Hati-hati, Kekurangan Vitamin D Ternyata Bisa Memicu Penyakit Tiroid

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/01/2020
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Penyakit tiroid terjadi ketika kadar hormon dalam tubuh Anda tidak seimbang; bisa berlebih dan juga bisa kurang produksinya. Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Cellular and Molecular Immunology mengatakan bahwa ada hubungannya antara kekurangan vitamin D dengan penyakit tiroid. Benarkah penyakit tiroid disebabkan karena vitamin D dalam tubuh kurang? Baca terus ulasannya di sini.

Apa hubungan antara vitamin D dan penyakit tiroid?

tes fungsi tiroid

Penelitian telah menemukan adanya hubungan antara kekurangan vitamin D dengan penyakit tiroid autoimun, tiroiditis Hashimoto, dan penyakit Graves.

Kekurangan vitamin D juga lebih sering ditemukan pada pasien dengan penyakit tiroid dibandingkan dengan orang yang sehat dan tidak menderita penyakit autoimun.

Hal ini juga didukung oleh penelitian dari Turki yang menyatakan bahwa kekurangan vitamin D bisa memicu perkembangan penyakit tiroid autoimun. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa antibodi orang dengan penyakit tiroid autoimun bisa menurun cukup drastis setelah mengonsumsi vitamin D dosis 1.000 IU (25 mcg) per hari dalam kurun waktu sebulan. 

Menurunnya antibodi khusus penanda penyakit tiroid tersebut berarti kondisi tiroid dan tubuh pasien telah membaik. Para ahli pun meyakini kemajuan ini salah satunya terjadi karena pemberian vitamin D dosis 1.000 IU per hari.

Intinya, vitamin D diduga punya peran dalam menjaga kesehatan tiroid, tetapi adanya hubungan langsung antara kurangnya vitamin D dalam tubuh dan pengembangan atau perkembangan penyakit tiroid masih belum diketahui secara pasti.

Kenapa tubuh jangan sampai kekurangan vitamin D?

vitamin D saat puasa

Peran utama vitamin D adalah mengatur pertumbuhan tulang, kadar kalsium, dan fosfor dalam tubuh. Jadi tidak mengherankan jika banyak penelitian dan anjuran yang mengaitkan vitamin D dengan menjaga tulang Anda kuat dan sehat.

Vitamin D juga sangat diperlukan untuk ibu yang sedang hamil. Mengapa? Bila ibu hamil kekurangan vitamin D, ini akan berdampak pada kesehatan tulang janin dalam kandungan. Wanita hamil harus memiliki cukup vitamin D pada saat melahirkan untuk memastikan bayi mereka memilki tingkat vitamin D yang cukup untuk 4-6 bulan pertama kehidupannya. Pasalnya, status vitamin D pada bayi sepenuhnya bergantung pada ibu sebagai sumber vitamin D.

Apa yang menyebabkan seseorang kekurangan vitamin D?

sindrom metabolik buncit obesitas

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan tubuh kekurangan vitamin D. Penyebab pertama adalah karena tubuh kurang terpapar sinar matahari. Lalu, penggunaan sunblock atau tabir dengan SPF yang terlalu besar juga bisa menyebabkan kulit kurang menyerap sinar matahari sebagai sumber vitamin D di dalam tubuh.

Kurang makan makanan yang mengandung vitamin D juga bisa bikin tubuh kekurangan vitamin D. Selain itu, ada beberapa hal yang menyebabkan vitamin D dalam tubuh Anda kurang:

  • Penyakit Celiac atau penyakit Crohn bisa menyebabkan gangguan penyerapan vitamin D
  • Bila Anda memiliki penyakit dengan gejala kejang, obat antikejang yang Anda minum bisa membuat vitamin D dalam tubuh berkurang
  • Penyakit hati atau ginjal bisa menyebabkan gangguan produksi bentuk aktif dari vitamin D
  • Orang dengan kulit gelap lebih sedikit menyerap vitamin D
  • Obesitas bisa membuat vitamin D dalam tubuh kurang terserap secara maksimal

Mengingat tidak banyak makanan yang mengandung vitamin D, kebanyakan orang jadi mengonsumsi suplemen vitamin D. Namun, kebanyakan multivitamin tidak mengandung cukup vitamin D, karena umumnya satu kapsul hanya mengandung sekitar 400 IU vitamin D. Padahal rekomendasi asupan harian vitamin D adalah sekitar 600 IU untuk orang dewasa dan 800 IU untuk orang lanjut usia (di atas 70 tahun).

Penting untuk diperhatikan, terlalu banyak kandungan vitamin D di dalam tubuh juga belum tentu baik. Kelebihan vitamin D bisa bikin seseorang mengalami gejala kadar kalsium yang tinggi atau disebut hiperkalsemia. Hiperkalsemia menunjukkan gejala seperti kelelahan, kehilangan nafsu makan, sembelit, mual dan muntah, dan jadi linglung. Aritmia jantung dan masalah ginjal juga bisa disebabkan oleh keracunan vitamin D.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Direkomendasikan untuk Anda

makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020