Apa Bedanya Serangan Jantung dan Serangan Panik?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/05/2020
Bagikan sekarang

Saat napas memburu, jantung berdetak begitu cepat, hingga merasakan nyeri di dada dan sesak napas, Anda mungkin mengira bahwa sedang mengalami serangan jantung. Padahal, bisa saja yang sedang Anda alami adalah serangan panik. Nah, lalu bagaimana cara mengetahui beda serangan jantung dan serangan panik agar tidak salah memahami gejala dari kedua kondisi tersebut? Simak penjelasannya berikut ini.

Beda serangan jantung dan serangan panik

Serangan panik adalah kondisi di mana Anda mengalami rasa cemas dan ketakutan yang teramat sangat. Kecemasan dan ketakutan ini bahkan terjadi tanpa sebab tertentu. Namun kondisi ini lalu memicu jantung Anda berdetak lebih cepat, mungkin hingga Anda mengalami kesulitan dalam bernapas.

Beberapa tanda tersebut yang sering kali disalahartikan sebagai gejala serangan jantung. Artinya, banyak orang yang masih kesulitan untuk menemukan perbedaan antara serangan jantung dan serangan panik. Meski begitu, mungkin Anda bisa melihat beda dari serangan jantung maupun serangan panik dari beberapa hal berikut ini.

Penyebab terjadinya serangan jantung dan serangan panik

Beda yang mungkin cukup terlihat dari serangan jantung dan serangan panik adalah penyebab dari kedua kondisi ini. Serangan panik biasanya terjadi karena ada hormon stres memicu respon “fight or flight” tubuh. Hal ini menyebabkan jantung jadi berdetak lebih cepat, nyeri dada, dan sesak napas.

Sementara itu, penyebab serangan jantung adalah penyumbatan yang terjadi di pembuluh darah arteri. Namun, hampir mirip dengan serangan panik, gejala serangan jantung yang muncul adalah nyeri dada, jantung berdetak cepat, dan jadi sulit bernapas.

Waktu muncul serangan jantung dan serangan panik

Beda yang juga bisa Anda perhatikan dari serangan jantung dan serangan panik adalah waktu kemunculannya.  Menurut Beth Israel Deaconess Medical Center, serangan jantung biasanya terjadi saat tubuh terlalu lelah. Artinya, serangan jantung terjadi karena jantung Anda bekerja terlalu keras, misalnya saat Anda berlari menaiki tangga. Apalagi jika Anda memang tidak terbiasa melakukannya.

Sementara itu, serangan panik mungkin saja muncul bahkan saat Anda sedang tidak melakukan apapun. Bahkan, serangan panik bisa mereda dengan sendirinya hanya dalam kurun waktu 20 menit saja. Berbeda dengan gejala serangan jantung yang akan semakin parah seiring berjalannya waktu.

Gejala sakit di bagian dada

Meski kedua kondisi ini menimbulkan gejala sakit di bagian dada, beda dari serangan jantung dan serangan panik terletak pada rasa sakit yang dialami. Orang yang mengalami serangan panik biasanya merasa dadanya seperti sedang ditusuk.

Bahkan, sakit yang dialami akan semakin terasa saat Anda menekan bagian dada yang terasa sakit. Area dada yang terasa sakit karena serangan panik biasanya hanya mencakup area yang kecil dan diikuti dengan perasaan cemas.

Sementara, orang yang mengalami serangan jantung, gejala nyeri dada yang dirasakannya cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Rasa nyeri di dada itu mungkin juga meluas hingga terasa di bagian leher, punggung, hingga rahang.

Gejala lain yang mungkin muncul

Serangan jantung dan serangan panik memang memiliki gejala yang cenderung mirip, tapi ada pula gejala tertentu yang beda. Sebagai contoh, serangan jantung dan serangan panik memiliki gejala seperti sesak napas, nyeri dada, hingga jantung berdegup kencang.

Akan tetapi, perbedaan gejala serangan jantung dan serangan panik terletak pada gejala lain yang mungkin muncul. Saat mengalami serangan panik, selain gejala yang telah disebutkan, Anda mungkin juga mengalami gejala seperti tangan kesemutan.

Sementara, saat mengalami serangan jantung, Anda mungkin mengalami gejala seperti mual dan ingin pingsan. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk mencari tahu lebih jelas mengenai gejala-gejala yang sedang Anda alami.

Apabila Anda merasakan gejala seperti sesak napas, jantung berdetak kencang, atau nyeri dada, lebih baik periksakan kondisi Anda ke dokter. Tidak ada salahnya melakukan deteksi dini sesegera mungkin bila setelah beberapa poin di atas Anda masih tak dapat membedakan serangan apa yang tengah Anda alami.

Pasalnya, gejala yang Anda alami mungkin akan menjadi suatu kondisi yang serius bila ternyata serangan yang Anda alami adalah serangan jantung.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Langkah Pertolongan Pertama Ketika Serangan Jantung Terjadi

Serangan jantung bisa datang kapan saja. Supaya tak panik, kenali gejala khas serta langkah pertolongan pertama ketika serangan jantung terjadi.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M

Bisakah Penyakit Sindrom Koroner Akut (SKA) Disembuhkan?

Penyakit sindrom koroner akut adalah penyebab kematian tertinggi. Tak heran jika banyak orang bertanya-tanya tentang peluang kesembuhan penyakit ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Sering Nyeri Dada Saat Olahraga? 6 Kondisi Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Banyak orang mengira kalau nyeri dada saat olahraga disebabkan karena terkena serangan jantung. Padahal, belum tentu! Cari tahu penyebabnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Mengulik Cara Kerja Otot Jantung dan Beragam Fungsi Pentingnya

Otot jantung dianggap sebagai otot terkuat karena mampu bekerja sepanjang waktu tanpa istirahat untuk memompa darah. Apa yang terjadi jika otot ini rusak?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit jantung boleh puasa

Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
demam panggung

Mengenal Istilah ‘Demam Panggung’ dan Cara Menghadapinya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/03/2020
cara mengatasi serangan panik

Serangan Panik Mendadak di Kantor? Yuk, Atasi dengan 5 Cara Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2019

Jangan Sampai Kena Serangan Jantung Kedua Kali, Begini Cara Tepat Mencegahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2019