Hampir semua obat untuk mengatasi penyakit jenis apapun dapat menyebabkan efek samping, bahkan obat HIV sekalipun. Efek samping obat HIV dapat menimbulkan sejumlah reaksi, seperti mual, sakit kepala, sakit perut, gelisah, atau sulit berkonsentrasi. Anda pula efek samping lain yang mungkin tidak pernah Anda sadari, karena terjadi di dalam tubuh amun Anda mungkin tidak menyadari beberapa efek samping fisik, seperti kerusakan pada hati atau ginjal. Tapi, jangan jadikan ini sebagai alasan untuk menghentikan pengobatan Anda.

Yang perlu Anda ketahui soal efek samping obat HIV

Obat-obatan HIV membantu banyak orang yang positif HIV supaya hidup lebih panjang dan sehat. Meski bukan penyembuh, tetapi obat-obatan ini meindungi sistem imun anda dengan mencegah virus makin berkembang biak dalam tubuh. Rutin minum obat HIV membuat Anda dapat menjalani hidup yang lebih lama dan sehat, serta menurunkan risiko penularan HIV kepada orang lain.

Namun, seperti kebanyakan obat, efek samping obat HIV mungkin tidak dapat Anda hindari.Efek samping adalah salah satu alasan mengapa orang-orang berhenti menggunakan obat HIV. Beberapa efek samping obat bisa muncul sangat serius yang memerlukan konsultasi dokter sesegera mungkin. Banyak pula efek samping obat HIV lain yang tidak begitu serius dan bisa Anda atasi sendiri.

Yang wajib untuk diingat, Anda harus tetap rutin mengonsumsi obat dan jangan mengurangi dosis kecuali dokter menyarankannya meski Anda merasa tidak nyaman dengan gejala yang ditimbulkan. Jika Anda melewatkan banyak dosis atau mengurangi dosisnya sendirian, efektivitas obat mungkin akan hilang. Namun, ada beberapa obat yang harus segera Anda hentikan apabila efek samping tertentu muncul.

Apa saja tanda dan gejala dari efek samping obat HIV?

Ada 2 jenis dari efek samping: efek samping jangka pendek dan jangka panjang.

Efek samping obat hiv jangka pendek meliputi kelelahan, mual, diare dan ruam. Efek samping ini dapat berlangsung hingga beberapa minggu dan membaik seiring tubuh menyesuaikan dengan pengobatan. Efek samping sementara lainnya dapat meliputi sakit kepala, demam, nyeri otot dan pusing. Tanyakan dokter apakah obat penghilang nyeri di apotek atau warung boleh Anda gunakan untuk meringankan efek samping tersebut.

Selain rentetan gejala ringan di atas, risiko efek samping obat HIV bisa serius dan muncul seiringnya waktu. Beberapa di antaranya termasuk peningkatan kadar kolestrol dan lemak lain dalam darah, kadar gula darah yang meningkat tajam, perubahan cara tubuh menyimpan dan memecah lemak, penumpukkan asam laktat dalam darah, osteoporosis, dan kerusakan hati. Komplikasi ini memerlukan perawatan medis khusus atau penyesuaian ulang dari terapi pengobatan HIV,

Bagaimana cara mengatasi efek samping obat HIV?

Anda dapat mengatasi efek samping obat HIV jangka pendek dengan langkah-langkah berikut:

  • Perbanyak istirahat, terutama saat kelelahan muncul setelah olahraga berat.
  • Makan dengan porsi lebih kecil dan batasi makanan pedas. Cobalah untuk menghindari aroma makanan yang terlalu kuat.
  • Pastikan untuk minum lebih banyak air putih dan minuman sehat lainnya untuk menggantikan kehilangan cairan. Cobalah untuk mengurangi asupan makanan mentah, gandum utuh dan makanan pedas. Fokus pada makanan yang tawar hingga Anda merasa lebih baik.
  • Hindari menggunakan produk perawatan tubuh yang berpewangi, dan kenakan pakaian berserat lembut dan alami seperti katun dan linen.

Dengan efek samping jangka panjang, Anda dapat mengikuti beberapa tips berikut:

  • Tes darah sederhana memungkinkan Anda melihat adanya peningkatan pada kadar kolestrol dan lemak lain pada darah. Anda mungkin perlu untuk menggunakan obat kolestrol dan menghindari lemak dalam menu makan.
  • Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan diabetes. Perubahan pada pola makan dan penggunaan obat diabetes mungkin diperlukan.
  • Jika dokter mendiagnosis adanya perubahan pada cara tubuh Anda menyimpan atau memetabolisme lemak, dokter mungkin dapat menyarankan Anda untuk lakukan olahraga yang berfokus pada latihan kekuatan serta penggunaan tesamorelin, obat resep yang menargetkan lemak perut dapat membantu mengatasi efek samping dari pengobatan HIV ini. Perubahan cara tubuh mengatur simpanan lemak dapat menyebabkan penumpukan lemak pada perut dan pinggang, serta menghilangkan lemak di wajah dan anggota tubuh lainnya.
  • Gejala penumpukkan asam laktat dalam darah meliputi kehilangan nafsu makan, mual, muntah dan sakit perut. Segera laporkan gejala ini ke dokter. Anda mungkin memerlukan perubahan pada pengobatan HIV.
  • Tes kepadatan tulang dapat memastikan osteoporosis sebagai efek samping dari perawatan HIV Anda. Langkah pencegahan meliputi latihan angkat beban dan pola makan yang mendorong kesehatan tulang.
  • Kerusakan hati. Tanda dan gejalanya meliputi sakit perit, urin berwarna keruh, sakit kuning dan feses yang berwarna terang atau seperti tanah liat. Dokter dapat melakukan tes dan menentukan langkah apa yang perlu diambil.

Beberapa efek samping obat HIV dapat berlangsung terus atau menyebabkan masalah serius. Tapi ada banyak cara untuk mengatasinya agar tidak terlalu mengganggu kualitas hidup Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca