Ini Pilihan Obat Ampuh untuk Sakit Perut Sesuai Penyebabnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa pasti pernah merasakan sakit perut. Kondisi ini bukan hanya membuat Anda meringis kesakitan, tapi juga kesulitan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Tentu saja tidak boleh sembarangan memilih obat sakit perut, Anda harus tahu lebih dahulu apa penyebabnya. Penasaran? Yuk, simak beragam obat untuk perut mulas melilit sesuai penyebabnya pada ulasan berikut ini.

Pilihan obat sakit perut sesuai dengan penyebabnya

Sakit perut biasanya menjadi pertanda Anda harus segera buang air besar. Kemudian, sakit perut akan hilang dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus sakit perut dapat bertahan lama. Terutama jika ini merupakan gejala dari masalah medis dan Anda belum menemukan obat yang tepat.

Berikut ada berbagai obat sakit perut yang paling sering digunakan untuk menghilangkan rasa mulas, perih, melilit pada perut sesuai dengan penyebabnya.

1. Obat perut mulas karena haid

Diazoxide adalah

Menstruasi sering kali menyebabkan gejala tidak menyenangkan, yaitu perut mulas dan kram. Ini terjadi karena tubuh menghasilkan hormon prostaglandin yang bisa merangsang dinding otot rahim untuk berkontraksi. Tujuannya untuk meluruhkan sel telur yang menempel di rahim untuk dikeluarkan oleh tubuh.

Sayangnya, proses ini dapat menimbulkan rasa sakit di perut yang sangat mengganggu. Meski tidak dapat dihilangkan, rasa sakit di perut pada hari pertama dan kedua haid ini bisa dikurangi. Caranya dengan menempelkan kompres hangat di sekitar perut. Bila tidak membaik, Anda bisa minum obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, aspirin, atau paracetamol.

Jika baru pertama kali, maka coba minum paracetamol lebih dahulu. Bila tidak ada perubahan, maka coba ibuprofen atau aspirin. Masih tidak ampuh juga? Sebaiknya konsultasikan ke dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat pereda nyeri yang lebih kuat, seperti naproxen.

Namun ingat, aspirin tidak boleh digunakan pada anak di bawah usia 16 tahun. Kemudian, aspirin dan ibuprofen juga tidak boleh digunakan dalam jangka panjang karena bisa menyebabkan masalah asma, lambung, ginjal, atau hati.

2. Obat perut mulas karena sembelit

obat cilazapril adalah

Sembelit sangat umum terjadi. Apalagi pada orang yang tidak suka atau jarang makan buah dan sayur. Ya, kekurangan serat membuat feses jadi keras dan sulit dikeluarkan. Akibatnya, Anda akan merasakan perut penuh, terasa kram, dan mulas ingin buang air keras. Sayangnya, feses sangat sulit untuk dikeluarkan sehingga membuat perut semakin tidak terasa nyaman.

Untuk mengatasinya, Anda perlu minum obat pencahar. Obat ini dapat melunakkan feses dengan dengan menjaga cairan yang ada di feses sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Obat pencahar yang umumnya diresepkan, biasanya ispaghula, metilselulosa dan sterculia. 

Tipe lain dari pencahar untuk melunakkan feses Anda adalah pencahar osmotik. Alih-alih menjaga cairan dalam feses, obat ini bekerja dengan meningkatkan jumlah cairan dalam perut Anda. Ini melembutkan feses dan merangsang tubuh Anda untuk mengeluarkannya.  Biasanya obat pencahar diresepkan adalah laktulosa dan macrogol

Ketika menggunakan obat pencahar ini, Anda harus minum banyak cairan. Sebaiknya, hindari menggunakan obat di malam hari atau pada waktu menjelang tidur.

3. Obat perut melilit karena asam lambung naik

minum obat melebihi dosis

Tahukah Anda jika lambung Anda menghasilkan asam? Ya, asam klorida ini sebenarnya membantu memecah makanan dan melindungi organ dalam tubuh dari patogen, seperti bakteri yang biasanya ada di makanan atau minuman.

Meski melindungi bagian dalam tubuh Anda, asam lambung juga bisa berbahaya ketika jumlahnya terlalu banyak diproduksi. Akibatnya, masalah pencernaan pun akan terjadi.

Pada awalnya Anda mungkin akan merasakan perut kembung atau penuh, perih dan melilit, dan terus bersendawa. Pada beberapa kasus, asam lambung dapat naik ke area kerongkongan karena otot cincin lambung (sfingter) tidak bekerja dengan baik untuk mengembalikan asam ke perut.

Ini bisa menimbulkan sensasi terbakar di dada dan tenggorokan atau dikenal juga dengan heartburn. Beberapa obat sakit perut yang bisa Anda gunakan ketika asam lambung naik, antara lain:

  • Obat untuk mengatasi perut kembungObat-obatan yang dapat membantu mengurangi gas, contohnya simetikon.
  • Obat untuk mengurangi produksi asam. Obat ini dapat menekan produksi asam, yaitu H-2-receptor blockers, obat ini dijual bebas seperti cimetidine , famotidine, nizatidine, dan ranitidine. Ada pula obat jenis proton pump inhibitor, seperti lansoprazole dan omeprazole.

4. Obat sakit perut karena otot cincin lambung lemah

obat paten

Produksi asam lambung berlebihan bisa disebabkan oleh banyak faktor. Misalnya, waktu makan yang tidak teratur, pilihan makanan yang memicu asam lambung naik, atau karena kelebihan berat badan. Namun, ada juga yang disebabkan oleh lemahnya otot cincin lambung (sfingter).

Otot ini menggerakan katup di tenggorokan untuk mencegah asam lambung. Sayangnya, karena otot ini sangat lemah sehingga kerap kali menyebabkan gejala refluks asam lambung.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah minum obat jenis agen prokinetic, seperti metoclopramideObat tersebut bisa mengurangi sakit perut dengan membantu mencerna makanan lebih cepat. Ini memungkinkan asam lambung naik ke arah tenggorokan.

5. Obat stimulan otot sehingga BAB lebih lancar

obat mata sensitif terhadap cahaya

Sulit buang air besar bukan hanya disebabkan oleh sembelit. Kondisi ini bisa juga terjadi akibat lemahnya otot kontraksi. Meskipun feses Anda tidak keras, otot di sekitar anus harus dapat berkontraksi dengan baik supaya feses dapat keluar dengan lancar.

Jika otot tersebut lemah, maka Anda perlu usaha keras untuk mengeluarkan feses. Biasanya ini akan menimbulkan perut penuh dan mulas.

Untuk mengatasi kondisi ini, Anda bisa menggunakan obat pencahar. Namun, jangan sembarang pilih. Obat pencahar memiliki beberapa jenis, yang harus Anda pilih adalah obat pencahar yang merangsang otot pada saluran pencernaan dan sekitar anus Anda. Dengan begitu, produk limbah yang ada di sepanjang usus besar akan terdorong ke arah anus untuk segera dibuang.

Pencahar stimulan yang paling sering diresepkan adalah senna, bisacodyl dan natrium picosulphate. Pencahar ini biasanya hanya digunakan dalam jangka pendek dan mulai bekerja dalam waktu 6 sampai 12 jam.

6. Obat sakit perut akibat infeksi bakteri H. pylori

obat maag harus dikunyah

Sakit maag atau tukak lambung sering disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori. Jika obat tanpa resep tidak berefek pada kondisi ini, jangan tunda untuk pergi ke dokter. Ini memudahkan pengobatan sekaligus mencegah infeksi menjadi bertambah buruk. 

Adanya infeksi menyebabkan lambung memproduksi asam lambung meningkat. Untuk mengurangi asam lambung terkait infeksi ini, beberapa obat yang biasanya digunakan, meliputi:

Antasida 

Obat ini bekerja dengan menetralkan asam lambung dan cepat mengurangi rasa sakit. Efek samping bisa termasuk sembelit atau diare, tergantung pada bahan utama dalam obat. Antasida dapat membantu meredakan gejala, tetapi tidak dapat menyembuhkan maag Anda.

Asam blocker atau Histamin (H-2) blockers

Obat ini mengurangi jumlah asam dengan menghalangi reseptor histamin di perut. Beberapa obat dapat termasuk ranitidine, famotidine , cimetidine dan nizatidine.

Proton Pump Inhibitor (PPI)

Obat ini bekerja dengan menghambat produksi asam dari menghambat pompa protonobat. Obat ini termasuk omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole dan pantoprazole.

Obat-obatan yang memperkuat lapisan perut dan usus kecil

Jenis obat yang disebut agen sitoprotektif dapat membantu melindungi perut dan usus kecil. Anda bisa mendapatkan resep obat seperti sukralfat atau bismuth subsalicylate.

Ketika dokter Anda mengkonfirmasi bahwa ulkus lambung Anda disebabkan oleh infeksi H.pylori, Anda mungkin perlu minum antibiotik selain obat yang disebutkan di atas. Durasi pengobatan biasanya berkisar 2 minggu sampai 4 minggu. Anda mungkin perlu untuk mengulangi pengobatan jika bakteri masih terdeteksi.

Biasanya antibiotik yang sering digunakan, meliputi amoxicilin, clarithromycin, metronidazole, tinidazole, tetracycline, dan levofloxacin.

Anda harus membicarakan dengan dokter atau apoteker terkait cara penggunaan obat ini, dosis yang tepat dan efek samping serta interaksi dengan obat lain, herbal atau suplemen yang Anda gunakan.

7. Obat sakit perut akibat diare

aturan minum obat 3 kali sehari

Masalah pencernaan yang umum terjadi dan menyebabkan sakit perut adalah diare. Banyak hal yang menyebabkan diare, namun paling sering terjadi karena infeksi bakteri yang ada pada makanan. Beda dengan buang air besar yang menjadi rutinitas Anda, diare bisa membuat Anda BAB lebih banyak dari biasanya dalam sehari.

Selain sakit perut, feses yang Anda keluarkan jadi sangat lembek, bahkan encer. Diikuti dengan gejala sakit kepala, perut mual, nafsu makan menurun, dan tubuh terasa sangat lemah. Pada kasus ringan, diare tidak perlu diobati karena akan sembuh dengan sendirinya. Namun, ada beberapa obat tanpa resep yang bisa membantu Anda merasa lebih baik, di antaranya:

  • Loperamide (Imodium). Obat ini memperlambat pergerakan makanan melalui usus Anda sehingga memungkinkan tubuh Anda menyerap lebih banyak cairan.
  • Bismuth subsalisilat. Obat ini dapat menyeimbangkan cairan sehingga dapat bergerak melalui saluran pencernaan dengan baik.

Jika Anda masih merasakan sakit perut parah, feses berdarah, demam tinggi, dan tidak membaik dalam waktu 2 hari setelah minum obat tersebut, sebaiknya segera pergi ke dokter.

8. Obat sakit perut karena stres

isprinol

Banyak orang yang tidak menyadari jika stres bisa memicu sakit perut. Begitu pula dengan sakit perut akan semakin parah gejalanya jika Anda sedang stres. Bagaimana bisa terjadi?

Emosi yang Anda rasakan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh, termasuk sistem pencernaan. Saat Anda stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang ternyata dapat meningkatkan produksi asam lambung. Itulah sebabnya kenapa stres bisa jadi pemicu sakit perut sekaligus memperparah kondisinya.

Selain stres, perasaan cemas dan takut juga memiliki dampak yang sama. Beda dengan penanganan sakit perut yang sudah dibahas sebelumnya, cara mengobati kondisi ini Anda perlu mengatasi stres dan kecemasan yang Anda rasakan.

Jika obat diare atau penyebab sakit perut lainya, mudah ditemukan di apotek dan dapat digunakan tanpa resep dokter, obat untuk mengatasi masalah kejiwaan ini tidak bisa dipakai secara bebas. Anda sangat memerlukan instruksi dari dokter untuk menggunakan obat, seperti antidepresan trisiklik atau serotonin-nonepinepherin reuptake inhibitors.

Tips untuk menjaga kesehatan pencernaan

produktivitas kerja

Sakit perut tentu merugikan Anda. Selain merasa nyeri di perut, kondisi tersebut juga mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Setelah Anda mengobati kondisi tersebut dengan obat sakit perut yang sesuai, perubahan gaya hidup yang lebih sehat juga harus Anda terapkan. Apa saja? Mari sontek beberapa tipsnya berikut ini.

1. Nomor satukan kebersihan makanan

Bakteri memiliki ukuran sangat kecil sehingga tidak terlihat oleh mata Anda. Meski dilihatnya bersih, belum tentu makanan yang Anda beli sudah bebas bakteri.

Inilah sebabnya Anda harus menghindari membeli makanan di sembarang tempat, terutama di area yang becek dan kotor. Meski lebih praktis dan harganya murah, jika bisa menyebabkan diare, tentu akan lebih baik dihindari, bukan?

Jika Anda berencana membuat makanan sendiri, jangan asal dalam mengolahnya. Terutama ketika Anda mencuci sayur, buah, dan daging. Cuci dengan air bersih mengalir dan masak hingga matang supaya bakteri yang masih menempel mati.

2. Pilih makanan yang sehat

Ada banyak makanan yang sangat tidak ramah dengan lambung Anda, seperti makanan asam, pedas, atau goreng-gorengan. Jika Anda memang memiliki masalah lambung, sebaiknya hindari makanan cepat saji yang cenderung tinggi garam dan berminyak.

Perbanyak makan sayur, buah,dan kacang-kacangan untuk mencegah sembelit. Namun, pilih buah yang rasanya manis, sayur yang masih segar, dan kacang-kacangan yang bukan kemasan.

3. Terapkan kebiasaan yang baik saat makan

Selain kebersihan dan pilihan makanannya, Anda juga harus menerapkan kebiasaan yang baik saat makan. Makan terburu-buru atau sering minum di tengah makan bisa memicu sakit perut. Anda harus makan dengan tenang dan mengunyah makanan dengan benar. Selain mencegah sakit mulas, kebiasaan ini juga bisa mencegah Anda makan melebihi batas.

Kemudian, hentikan kebiasaan “makan-minum-makan-minum”. Ini membuat perut Anda kembung dan bisa memicu sakit perut nantinya. Minumlah sedikit sebelum makan, kemudian, minum lagi setelah makan.

Selain itu, perhatikan juga jam makan Anda. Jangan biasakan menunda atau melewatkan jam makan. Bukan hanya membuat tubuh Anda lemas, kebiasaan ini bisa memperburuk sistem pencernaan Anda.

4. Hindari stres dan tingkatkan aktivitas fisik

Stres bisa memicu masalah pencernaan. Untuk itu, Anda perlu menghindari dan mengatasinya dengan baik. Ada banyak cara untuk mengurangi stres, salah satunya olahraga. Anda bisa memilih yoga dan mempraktikkan meditasi yang menenangkan pikiran.

Selain mengurangi stres, meningkatkan aktivitas tubuh bisa membantu usus bergerak lebih lancar. Itu artinya, Anda akan terhindar dari sembelit.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 31, 2016 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca