Cara Ampuh Menurunkan Tekanan Darah Lewat Asupan Tinggi Protein

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Protein adalah blok bangunan dasar untuk tubuh. Protein membentuk dasar otot, kulit, dan organ. Beberapa protein khusus bertindak sebagai hormon, sementara yang lain bertindak sebagai enzim untuk membantu mencerna dan memecah makanan. Protein juga membantu membawa nutrisi, seperti lemak dan mineral di dalam darah. Tidak hanya itu, sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa protein berperan penting untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Mengapa bisa begitu? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Protein membantu menurunkan tekanan darah tinggi

Selama ini diet DASH cukup populer untuk mengendalikan tekanan darah bagi orang yang memiliki penyakit hipertensi. Namun, menurut penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Hypertension, para peneliti dari Boston University menemukan bahwa selain menerapkan diet DASH yang padat gizi, asupan protein yang tinggi juga diperlukan untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Bagaimana protein bisa membantu menurunkan tekanan darah? Ternyata para ilmuwan sendiri belum menemukan bukti yang pasti terkait hal tersebut. Ini karena sistem tekanan darah adalah proses yang rumit dan melibatkan banyak organ seperti jantung, ginjal, pembuluh darah, dan hormon yang berinteraksi di seluruh tubuh.

Meski begitu, para ilmuwan meyakini bahwa protein dalam produk susu mengandung senyawa tertentu yang bertindak sebagai penghambat ACE (angiotensin-converting-enzyme) alami, salah satu jenis utama obat tekanan darah. Sementara protein hewani lainnya, terutama telur, mengandung arginin tingkat tinggi. Kandungan ini mampu melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah berkurang.

Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa orang dengan asupan protein sebanyak 102 gram sehari, 40 persen berisiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi di kemudian hari. Sementara itu orang yang mengonsumsi makanan tinggi protein yang juga diimbangi dengan asupan serat memiliki manfaat yang lebih dramatis, yaitu pengurangan risiko terkena stroke hingga 60 persen lebih rendah. Manfaat ini berlaku untuk orang yang obesitas maupun dengan berat badan normal.

Makanan rendah lemak dan kaya protein

Sumber protein terbaik adalah yang rendah lemak jenuh dan kaya akan vitamin dan mineral. Ini termasuk daging tanpa lemak, ikan, unggas, produk susu rendah lemak dan tanpa lemak, produk kedelai, kacang-kacangan, dan putih telur.

Karena adanya risiko penyakit jantung dengan kolesterol dan lemak tinggi dalam makanan hewani, Anda perlu lebih bijak untuk mengurangi asupan daging merah dan sebagian besar makanan dari produk susu. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengonsumsi makanan rendah lemak dan tinggi protein:

  • Untuk menghindari daging yang berlemak, carilah potongan yang mengandung kata “loin” seperti sirloin dan tenderloin karena lemaknya lebih sedikit.
  • Hindari daging yang memiliki label “prime beef” atau “prime meat” karena ini artinya ia mengandung lebih banyak lemak dan kalori.
  • Anda dapat memutuskan untuk memesan makanan laut seperti ikan jika Anda menginginkan makanan yang lebih rendah lemak.
  • Hilangkan kebiasaan makan larut malam.
  • Produk susu rendah lemak juga merupakan sumber protein yang baik. Susu rendah lemak ini memberikan kalori yang lebih rendah dan lemak jenuh. Misalnya, susu skim (sekarang disebut susu bebas lemak) hanya memiliki 90 kalori dibandingkan dengan 150 untuk susu biasa (dengan 3,5 persen lemak mentega).
  • Makanan protein nabati biasanya bebas lemak. Kacang-kacangan dan biji-bijian biasanya hanya mengandung sedikit lemak atau bahkan tidak ada lemak sama sekali. Kacang juga kaya mineral, serat, dan lemak tak jenuh tunggal, sehingga ada manfaat kesehatan yang besar dalam menu makan Anda.
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung serat, vitamin E, dan mineral. Kandungan lemak merupakan pertimbangan penting, tapi Anda juga memiliki banyak pilihan protein lain dari dari berbagai sumber makanan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca