5 Pertanyaan Tentang Transplantasi Ginjal

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/03/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Untuk apa transplantasi ginjal?

Transplantasi ginjal adalah operasi untuk memindahkan ginjal yang sehat dari orang lain ke dalam tubuh Anda. Ginjal yang didonorkan akan melakukan cukup pekerjaan yang tak bisa dilakukan oleh ginjal Anda untuk menjaga Anda tetap sehat.

Bagaimana cara kerja transplantasi ginjal?

Seorang ahli bedah menempatkan ginjal baru dalam perut bagian bawah dan menghubungkan arteri dan vena dari ginjal baru ke arteri dan vena Anda. Darah Anda mengalir melalui ginjal baru, yang membuat urin, seperti yang dilakukan oleh ginjal Anda ketika masih sehat. Ginjal baru mungkin mulai langsung bekerja atau bisa memakan waktu hingga beberapa minggu untuk membuat urin. Kecuali bila ginjal Anda sendiri yang menyebabkan infeksi atau tekanan darah tinggi, ginjal Anda biasanya dibiarkan pada tempatnya.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi?

Transplantasi adalah hal yang paling dekat dengan kesembuhan. Tetapi tidak peduli seberapa baik kesempatan itu, tubuh Anda mungkin menolak ginjal baru. Penyebab umum dari penolakan ginjal baru ini adalah tidak meminum obat sesuai yang diresepkan. Dokter akan memberikan obat yang disebut imunosupresan untuk membantu mencegah sistem kekebalan tubuh Anda menyerang ginjal, proses ini disebut penolakan. Anda perlu untuk mengonsumsi imunosupresan setiap hari selama transplantasi ginjal berfungsi. Kadang-kadang, bahkan obat-obatan ini tidak dapat menghentikan tubuh Anda dari menolak ginjal baru. Jika ini terjadi, Anda akan kembali ke beberapa jenis dialisis dan mungkin menunggu untuk transplantasi lain.

Imunosupresan melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda, yang dapat menyebabkan infeksi. Beberapa obat juga dapat mengubah penampilan Anda. Wajah Anda mungkin terlihat lebih berisi; berat badan Anda mungkin bertambah, atau muncul jerawat serta rambut wajah. Tidak semua pasien memiliki masalah ini, meskipun, diet dan riasan dapat membantu.

Imunosupresan bekerja dengan mengurangi fungsi sel kekebalan tubuh. Pada beberapa pasien, dalam jangka waktu lama, berkurangnya imunitas ini dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Beberapa imunosupresan dapat menyebabkan katarak, diabetes, asam lambung berlebih, tekanan darah tinggi, dan penyakit tulang. Ketika digunakan dari waktu ke waktu, obat ini juga dapat menyebabkan kerusakan hati atau ginjal pada beberapa pasien.

Apakah diperlukan perubahan diet?

Diet untuk pasien transplantasi tidak seketat pasien dialisis, meskipun Anda mungkin masih harus mengurangi beberapa makanan. Diet Anda mungkin akan berubah sesuai dengan obat Anda, nilai darah, berat badan, dan perubahan tekanan darah.

  • Anda mungkin perlu untuk menghitung kalori. Obat Anda dapat memberikan nafsu makan yang lebih besar dan menyebabkan bertambahnya berat badan.
  • Anda mungkin harus makan lebih sedikit garam. Obat Anda dapat menyebabkan tubuh Anda untuk mempertahankan natrium, yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Apa pro dan kontra dari transplantasi ginjal?

Transplantasi ginjal memiliki kelebihan dan kekurangan. Lihat daftar di bawah ini.

Pro:

  • Transplantasi ginjal bekerja seperti ginjal normal.
  • Anda mungkin merasa lebih sehat dan “lebih normal.”
  • Diet Anda hanya memiliki sedikit pantangan.
  • Anda tidak perlu cuci darah.
  • Pasien yang berhasil melalui proses seleksi memiliki kesempatan hidup yang lebih tinggi dan lebih panjang.

Kontra:

  • Hal ini membutuhkan operasi besar.
  • Anda mungkin harus menunggu donor.
  • Tubuh Anda mungkin menolak ginjal baru, jadi satu transplantasi mungkin tidak berlangsung untuk seumur hidup.
  • Anda akan perlu menggunakan imunosupresan, yang dapat menyebabkan komplikasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Fungsi Penting Air Putih untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

    Air dibutuhkan oleh seluruh organ dalam tubuh, termasuk ginjal. Lantas, apa fungsi air untuk ginjal? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Tips Sehat 02/06/2020 . 3 mins read

    Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

    Mengobati pasien ginjal tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti vaksin. Ini penjelasan vaksin untuk pasien ginjal.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah

    Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

    Karena ketidakberfungsian ginjalnya, pasien cuci darah memiliki risiko terinfeksi COVID-19 lebih tinggi daripada mereka tidak memiliki penyakit penyerta.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 09/04/2020 . 5 mins read

    Apa Itu Prosedur Cimino Dalam Proses Cuci Darah?

    Cimino merupakan salah satu prosedur dalam proses cuci darah (hemodialisis). Apa itu cimino dan bagaimana prosedurnya dilakukan? Simak artikel berikut.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Direkomendasikan untuk Anda

    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . 10 mins read
    perawatan setelah transplantasi ginjal

    Perawatan untuk Pasien Setelah Menjalani Transplantasi Ginjal

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 6 mins read
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 mins read
    minyak esensial

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 mins read