Penyakit Crohn adalah suatu kondisi yang menyebabkan peradangan pada sistem pencernaan, yang paling sering mempengaruhi ileum atau usus besar.

Ileum adalah bagian terakhir dari usus kecil. Fungsi utamanya adalah untuk penyerapan asam lemak, gliserol, vitamin B12, dan garam empedu lainnya. Ileum juga melepaskan hormon dan enzim untuk memecah karbohidrat dan protein.

Fungsi usus besar adalah untuk menyingkirkan bakteri, limbah, dan sisa makanan yang nutrisinya sudah diserap tubuh. Karena fungsi inilah, penyakit Crohn dapat menyebabkan kondisi lain yang berkaitan dengan sistem pencernaan.

Apa saja gejala penyakit Crohn?

Sebagian besar gejala penyakit Crohn terjadi di saluran pencernaan, meskipun dapat menyebabkan gejala di bagian lain. Gejala-gejala yang paling umum adalah:

  • Diare.
  • Demam ringan dan kelelahan karena peradangan atau infeksi.
  • Nyeri perut dan kram disebabkan oleh peradangan dan luka pada saluran pencernaan. Kram dapat menyebabkan diare dan ketidaknyamanan, termasuk mual dan muntah.
  • Darah dalam tinja Anda.
  • Anemia, kondisi di mana tubuh memiliki sel darah merah lebih sedikit dari biasanya.
  • Mulut koreng karena ulkus di mulut.
  • Berkurangnya nafsu makan dan penurunan berat badan karena kram, sakit perut, dan peradangan yang mengurangi kemampuan tubuh Anda untuk mencerna makanan.
  • Penyakit perianal, sakit atau keluarnya cairan di dekat atau di sekitar anus karena peradangan dari saluran ke dalam kulit (fistula).
  • Radang kulit, mata, dan sendi.
  • Radang saluran hati atau empedu.
  • Perubahan kulit seperti warna kemerahan, benjolan lembut di bawah kulit.
  • Pertumbuhan atau perkembangan seksual tertunda pada anak-anak

Gejala yang dialami seseorang dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan peradangan dan di mana itu terjadi.

Pada tahap awal, penyakit Crohn menyebabkan erosi di dinding usus. Erosi ini secara bertahap membesar dan lebih dalam sampai berbentuk bisul. Bisul ini dapat menyebabkan jaringan parut dan kekakuan dalam usus, akhirnya mempersempit usus dan menyebabkan lubang di dinding usus. Bakteri dapat menyebar dari usus melalui lubang ke organ lain dan sekitar rongga perut.

Ketika usus menyempit, ini dapat menghambat aliran makanan dan cairan. Gejala pencernaan terhambat kemudian terjadi kram perut yang parah, mual, muntah, dan distensi abdomen.

Apa penyebab penyakit Crohn?

Penyebab pasti dari penyakit Crohn tidak diketahui. Namun, penelitian menunjukkan kombinasi faktor mungkin berpengaruh, termasuk:

  • Genetika. Orang dengan anggota keluarga yang juga memiliki kondisi ini lebih mungkin terkena penyakit Crohn.
  • Sistem kekebalan atau infeksi sebelumnya. Bakteri atau virus dapat menyebabkan penyakit ini. Sistem kekebalan tubuh bertempur melawan bakteri atau virus yang masuk dan mungkin menyerang sel-sel karena suatu ketidaknormalan.

Apa saja faktor yang memicu risiko saya terkena penyakit Crohn?

Faktor-faktor risiko penyakit Crohn dapat mencakup:

  • Umur. Penyakit Crohn dapat terjadi pada semua usia, tetapi kebanyakan kasus penyakit Crohn didiagnosis sebelum usia 30.
  • Etnis. Orang Eropa lebih mungkin terkena penyakit Crohn dari etnis lain.
  • Nonsteroidal anti-inflammatory medications (NSAID). Obat-obat ini menyebabkan peradangan pada usus yang membuat penyakit Crohn memburuk.
  • Merokok. Perokok biasanya memiliki gejala yang lebih parah dibandingkan non-perokok.
  • Makanan tertentu. Beberapa makanan diduga memicu penyakit Crohn.

Bagaimana penyakit Crohn didiagnosis?

Dokter Anda akan memeriksa kondisi dan sejarah keluarga Anda untuk menentukan penyakit Crohn. Mereka mungkin meminta beberapa lab tes seperti:

  • Upper GI series: Anda akan minum campuran barium dan air. Dokter dapat melihat aliran cairan ini melalui usus dan menggunakanl foto ronsen untuk melihatnya.
  • Computerized tomography (CT) scan: Ini adalah tes yang memberikan gambar yang lebih rinci di banyak sudut polos ronsen.
  • Intestinal endoscopy atau endoskopi usus: Tabung tipis dan fleksibel dimasukkan ke dalam perut Anda agar dokter dapat melihat lapisan dinding.
  • Tes darah: Tes ini dirancang untuk mencari perubahan dalam sel darah merah dan sel darah putih.
  • Tes tinja: Tes ini biasanya digunakan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab yang berupa gangguan pencernaan lain.

Bagaimana pengobatan penyakit Crohn?

Belum ada obat untuk penyakit Crohn. Pengobatan biasanya meliputi obat-obatan atau operasi. Biasanya, Anda akan diberikan obat hanya untuk mengendalikan penyakit ini.

Obat anti-inflamasi

Aminosalicylates adalah obat yang mengandung asam 5-aminosalicyclic (5-ASA), yang membantu mengendalikan peradangan. Aminosalicylates meliputi:

Kortikosteroid diresepkan untuk orang dengan gejala sedang hingga berat. Dalam kebanyakan kasus, dokter mungkin tidak akan meresepkan korticksteroid untuk penggunaan jangka panjang.

Kortikosteroid termasuk:

Penekan sistem kekebalan tubuh, juga dikenal sebagai imunomodulators, digunakan untuk mengurangi aktivitas sistem kekebalan tubuh, yang mengurangi peradangan di saluran pencernaan. Obat-obatan ini dapat memakan waktu beberapa minggu sampai 3 bulan untuk mulai bekerja. Imunomodulators meliputi:

Terapi biologis adalah obat-obat yang menargetkan protein yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh. Menetralisir protein mengurangi peradangan dalam usus. Terapi biologis bekerja dengan cepat membawa remisi, terutama pada orang yang tidak merespon pengobatan lain. Terapi biologis termasuk

  • Adalimumab
  • Certolizumab
  • Infliximab
  • Natalizumab
  • Vedolizumab.

Anda juga mungkin memerlukan obat lain untuk mengontrol atau mengobati gejala dari penyakit Crohn.

  • Anti-diarrheals: psyllium powder (Metamucil) atau methylcellulose (Citrucel), loperamide (Imodium).
  • Penghilang rasa sakit: acetaminophen (Tylenol, others), ibuprofen (Advil, Motrin IB), naproxen (Aleve, Anaprox).
  • Suplemen zat besi
  • Vitamin B-12 shots.
  • Suplemen kalsium dan vitamin D

Operasi

Jika obat tidak mengurangi gejala, dokter Anda mungkin menyarankan operasi. Lebih dari 20% penderita penyakit Crohn membutuhkan operasi. Operasi tidak menyembuhkan penyakit Crohn, tetapi dapat mengobati kondisi lain yang disebabkan olehnya. Operasi sering merupakan solusi sementara.

Selama operasi, dokter bedah akan menghilangkan bagian yang rusak dari usus, seperti fistula dan obstruksi usus, atau untuk menguras abses, atau untuk memperluas bagian dari usus yang terlalu menyempit.

Makanan apa yang perlu saya hindari?

Banyak penderita  penyakit Crohn melaporkan bahwa mereka menemukan satu atau lebih makanan yang sering memicu penyakit Crohn dan membuat gejala lebih buruk. Beberapa makanan umum termasuk:

  • Alkohol (minuman campuran, bir, anggur)
  • Mentega, mayones, margarin, minyak
  • Minuman bersoda
  • Kopi, teh, cokelat
  • Produk susu (jika laktosa intoleran)
  • Makanan berlemak (gorengan)
  • Makanan tinggi serat
  • Makanan yang menghasilkan gas (lentil, kacang-kacangan, kubis, brokoli, bawang)
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian (selai kacang, selai kacang lainnya)
  • Buah mentah
  • Sayur mentah
  • Daging merah dan babi
  • Makanan pedas
  • Biji-bijian dan dedak.

Untuk memastikan penyakit Crohn dikendalikan dan mencegah untuk kambuh, Anda perlu menggabungkan pengobatan dan operasi. Sebelum Anda menggunakan obat apa pun atau memutuskan untuk melakukan operasi, tanyakan kepada dokter tentang komplikasi dan efek samping sebelum Anda membuat keputusan. Anda harus memberi tahu dokter Anda tentang obat-obatan atau suplemen yang Anda gunakan.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca