Apa Itu HPV dan Kenapa Kita Harus Waspada?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Human papillomavirus (HPV) adalah suatu grup virus yang terdiri dari 130 tipe HPV. Infeksi HPV bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia, bahkan remaja atau anak-anak yang belum aktif secara seksual pun bisa terpapar virus ini. HPV 6 dan HPV 11 adalah virus HPV yang menyebabkan kutil kelamin. HPV 16 dan HPV 18 adalah virus HPV yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kanker serviks.

Untuk mengetahui apa itu HPV lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini.

Siapa saja yang bisa tertular HPV?

Infeksi HPV merupakan masalah baik bagi pria maupun wanita. Pada wanita, infeksi HPV bisa menyebabkan kanker serviks. Infeksi HPV juga bisa menyebabkan masalah yang berakibat kanker pada vagina, vulva, anus, mulut, dan tenggorokan. Pada pria, infeksi HPV mungkin menyebabkan kanker pada penis, anus, mulut, tenggorokan dan penyakit kutil kelamin

Infeksi HPV bisa ditularkan  melalui kontak seksual, termasuk vagina, seks oral, dan anal.  Banyak orang yang terpapar virus HPV dalam tubuhnya tidak merasakan adanya tanda-tanda atau gejala, sehingga mereka dapat menularkan virus tanpa menyadarinya.

Bagaimana cara mencegah infeksi HPV?

Tindakan pencegahan primer atau yang terpenting untuk mencegah terjadinya kanker serviks adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV membuat tubuh membentuk antibodi terhadap virus HPV, sehingga virus yang masuk akan mati dan tidak sampai menimbulkan kanker serviks.

Vaksin HPV adalah vaksin inaktif (berisi protein serupa struktur cangkang virus HPV yang tidak mengandung DNA virus). Sehingga, vaksin ini sangat aman dan tidak mungkin menginfeksi manusia. Setelah disuntikkan, vaksin HPV akan merangsang pembentukan respon imun di dalam tubuh, sehingga menciptakan perlindungan terhadap kanker serviks.

Ada 2 jenis Vaksinasi HPV:

  1. Quadrivalent: memberikan perlindungan dari HPV tipe 6, 11, 16 dan 18.
  2. Bivalent: hanya melindungi dari HPV tipe 16 dan 18.

Jika tujuannya adalah untuk pencegahan kanker serviks, salah satu dari dua vaksin ini dapat digunakan, karena baik Bivalent  dan Quadrivalent  sama-sama bermanfaat melawan kanker serviks yang disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18.

Namun vaksin HPV quadrivalent  harus digunakan jika mengharapkan perlindungan tambahan terhadap pre-kanker vulva, pre-kanker vagina, pre-kanker anal yang disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18, dan kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11.

Vaksin HPV Quadrivalent  bisa diberikan untuk perempuan berusia 9-45 tahun dan laki-laki berusia 9-26 tahun.  Sedangkan vaksin HPV Bivalent   bisa diberikan kepada perempuan berusia 9-25 tahun.

Bagaimana cara kerja vaksin HPV?

  • Vaksin Quadrivalent, diberikan sebanyak 3 dosis masing-masing pada jadwal bulan 0, 2, dan 6.
  • Vaksin Bivalent, diberikan sebanyak 3 dosis pada bulan 0, 1, dan 6.

Vaksinasi HPV dianjurkan dilakukan sedini mungkin pada usia remaja, 9 hingga 13 atau 14 tahun. Rentang usia ini dinilai efektif karena pada masa inilah tubuh memberikan proteksi respon imun yang lebih baik dibanding usia di atasnya. Hal ini pula yang mendasari bahwa pemberian vaksin HPV pada rentang usia ini cukup diberikan 2 dosis pada bulan 0,6 atau 0,12.

Namun bagi Anda sudah berhubungan seksual, tentunya Anda masih bisa mendapatkan vaksinasi HPV. Hal ini masih merupakan cara terbaik untuk melindungi diri dari virus yang mungkin belum berkembang pada Anda.

Penyebaran kanker serviks juga dapat dicegah dengan tindakan pencegahan sekunder yaitu melalui deteksi dini dengan melakukan tes pap smear. Tes ini dianjurkan untuk dilakukan setahun sekali bagi para perempuan yang sudah pernah berhubungan seksual. Bagi perempuan yang sedang hamil juga dapat melakukan tes pap smear karena prosedur tersebut aman

Efek samping vaksin HPV

Efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah penyuntikan vaksin HPV adalah sebagai berikut:

  •       Reaksi lokal: Sakit di tempat suntikan, eritema/kemerahan, bengkak.
  •       Reaksi sistemik: sakit kepala, pireksia, mual, fatigue (kelelahan)

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca