Jangan Tertukar, Ini Beda Antara Gejala Serangan Jantung Dengan Stroke

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19/05/2020
Bagikan sekarang

Banyak orang yang kerap kali keliru saat membedakan stroke dan serangan jantung. Padahal, keduanya membutuhkan penanganan yang berbeda. Meskipun, kedua kondisi medis ini memang sering terjadi secara tiba-tiba, tetapi masing-masing memiliki gejala yang juga berbeda. Lantas, apa beda gejala serangan jantung dan stroke? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Penyebab serangan jantung dan stroke berbeda

Bukan hanya gejala, penyebab dari serangan jantung dan stroke juga beda. Berikut penjelasan mengenai kondisi yang menjadi penyebab serangan jantung dan juga stroke.

Penyebab serangan jantung

Serangan jantung adalah kondisi medis yang terjadi akibat adanya penyempitan arteri koroner  (pembuluh darah yang bertugas memasok darah ke jantung). Oleh sebab itu, aliran darah menuju jantung menjadi sangat terbatas, bahkan hingga tidak lagi dapat mengalir ke jantung.

Penyumbatan arteri koroner akibat plak dapat terjadi jika kadar kolesterol darah terlalu tinggi. Kolesterol tersebut kemudian membentuk plak-plak yang lama-kelamaan pecah. Jika sudah pecah, plak akan membentuk gumpalan-gumpalan darah yang menyumbat aliran darah menuju jantung.

Kondisi ini akan semakin parah dalam hitungan jam, dan apabila tidak segera ditangani, otot jantung akan rusak dan jantung akan mati. Kondisi ini tentu bisa menyebabkan kematian.

Penyebab stroke

Jenis stroke yang paling sering terjadi adalah stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah yang bertugas menyuplai darah ke otak terhalang oleh darah yang membeku. Stroke ini terjadi karena adanya pembekuan darah di dalam arteri yang terdapat pada otak. Hal ini bisa memutus sirkulasi darah menuju ke otak.

Selain itu, stroke iskemik juga bisa terjadi karena adanya penumpukan plak dalam arteri karotis (di daerah leher) yang bertugas membawa darah ke otak. Kemudian plak tersebut lepas dan menuju ke pembuluh darah di otak, yang pada akhirnya mengakibatnya stroke.

Jenis stroke lainnya yakni stroke hemoragik. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah yang ada di otak pecah dan darah tumpah ke jaringan di sekitarnya. Darah yang bocor kemudian menumpuk dan menghambat jaringan otak di sekitarnya. Salah satu faktor risiko adalah tekanan darah tinggi di mana kondisi tersebut menekan dinding arteri  sehingga menyebabkan stroke hemoragik.

Beda gejala serangan jantung dan stroke

Terkadang serangan jantung dan stroke memiliki kemiripan, sehingga kedua kondisi tersebut terlihat tak ada beda saat muncul gejala. Namun, Anda bisa mencari beda dari gejala serangan jantung dan stroke dengan memerhatikan hal-hal berikut ini.

Gejala serangan jantung

Gejala serangan jantung yang paling umum, yaitu:

  • Dada terasa nyeri dan tidak nyaman
  • Adanya rasa ketidaknyamanan pada area tubuh bagian atas
  • Sesak napas
  • Muncul keringat dingin
  • Kelelahan
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala ringan

Gejala serangan jantung bisa bervariasi pada setiap orang, bahkan beberapa di antaranya tidak menunjukkan gejala apapun. Kebanyakan serangan jantung terjadi secara tiba-tiba. Namun, ada juga yang mendapat “peringatan” akan serangan jantung berjam-jam, berhari-hari, bahkan berminggu-minggu sebelumnya.

Gejala stroke

Gejala stroke yang terlihat, tergantung dari bagian otak mana yang mengalami kerusakan.  Beda dengan gejala serangan jantung, gejala stroke ditunjukkan dengan sejumlah masalah pada memori, kemampuan bicara, kontrol otot, dan berbagai fungsi lainnya.

gejala stroke hemoragik

Beda gejala serangan jantung dan stroke juga terlihat pada gejala yang paling umum. Jika gejala paling umum dari serangan jantung adalah nyeri dada, berikut adalah gejala umum yang mungkin dialami oleh penderita stroke:

  • Mendadak merasa mati rasa atau lemah di area wajah, lengan, atau kaki yang cenderung terjadi hanya pada salah satu sisi tubuh
  • Kesulitan dalam berbicara ataupun dalam memahami pembicaraan
  • Kesulitan melihat dengan satu atau kedua mata
  • Sakit kepala berat secara tiba-tiba, kadang diiringi dengan muntah, pusing, dan kesadaran yang berubah-ubah
  • Salah satu sisi wajah terlihat “melorot” dan tidak berfungsi
  • Salah satu lengan lemah dan mati rasa

Metode FAST untuk mengidentifikasi gejala stroke

Anda mungkin masih merasa kebingungan mencari beda dari gejala serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu, tidak ada salahnya mempelajari FAST, yaitu salah satu metode yang direkomendasikan oleh American Stroke Association. Tujuannya, untuk memudahkan Anda mengidentifikasi gejala stroke yang mungkin muncul.

FAST adalah singkatan dari beberapa gejala yang paling sering muncul dari stroke.

  • F (Face atau Wajah): Saat sedang tersenyum, apakah salah satu sisi wajah terasa turun ke bawah atau ”melorot”?
  • A (Arms atau Lengan): Bila Anda mengangkat kedua lengan, apakah salah satu lengan terkulai lemas dan jatuh ke bawah?
  • S (Speech atau Bicara): Apakah ucapan Anda tidak jelas, seperti cadel atau sengau? Apakah ada kesulitan saat bicara?
  • T (Time atau Waktu): Sebaiknya segera hubungi 911 atau datangi UGD di pelayanan kesehatan terdekat, jika Anda mengalami hal ini.

Dilihat dari gejala-gejala umum stroke yang terangkum dalam metode FAST, tentu Anda bisa menemukan beda yang cukup jelas antara gejala stroke dan serangan jantung. Meski berbeda, keduanya merupakan kondisi kesehatan yang cukup serius.

Maka itu, segera hubungi dokter atau Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan penanganan serangan jantung ataupun stroke. Jika Anda kebingungan dengan gejala yang Anda alami, ahli medis akan menemukan gejala yang beda sehingga bisa membantu menentukan kondisi yang sedang dialami.

Dengan begitu, Anda mungkin bisa segera pulih dari kondisi yang sedang dialami. Tak hanya itu, Anda mungkin bisa melakukan pencegahan terhadap serangan jantung maupun stroke dengan segera memeriksakan kondisi kesehatan.

Dokter akan membantu Anda mengatasi kondisi tersebut. Baik dengan memberikan obat-obatan untuk serangan jantung atau stroke, maupun dengan prosedur operasi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Pernahkah Anda sakit perut setelah buka puasa? Bisa jadi ini karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi saat berbuka. Apa lagi sebab lainnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
penyakit jantung boleh puasa

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
makanan berpengaruh pada stroke

Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020