang sangat baik untuk mencegah terjadinya serangan jantung yang kedua.

Menjalani program rehabilitasi jantung

program hamil, pria tidak subur

Pada dasarnya, program rehabilitasi jantung sangat bermanfaat bagi orang-orang yang pernah mengalami serangan jantung. Rancangan ini sangat dianjurkan oleh dokter karena dapat mengatur gaya hidup menjadi lebih sehat dan memilihkan aktivitas fisik yang aman bagi Anda.

Biasanya, beberapa program aktivitas fisik tersebut meliputi; berjalan atau berlari di treadmill, senam aerobik, dan berenang. Nah, untuk mendapatkan program yang cocok dengan kondisi Anda saat itu, silahkan hubungi dokter Anda dan tanyakan kepadanya. Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini sebelum mengikuti program ini:

  • Memiliki rujukan dari dokter
  • Dokter Anda akan menerima perkembangan dari kondisi Anda secara rutin
  • Menjalani pemeriksaan level stres untuk mengetahui jenis program mana yang cocok untuk Anda
  • Memeriksa adakah layanan pendidikan dan konseling untuk keluarga dan orang terdekat Anda.
  • Staf di dalam program tersebut bersertifikat dan telah terlatih
  • Tidak lupa untuk menyesuaikannya dengan kondisi keuangan Anda

Intinya, orang yang sudah terkena serangan jantung pun memiliki peluang yang cukup besar untuk mengalami hal tersebut kembali. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih baik agar memperkecil kemungkinan tersebut.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca